Home EventTemu Alumni & Calhaj Sahid Tour Plus Nobar di Cinepolis
Nobar Sahid Tour 'Panggil Aku Ayah'

Temu Alumni & Calhaj Sahid Tour Plus Nobar di Cinepolis

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
Published: Updated:
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Jakarta–Sahid Tour kembali menghadirkan kegiatan penuh makna bertajuk “Temu Alumni & Calhaj plus Nobar” yang digelar pada Sabtu, 23 Agustus 2025 di Cinepolis Lippo Mall Nusantara (ex Plaza Semanggi). Acara ini dihadiri alumni dan calon jamaah haji serta umrah, nasabah Bank Syariah Indonesia (BSI).

Direktur Sahid Tour Hari Prakoso mengatakan acara temu alumni dan nobar ini semakin memperat kekeluargaan dan silaturahmi bersama keluarga besar Sahid Tour, juga Sahid Group “Melalui nobar film juga membuat suasana kebersamaan lebih akrab satu sama lain nya khususnya di keluarga besar Sahid Tour,” ungkapnya.

Pada acara tersebut turut hadir Hariyadi BS Sukamdani, Presiden Direktur Sahid Tour, Muhamad Kamal Setiawan, Corp. Operation General Manager Sahid Hotel and Resort, Vivi Herlambang, Corp. Director of Business Development & Marketing Sahid Group.

Dari BSI hadir, Dien Lukita Purnamasari, SVP Retail Deposit Solution Group, Asri Natanegeri, SVP Wealth Management Group, Ayun Kurniawan, Umra Special Hajj & Healthcare Department Head dan Razif Ankolfi Assaat, CFP – Wealth Specialist BSI.

Sebanyak 100 seat yang tersedia penuh oleh para relasi Sahid Tour. Momen ini menjadi ajang silaturahim, acara ini juga menghadirkan tausiah penuh hikmah, program berbagi, hingga nonton bareng film edukasi berjudul “Panggil Aku Ayah”. Tidak heran, suasana yang tercipta sangat hangat, penuh kebersamaan, sekaligus sarat nilai ibadah.

Indahnya Berbagi dalam Pandangan Al-Qur’an

Sebelum undangan menikmati nobar, acara diisi oleh tim BSI yang mengenalkan produk emas untuk kebutuhan umrah atau haji. Setelah itu, dilanjutkan tausiah oleh KH. Ali Nurdin, MA yang membawakan kultum singkat namun sarat makna. Beliau mengangkat tema indahnya berbagi dengan mengutip ayat-ayat Al-Qur’an.

Salah satu poin menarik yang disampaikan adalah tafsir ayat “Man dzalladzi yuqridullaha qardan hasana” (Siapa yang meminjami Allah dengan pinjaman yang baik). Ustaz menjelaskan bahwa Allah, yang Maha Kuasa dan tidak membutuhkan apa pun, justru menggunakan redaksi “pinjaman” untuk menegaskan betapa pentingnya berbagi.

Menurut Ustadz Ali, ada dua makna besar di balik pemilihan kata tersebut: Pertama, Allah merendahkan redaksi-Nya agar manusia lebih termotivasi. Ini menunjukkan betapa Allah sangat menekankan nilai berbagi. Kedua, sifat dasar manusia adalah pelit. Oleh karena itu, Al-Qur’an hadir untuk mengingatkan agar umat manusia tidak terjebak pada sifat bakhil tersebut.

Bahkan, disebutkan bahwa setiap sedekah yang kita keluarkan sejatinya pertama kali diterima langsung oleh Allah SWT sebelum sampai kepada penerimanya. Inilah mengapa ulama-ulama terdahulu begitu ikhlas saat memberi, hingga ada yang mencium tangan fakir miskin ketika bersedekah, karena merasa sedang berinteraksi dengan Allah.

nobar sahid tour 'Panggil Aku Ayah'

Balasan Allah: Lebih dari Sekadar Persentase

Dalam tausiah tersebut, Ustadz Ali Nurdin juga menekankan bagaimana Allah memberikan balasan berlipat ganda bagi orang yang berbagi. Jika bank menawarkan bunga 3–4% per tahun, Allah menjanjikan 10 kali lipat, artinya 1000% pahala dari setiap kebaikan yang dilakukan.

Yang lebih istimewa, janji Allah tidak pernah disertai kata “insyaAllah”, melainkan pasti terjadi. Sebuah kepastian yang membuat orang beriman semakin yakin bahwa berbagi tidak akan pernah merugikan, justru membuka pintu rezeki dan kebahagiaan.

Berbagi Membawa Kebahagiaan dan Keberuntungan

Poin lain yang disampaikan adalah bahwa berbagi merupakan jalan tercepat menuju kebahagiaan. Orang yang hidupnya penuh keluh kesah dan kesempitan hati bisa jadi disebabkan sifat pelit yang melekat dalam dirinya.

Menurut Ustadz Ali Nurdin, orang pelit memiliki aura negatif yang membuat hidupnya terasa suram. Sebaliknya, orang yang dermawan akan lebih mudah bahagia dan mendapatkan keberuntungan. Bahkan doa yang sering dipanjatkan Nabi adalah agar dijauhkan dari sifat bakhil, karena bakhil termasuk sifat yang merusak.

Selain itu, orang yang gemar berbagi akan lebih dekat dengan husnul khatimah dan surga Allah SWT. Sebaliknya, orang yang meninggal dalam keadaan pelit akan sangat menyesal, sebagaimana disebutkan dalam surah Al-Munafiqun ayat 10, ketika mereka berharap bisa kembali ke dunia hanya untuk bersedekah.

Program Jumat Berkah Sahid Tour

Selain tausiah, acara juga menampilkan video program rutin Jumat Berbagi atau Jumat Berkah yang dijalankan di seluruh cabang Sahid Tour. Program ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial yang didukung penuh oleh alumni dan calon jamaah haji-umrah Sahid Tour, serta sinergi dengan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Dengan program ini, Sahid Tour tidak hanya menjadi penyedia layanan perjalanan ibadah, tetapi juga menjadi wadah kebaikan yang menyebarkan semangat berbagi di tengah masyarakat.

Puncak Acara: Nonton Bareng Film ‘Panggil Aku Ayah’

Setelah sesi tausiah dan program berbagi, acara berlanjut dengan kegiatan yang paling ditunggu-tunggu, yaitu nonton bareng film islami berjudul “Panggil Aku Ayah”.

Momen ini menjadi sarana untuk melepas penat, menyegarkan pikiran, sekaligus memperkuat kebersamaan antara alumni, calon jamaah, nasabah BSI, dan seluruh tamu undangan.

Acara ini menjadi bukti bahwa perjalanan haji dan umrah bukan sekadar ritual ibadah, melainkan juga kesempatan untuk membangun kebersamaan dan menebar kebaikan. Semangat berbagi yang digelorakan Sahid Tour sejalan dengan nilai-nilai Al-Qur’an, yakni menjadikan sedekah sebagai jalan menuju keberkahan, kebahagiaan, dan ridha Allah SWT.[]

 

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain