Megapolitan.ID | Jakarta–Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa TNI akan memanfaatkan lahan seluas 43 hektare di Bekasi untuk kegiatan pertanian, peternakan, dan aktivitas ekonomi lainnya. Langkah ini merupakan bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan aset negara.
Rencana tersebut disampaikan Sri Mulyani dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Rabu (20/8/2025).
“Lahan sebesar 43 hektare di Bekasi tadi untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian, peternakan, dan juga kegiatan ekonomi lain,” ujar Sri Mulyani.
Selain itu, ia juga menyebut bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menyiapkan pembangunan 100 prototipe markas batalion baru pada 2025. Menurutnya, semua ini merupakan bentuk pemanfaatan aset negara yang diharapkan membawa manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
“Dan tentu ini juga akan memberikan kesan disiplin dan persatuan antara tentara dan masyarakat untuk perekonomian Indonesia,” tambahnya.
Dukungan Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyambut baik gagasan ini dan menilai keterlibatan TNI dapat memperkuat sektor pertanian terpadu, mulai dari pangan, hortikultura, perkebunan, hingga peternakan.
“Kami sudah memohon kepada Pak Menhan, agar perkebunan hortikultura di pertanian yang akan datang, yang kita hilirisasi, itu dikawal oleh TNI,” ujar Amran.
Anggaran Pertahanan 2026
Sri Mulyani juga menyinggung anggaran besar untuk sektor pertahanan, hukum, dan keamanan dalam RAPBN 2026 yang mencapai Rp185 triliun. Anggaran ini akan difokuskan untuk pengadaan dan pemeliharaan alat utama sistem senjata (alutsista), seperti kapal perang (KRI), kapal angkatan laut (KAL), hingga kendaraan tempur.
Selain itu, pemerintah juga mengalokasikan dana untuk sarana-prasarana pertahanan, penggantian pesawat, penambahan batalion dan Kodam, serta dukungan peralatan non-alutsista.[]