Daftar Isi
Megapolitan.id – Sandi Nugroho selaku Kapolda Sumatera Selatan memimpin Apel Besar Siaga Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta Sabuk Kamtibmas yang digelar di Lapangan Mapolres Lahat.
Dalam arahannya, Kapolda menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dan langkah-langkah solutif untuk memperkuat penanganan Karhutla di wilayah Sumatera Selatan.
Apel tersebut dihadiri jajaran Forkopimda Kabupaten Lahat, termasuk Bursah Zarnubi selaku Bupati Lahat, Wakil Bupati Widia Ningsih, Sekretaris Daerah Izromaita, hingga Ketua DPRD Fitrizal Homizi.
Turut mendampingi Kapolda dalam kegiatan tersebut yakni Dirintelkam, Dirpolairud, dan Kabid Propam Polda Sumsel.
Libatkan TNI-Polri hingga Relawan Sipil
Pasukan siaga yang dikerahkan dalam apel melibatkan personel gabungan dari TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Perhubungan, BPBD, Damkar, hingga Manggala Agni.
Tak hanya aparat, kegiatan ini juga melibatkan elemen sipil seperti Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan Sabuk Kamtibmas, komunitas ojek online, mahasiswa, Saka Bhayangkara, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), perusahaan, hingga organisasi kemasyarakatan seperti GP Ansor dan Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).
Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi simbol penguatan kolaborasi dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang kerap terjadi saat musim kemarau.
Teknologi Jadi Kunci Deteksi Dini
Dalam amanatnya, Irjen Sandi menegaskan bahwa penanganan Karhutla tidak bisa lagi mengandalkan pola lama.
“Penanganan Karhutla tidak boleh lagi menggunakan pola-pola lama. Kita harus memanfaatkan teknologi untuk memantau titik api secara real-time. Deteksi dini harus dilakukan, dan setiap kerawanan harus segera dipetakan,” kata Irjen Sandi.
Menurutnya, penggunaan teknologi pemantauan secara real-time akan membantu aparat dalam mempercepat respons terhadap potensi kebakaran sebelum meluas.
Dorong Solusi bagi Petani
Selain fokus pada penegakan dan pencegahan, Kapolda juga mendorong sinergi antara kepolisian dan Pemerintah Kabupaten Lahat dalam memberikan solusi kepada masyarakat, khususnya petani.
Salah satu upaya yang didorong adalah penyediaan bantuan alat berat agar masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara dibakar.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Sabuk Kamtibmas Jadi Cooling System Digital
Dalam kesempatan yang sama, Kapolda Sumsel juga menyoroti pentingnya program Sabuk Kamtibmas sebagai bagian dari strategi menjaga keamanan masyarakat.
Program tersebut tidak hanya difokuskan pada pencegahan tindak kriminal secara fisik, tetapi juga sebagai cooling system di ruang digital untuk menangkal hoaks dan provokasi.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar mengesampingkan ego sektoral demi menciptakan sistem keamanan yang lebih solid dan adaptif.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel menilai apel gabungan ini menjadi bukti kesiapan seluruh institusi dalam menghadapi dinamika ancaman di masyarakat.
“Penegasan dari Bapak Kapolda sangat jelas, kita tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri. Keterlibatan personel dari Polri, TNI, Pemda, hingga elemen ormas, mahasiswa, dan perusahaan hari ini membuktikan bahwa ekosistem keamanan di Sumsel sudah terbangun kuat. Pendekatan kita saat ini adalah modernisasi deteksi dini dan edukasi yang memanusiakan masyarakat, namun tetap tegak lurus pada aturan hukum jika terjadi pelanggaran fatal,” ujarnya.