Daftar Isi
Megapolitan.id – Polri memanfaatkan teknologi untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Baru, Kecamatan Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan. Dua unit drone pemadam dikerahkan untuk menjangkau titik api yang sulit didatangi melalui jalur darat.
Drone tersebut digunakan untuk menyemprotkan cairan khusus X-Fire ke area yang terbakar. Penggunaan teknologi ini menjadi bagian dari strategi pemadaman terpadu yang menggabungkan metode udara dan penanganan manual oleh personel di lapangan.
Penanganan karhutla tersebut ditinjau langsung Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Staf Logistik Polri Brigjen Pol. Hery Santoso, S.I.K., M.H., di titik koordinat -3,1012060, 104,7188240, tepat di samping pintu masuk Tol Pemulutan, mulai pukul 15.00 WIB.
Cek Langsung Kondisi Medan dan Kesiapan Pemadaman
Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana pemadaman dalam kondisi siap digunakan. Beberapa aspek yang diperiksa meliputi kondisi tanah, akses menuju lokasi kebakaran, ketersediaan sumber air, hingga kesiapan personel.
Kondisi medan menjadi salah satu tantangan utama dalam penanganan karhutla. Sejumlah titik api berada di lokasi yang tidak mudah dijangkau melalui jalur darat sehingga penggunaan drone menjadi alternatif untuk mempercepat proses pemadaman.
Dalam operasi tersebut, dua unit drone besar milik Staf Logistik Polri dioperasikan langsung oleh operator Slog Polri. Masing-masing drone terbang selama sekitar 30 menit untuk menyemprotkan cairan X-Fire ke area yang terbakar.
Pemadaman Berlanjut hingga Malam
Setelah peninjauan sore hari, rombongan kembali menuju lokasi sekitar pukul 19.00 WIB untuk memantau proses pemadaman pada malam hari.
Penanganan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan drone dan metode manual. Personel dari Satbrimob, Ditsamapta, dan Polres Ogan Ilir diterjunkan untuk memastikan titik api dapat dikendalikan dan tidak meluas.
Operasi tersebut juga melibatkan Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., Karo Log Polda Sumsel Kombes Pol. Budi Santosa, S.I.K., M.Si., Kasubbagrenminops Polda Sumsel Kompol Muhammad Indra Parameswara, S.I.K., serta unsur Polres Ogan Ilir, TNI, BPBD, Manggala Agni dan tim karhutla yang bersiaga di lokasi.
Pada pemantauan malam hari, turut hadir Dansatbrimob Polda Sumsel Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol, S.I.K., M.H., Dir Samapta Polda Sumsel Kombes Pol. Ridwan, S.I.K., Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., Kabag Ops Polres Ogan Ilir AKP Alias Suganda, serta personel gabungan Satbrimob, Ditsamapta, Polres Ogan Ilir dan jajaran Polsek.
Drone Bantu Jangkau Titik Api Sulit
Karo Ops Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso, S.I.K., M.Si., mengatakan pemanfaatan drone dan cairan X-Fire memberikan kemudahan dalam menjangkau titik api yang berada jauh dari akses darat.
“Penggunaan drone yang dilengkapi cairan khusus X-Fire sangat membantu kami menjangkau titik api yang jauh dari akses darat. Teknologi ini mempercepat proses pemadaman sekaligus meningkatkan keselamatan personel di lapangan,” katanya.
Menurutnya, teknologi tersebut tidak hanya membantu mempercepat pemadaman, tetapi juga mengurangi risiko yang harus dihadapi petugas ketika memasuki area dengan kondisi medan yang sulit.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti, S.H., S.I.K., M.H., turut menyampaikan apresiasi atas dukungan sarana dan personel dari Polda Sumsel dan Mabes Polri.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran drone dan cairan X-Fire ini. Dukungan personel dan alat dari Polda Sumsel serta Mabes Polri mempercepat penanganan titik api di Pemulutan, khususnya di area yang berdekatan dengan akses Tol Pemulutan,” ujarnya.
Teknologi Jadi Bagian dari Strategi Penanganan Karhutla
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., mengatakan penggunaan teknologi modern menjadi bagian dari strategi Polri untuk memperkuat penanganan karhutla sekaligus memberikan perlindungan kepada masyarakat.
“Kami berkomitmen mendukung penuh penggunaan teknologi modern seperti drone dan cairan X-Fire dalam penanganan karhutla, demi percepatan pemadaman dan perlindungan masyarakat dari dampak kabut asap,” ujar Kombes Pol. Nandang.
Penggunaan drone dalam operasi pemadaman menunjukkan bahwa penanganan karhutla kini tidak hanya mengandalkan kekuatan personel di darat. Teknologi dimanfaatkan untuk membantu menjangkau area yang sulit, sekaligus mendukung keselamatan petugas selama menjalankan operasi.
Pemadaman Terus Dioptimalkan
Penanganan karhutla di wilayah Pemulutan, Kabupaten Ogan Ilir, berlangsung aman dan kondusif. Polri bersama Polda Sumsel dan unsur terkait terus mengoptimalkan sarana, personel serta metode penanganan untuk mempercepat pemadaman dan mencegah meluasnya kebakaran.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri menghadirkan penanganan karhutla yang cepat, terukur, dan adaptif terhadap kondisi medan. Selain mempercepat pengendalian api, langkah ini juga diarahkan untuk memperkuat perlindungan masyarakat serta lingkungan dari dampak kebakaran dan kabut asap di wilayah Sumatera Selatan.