Megapolitan.ID | Bangkalan–Dalam rangka memperingati milad ke-15, Himpunan Mahasiswa Ekonomi Syariah Fakultas Keislaman Universitas Trunojoyo Madura (Himaesya UTM) sukses menggelar Talk Show Muslimah bertajuk “Transformasi Digital Ekonomi Syariah: Perempuan sebagai Pilar Menuju Indonesia Emas 2045”. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Universitas Trunojoyo Madura pada 12 November 2025 ini menjadi wadah inspiratif untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan ekonomi nasional berbasis nilai-nilai Islam..
Dekan Fakultas Keislaman, Dr. Abdur Rohman, S.Ag., M.E.I, dalam sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang penampilan atau seremonial belaka, melainkan ruang bagi muslimah untuk mengekspresikan kreativitas dan kepercayaan diri dalam bingkai nilai keislaman.
“Acara ini diharapkan menjadi wadah inspiratif bagi muslimah masa kini agar terus berkreasi dan berkontribusi dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai Islam,” ujar Dr. Abdur Rohman kepada Megapolitan.ID.
Talk show ini menghadirkan narasumber inspiratif, di antaranya Ning Widad Bariroh (Wakil Direktur PP Bayt Al-Hikmah Pasuruan sekaligus Koordinator Nawaning Nusantara) dan Anis Wahdati, S.E., M.E. (womenpreneur), dengan moderator Nur Halima, S.E.I. (Demisioner Himaesya 2022). Para pembicara memberikan pandangan mendalam mengenai peran strategis perempuan di tengah pesatnya perkembangan digitalisasi ekonomi syariah.
Dalam paparannya, Ning Widad menekankan pentingnya transformasi digital sebagai kunci utama perluasan peran perempuan dalam ekonomi syariah.
“Transformasi digital menjadi pintu bagi perempuan untuk memperluas akses dan partisipasi di sektor ekonomi syariah. Dengan dukungan teknologi, perempuan dapat mengembangkan usaha halal yang berdaya saing global tanpa meninggalkan prinsip-prinsip keislaman,” jelasnya.
Sementara itu, Anis Wahdati menyoroti pentingnya literasi digital bagi generasi muda, khususnya muslimah. “Menuju Indonesia Emas 2045, perempuan tidak hanya menjadi penggerak ekonomi keluarga, tetapi juga harus mampu menjadi inovator dan pencipta solusi digital berbasis nilai-nilai syariah,” ujarnya.
Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diadakan sebagai bentuk dorongan bagi perempuan Indonesia agar siap menghadapi era transformasi digital dalam koridor ekonomi syariah.
“Kami berharap talk show ini menjadi ruang kolaborasi dan edukasi bagi mahasiswa, pelaku UMKM, serta masyarakat luas untuk bersama membangun ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan,” tuturnya.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang acara. Mahasiswa dari berbagai fakultas dan universitas di Madura turut hadir, bersama sejumlah dosen Fakultas Keislaman UTM. Suasana interaktif tercipta saat para peserta aktif berdialog dan berbagi pengalaman seputar pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan usaha berbasis syariah.
Menutup kegiatan, Dekan Fakultas Keislaman kembali menegaskan pentingnya semangat kolaboratif dan inovatif bagi muslimah Indonesia di era digital.
“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap lahir semangat baru bagi perempuan untuk berkontribusi aktif dalam membangun sistem ekonomi syariah yang inovatif, berkeadilan, dan berdaya saing — sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya.
Acara ini tidak hanya memperingati perjalanan 15 tahun Himaesya UTM, tetapi juga menegaskan komitmen organisasi tersebut untuk terus menginspirasi generasi muslimah agar menjadi agen perubahan dalam ekonomi syariah di masa depan.[]