Home EventGubernur DKI Ingin Betawi jadi Identitas Utama Jakarta

Gubernur DKI Ingin Betawi jadi Identitas Utama Jakarta

Gubernur Pramono tegaskan komitmen menjadikan Jakarta sebagai kota global berbudaya

by Ikon logo megapolitanBilal
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bersama Perhimpunan Kebayaku menggelar pentas budaya bertajuk “Seribu Wajah Kebaya Betawi” di Balairung, Balai Kota Jakarta, pada Kamis (28/8). Acara ini digelar untuk mengembangkan kebaya Betawi sebagai identitas budaya lokal yang berperan penting dalam merajut keberagaman budaya nasional.

“Kebaya Betawi merupakan cerminan akulturasi dari berbagai kebudayaan yang datang ke Jakarta. Kota ini menjadi melting pot, dan salah satu kebaya yang paling menonjol adalah Kebaya Encim Betawi,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam sambutannya.

Menurut Gubernur Pramono, perpaduan budaya Betawi, Tionghoa, dan pengaruh Eropa menjadikan Kebaya Encim anggun sekaligus sarat makna keberagaman. Kebaya ini bukan hanya identitas perempuan Betawi, tetapi juga menegaskan karakter Jakarta sebagai kota yang inklusif dan berbudaya.

“Budaya Jakarta adalah budaya Betawi. Karena itu, setiap kegiatan yang berkaitan dengan Kebetawian, saya selalu membuka diri. Mau diadakan di Balai Kota, Lapangan Banteng, atau di tempat-tempat milik Pemprov DKI, kami siap bekerja sama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gubernur Pramono menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang berbudaya. Ia berencana terus menggencarkan kegiatan kebudayaan, khususnya yang berakar pada tradisi Betawi. Melalui acara seperti ini, ia berharap masyarakat semakin mengenal keunikan kebaya serta nilai-nilai budaya Betawi sebagai identitas Jakarta.

“Saya ingin bekerja keras memajukan Jakarta, mengangkat budaya Betawi, dan membuat siapapun yang datang merasa bahagia berada di Jakarta,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Kebayaku, Nunun Daradjatun, menyampaikan, perhelatan ini merupakan bagian dari persiapan rangkaian peringatan HUT ke-500 Kota Jakarta. Momentum ini menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada khalayak luas.

“Kebaya bukan sekadar busana, melainkan juga simbol warisan dan jati diri bangsa. Melalui acara ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih mencintai budaya sendiri,” ujarnya.

Selain menampilkan peragaan busana, acara ini juga menjadi ruang pertemuan bagi para tokoh perempuan, budayawan, dan pemangku kebijakan. []

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain