Daftar Isi
Megapolitan.id – Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) terus memperkuat perannya dalam mendorong pemberdayaan masyarakat pesisir melalui inovasi teknologi dan penguatan kapasitas pelaku usaha. Lewat Program Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), UMRAH meluncurkan program bertajuk “SEA-PRENEUR: Penguatan Ekonomi Pesisir Kepri Berbasis Marine-Sociotechnopreneur melalui Inovasi Teknologi Solar Dryer dan Digital Marketing pada UMKM Kerupuk Sotong.”
Program tersebut dilaksanakan bersama mitra UMKM Super Delya di Kelurahan Senggarang pada Senin, 13 Juli 2026.
UMKM Super Delya dipilih sebagai mitra karena dinilai memiliki potensi besar dalam mengolah hasil laut lokal menjadi produk bernilai ekonomi. Namun, pelaku usaha masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada proses pengeringan yang masih bergantung pada cuaca. Kondisi tersebut berpengaruh terhadap kestabilan produksi maupun kualitas kerupuk sotong yang dihasilkan.
Selain itu, keterbatasan strategi pemasaran membuat produk lokal tersebut belum mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
Hadirkan Teknologi Solar Dryer untuk Tingkatkan Produksi
Menjawab berbagai tantangan tersebut, tim PKM UMRAH menghadirkan solusi melalui penerapan teknologi Solar Dryer, yakni alat pengering berbasis energi surya yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi proses produksi.
Program ini dipimpin oleh Aditia Ayu Rahma Nabila, S.T., M.T. bersama anggota tim Basyaruddin Ismail Harahap, M.T., Ahmad Rusdi, M.T., serta melibatkan lima mahasiswa.
Melalui pendampingan penggunaan Solar Dryer, pelaku UMKM dibantu agar proses pengeringan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada kondisi cuaca. Teknologi ini juga diharapkan mampu menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan kapasitas produksi secara lebih konsisten.
Perkuat Pemasaran Digital hingga Terapkan QRIS
Tidak hanya berfokus pada peningkatan proses produksi, program SEA-PRENEUR juga membekali pelaku usaha dengan kemampuan pemasaran digital.
Berbagai pelatihan diberikan, mulai dari pengelolaan media sosial, pembuatan konten promosi, hingga strategi digital marketing untuk memperluas jangkauan pasar.
Selain itu, UMKM Super Delya juga didorong mengadopsi sistem pembayaran digital melalui QRIS guna mempermudah transaksi, meningkatkan transparansi keuangan, serta mendukung kesiapan usaha menghadapi transformasi ekonomi digital.
Dorong UMKM Pesisir Lebih Adaptif dan Kompetitif
Program pengabdian masyarakat ini memperoleh dukungan pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Ketua tim PKM menegaskan bahwa penguatan UMKM pesisir memerlukan pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya melalui teknologi, tetapi juga peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan digitalisasi usaha.
“Pendekatan marine-sociotechnopreneur melalui Integrasi teknologi, peningkatan kapasitas pelaku usaha, serta digitalisasi menjadi faktor penting dalam mendorong UMKM pesisir menjadi lebih produktif, adaptif, dan berdaya saing,” ujarnya.
Melalui program ini, UMKM Super Delya diharapkan mampu meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas kerupuk sotong, serta memperluas pemasaran sebagai salah satu produk unggulan berbasis hasil laut Kepulauan Riau.
Wujud Nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi
Kolaborasi antara UMRAH dan pelaku UMKM menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat ekonomi lokal melalui pemanfaatan inovasi teknologi yang berkelanjutan.
Program SEA-PRENEUR sekaligus mencerminkan komitmen Universitas Maritim Raja Ali Haji dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah kepulauan.
Dengan sinergi antara akademisi, mahasiswa, dan pelaku usaha, UMRAH berharap lahir lebih banyak UMKM pesisir yang mampu berkembang secara mandiri, inovatif, dan kompetitif di era ekonomi digital.