Home TeknologiAmazon, Google, Meta, dan Microsoft Bersatu Danai Teknologi Hijau untuk Masa Depan Pusat Data
dok.lestari.kompas.com

Amazon, Google, Meta, dan Microsoft Bersatu Danai Teknologi Hijau untuk Masa Depan Pusat Data

by Ikon logo megapolitanSalwa
A+A-
Reset

Megapolitan.id – Empat raksasa teknologi dunia Amazon, Google, Meta, dan Microsoft resmi bergandengan tangan dalam sebuah inisiatif ambisius yang bertujuan mempercepat pengembangan teknologi ramah lingkungan. Bersama platform investasi berbasis dampak lingkungan, Elemental Impact, mereka meluncurkan Data Center Innovation Initiative (DCII), sebuah program yang dirancang untuk mendukung perusahaan rintisan di bidang energi bersih dan material berkelanjutan.

Peluncuran DCII menjadi langkah strategis di tengah pesatnya pertumbuhan industri pusat data global yang saat ini menjadi salah satu pendorong utama pembangunan infrastruktur modern. Di balik meningkatnya kebutuhan komputasi dan kecerdasan buatan (AI), muncul pula kebutuhan besar akan energi, material bangunan, serta infrastruktur industri yang lebih berkelanjutan.

Menurut Elemental Impact, kondisi tersebut menciptakan peluang besar untuk mempercepat adopsi berbagai teknologi baru yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi.

Teknologi Baru Akan Diuji Langsung di Pusat Data

Melalui program DCII, teknologi yang dikembangkan perusahaan rintisan tidak hanya memperoleh dukungan pendanaan, tetapi juga kesempatan untuk diuji langsung di lingkungan pusat data yang beroperasi secara nyata.

CEO dan Pendiri Elemental Impact, Dawn Lippert, menilai pembangunan pusat data yang masif saat ini dapat menjadi katalis bagi lahirnya inovasi penting di berbagai sektor.

“Kami melihat pembangunan pusat data yang besar-besaran dalam sejarah ini sebagai jalan untuk memajukan berbagai inovasi penting yang sudah kami danai selama bertahun-tahun baik di bidang energi, material, maupun air,” kata Dawn Lippert.

“Melalui kolaborasi dengan Amazon, Google, Meta, dan Microsoft, kami bisa membantu mempercepat para pengusaha ini dalam memasarkan teknologi mereka yaitu teknologi yang mampu mengurangi emisi dan memberikan dampak yang lebih positif bagi masyarakat, termasuk menyediakan energi yang terjangkau dan andal,” paparnya lagi.

Kucurkan Dana hingga Jutaan Dolar untuk Startup

Sebagai bagian dari komitmennya, Elemental Impact akan menyalurkan modal investasi mulai dari 500.000 dolar AS hingga 5 juta dolar AS kepada maksimal 10 perusahaan rintisan teknologi hingga tahun 2027.

Tak hanya pendanaan, peserta program juga akan memperoleh pendampingan intensif yang mencakup strategi pemasaran, akses pembiayaan lanjutan, pengembangan tenaga kerja, hingga dukungan teknis untuk mempercepat pertumbuhan bisnis mereka.

Sementara itu, Amazon, Google, Meta, dan Microsoft akan berperan dalam menentukan prioritas teknologi yang dianggap paling relevan, memberikan masukan strategis selama proses seleksi perusahaan, mendukung uji coba proyek, hingga membantu menyebarluaskan hasil inovasi agar dapat diterapkan secara luas oleh berbagai industri.

Fokus pada Energi Bersih dan Material Rendah Emisi

Program DCII menargetkan sejumlah bidang teknologi yang dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Fokus pengembangannya meliputi teknologi penyimpanan energi, sistem kelistrikan canggih, solusi pendingin industri, hingga material bangunan rendah emisi karbon.

Seluruh inovasi tersebut nantinya akan diuji di pusat data yang telah beroperasi maupun lokasi percontohan khusus.

Elemental Impact menyebut langkah ini bertujuan meningkatkan keandalan pasokan listrik, mengurangi penggunaan lahan dan material konstruksi, serta menekan emisi karbon dalam skala besar.

Wakil Presiden Bidang Energi dan Keberlanjutan Meta, Nat Sahlstrom, menilai pusat data memiliki posisi strategis dalam mempercepat lahirnya teknologi berkelanjutan.

“Pusat data memiliki posisi yang sangat unik untuk menjadi pendorong lahirnya energi bersih dan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Hal yang membuat kami sangat antusias dengan proyek DCII ini adalah fokusnya dalam memajukan proyek-proyek teknologi baru yang sedang berkembang, sejalan dengan komitmen Meta untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan pusat data yang ramah lingkungan dan inovatif,” ungkap Nat Sahlstrom.

“Dengan membagikan apa yang kami pelajari bersama, kami bisa mendukung para pengusaha agar bisa berkembang lebih cepat dan mengubah inovasi ini menjadi dampak nyata di dunia,” tambahnya.

Kolaborasi Besar untuk Masa Depan Industri Berkelanjutan

Microsoft juga melihat DCII sebagai peluang besar untuk mempercepat penerapan teknologi yang mampu mengurangi emisi sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

“Rancangan pusat data yang ramah lingkungan merupakan salah satu peluang dengan pertumbuhan tercepat untuk penerapan teknologi baru saat ini. Itulah mengapa Microsoft bergabung dengan Elemental Impact untuk mengumpulkan para pemimpin industri dan penemu inovasi di seluruh ekosistem ini demi mengejar teknologi-teknologi menjanjikan yang bisa mengurangi emisi,” papar Melanie Nakagawa, Chief Sustainability Officer Microsoft.

“Fokus kami adalah membantu memperbesar skala solusi tersebut untuk menghasilkan listrik bersih yang andal serta bahan bangunan ramah lingkungan, sekaligus meningkatkan efisiensi dan ketahanan di lingkungan masyarakat tempat kami beroperasi,” katanya lagi.

Selain didukung empat perusahaan teknologi terbesar dunia, DCII juga melibatkan sejumlah organisasi filantropi dan mitra strategis, seperti Breakthrough Energy Discovery, Builders Vision Philanthropy, Salesforce, Stolte Family Foundation, serta firma hukum Wilson Sonsini.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi hijau yang tidak hanya bermanfaat bagi industri pusat data, tetapi juga mendukung transformasi energi dan pembangunan berkelanjutan di tingkat global.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain