Megapolitan.ID | LAZNAS AQL dan AQL Peduli melepas Konvoi Kemanusiaan Banjir dan Longsor Sumatera dari kantor AQL Islamic Center, Tebet Utara, Jakarta Pusat, Minggu (14/12). Momentum ini menjadi penanda kepedulian masyarakat Indonesia tidak hanya berhenti dalam bentuk doa dan simpati, akan tetapi dalam bentuk aksi nyata bagi penyintas bencana.
Sebanyak lima armada dan sejumlah relawan diberangkatkan pada pukul 12.00 WIB. Armada tersebut terdiri atas dua kendaraan makanan, satu kendaraan pakaian, satu kendaraan perlengkapan tidur, serta satu kendaraan alat penerangan.
Konvoi mengangkut berbagai kebutuhan darurat, meliputi logistik pangan, pakaian, dan perlengkapan tanggap darurat.
“Kita mengirim dua puluh ton bantuan logistik terdiri dari makanan cepat saji seperti kornet, sarden, susu, korma. Selain itu juga selimut baju baru, dan alat penerangan panel Surya,” ungkap Koordinator Lapangan Laznas AQL, Ustaz Jalal.

Konvoi Kemanusiaan LAZNAS AQL dan AQL Peduli, Minggu (14/12), Tebet, Jakarta Pusat.
Menurut Pembina LAZNAS AQL dan AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir pengiriman konvoi kemanusian secara simbolis merupakan gelombang pertama. Akan tetapi, LAZNAS AQL dan AQL Peduli sudah menerjunkan relawan serta bantuan darurat sejak 8 hari peristiwa bencana terjadi.
“Kita sudah mendirikan posko bantuan di Medan, Sumatra Barat, di Aceh juga kita sudah ke sana sejak hari-hari awal,” ujarnya.
Ketua Umum Jaringan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI) itu menerangkan bahwa bantuan yang dikirim jaringan AQL sesuai hasil assesment kebutuhan di lapangan. “Barang barang konsumtif ini yang mendesak dibutuhkan di sana, sesuai permintaan di lapangan,” ungkap dai yang akrab disapa UBN ini.
UBN juga menegaskan masih banyak bantuan yang akan diberangkatkan kembali, karena sejumlah kebutuhan seperti obat-obatan masih belum dikirimkan. “Yang dibutuhkan mendesak saya ini diantaranya obat-obatan. Karena sekarang banyak penyakit mulai menjangkiti masyarakat seperti inspeksi pernapasan dan diare. Genset juga kita belum sempat terbawa, nanti akan dikirimkan,” ujarnya.
Konvoi bantuan direncanakan langsung berangkat ke Posko LAZNAS AQL di Medan sebagai pusat koordinasi, setelah itu akan diberangkatkan ke Aceh Tamiang sebagai lokasi paling parah terdampak bencana.
Keberangkatan lima armada bantuan kemanusiaan LAZNAS AQL dan AQL Peduli ini melengkapi bantuan darurat yang sejak awal sudah bergerak. Total dari LAZNAS AQL dan AQL Peduli mengirim dua belas armada kemanusian secara keseluruhan.
Konvoi ini merupakan kerjasama pihak LAZNAS AQL dan AQL Peduli dengan berbagai komunitas komunitas pengajian di Jakarta. Konvoi ini juga merupakan Respon Cepat dalam upaya tanggap darurat dan membantu pemulihan warga terdampak bencana.
Di hari ke-17 pasca banjir dan longsor, kondisi di berbagai wilayah terdampak di Sumatera masih sangat memprihatinkan. Lumpur tebal masih menenggelamkan jalan dan pemukiman, jaringan listrik dan jaringan komunikasi belum pulih, serta sejumlah akses ke pemukiman terdampak masih terputus. []