Daftar Isi
Megapolitan.id – Dunia medis Vietnam mencatat pencapaian penting di bidang kardiologi. Pada 8 Juni, Institut Kardiovaskular Rumah Sakit Bach Mai mengumumkan keberhasilannya menerapkan teknik Ablasi Medan Berdenyut (Pulsed Field Ablation/PFA) untuk mengobati fibrilasi atrium, sebuah teknologi yang saat ini dikenal sebagai metode pengobatan fibrilasi atrium paling mutakhir di dunia.
Keberhasilan ini menjadi tonggak baru dalam pengembangan layanan kesehatan jantung di Vietnam sekaligus membuka akses yang lebih luas bagi pasien untuk mendapatkan terapi berstandar internasional tanpa harus berobat ke luar negeri.
Fibrilasi Atrium, Gangguan yang Bisa Berujung Stroke
Profesor Madya, Dr. Tran Song Giang, Wakil Direktur Institut Kardiovaskular Rumah Sakit Bach Mai, menjelaskan bahwa pada kondisi normal, jantung berdetak secara teratur berkat sistem konduksi listrik yang bekerja secara sinkron.
Namun pada penderita fibrilasi atrium, sinyal listrik di serambi jantung menjadi tidak teratur sehingga menyebabkan denyut jantung lebih cepat dan kacau. Kondisi ini membuat kemampuan jantung memompa darah menurun secara signifikan.
Bahaya terbesar dari fibrilasi atrium adalah terbentuknya gumpalan darah akibat aliran darah yang melambat di atrium. Jika gumpalan tersebut berpindah ke otak, maka dapat menyebabkan stroke. Sementara jika menyumbat arteri koroner, risiko serangan jantung atau infark miokardium dapat meningkat.
“Fibrilasi atrium adalah salah satu penyebab utama stroke. Banyak kasus tidak terdeteksi sampai terjadi komplikasi serius,” kata Profesor Madya, Dr. Tran Song Giang.
PFA, Teknologi yang Lebih Aman dan Presisi
Selama bertahun-tahun, penanganan fibrilasi atrium umumnya dilakukan menggunakan energi panas melalui gelombang frekuensi radio (RF) atau krioterapi (Cryoballoon). Metode tersebut terbukti efektif, tetapi tetap memiliki risiko karena panas yang dihasilkan dapat memengaruhi organ lain di sekitar jantung, seperti kerongkongan, saraf frenikus, maupun pembuluh darah besar.
Teknologi PFA hadir dengan pendekatan yang berbeda. Alih-alih menggunakan panas, metode ini memanfaatkan pulsa medan listrik berintensitas tinggi dalam waktu yang sangat singkat untuk menargetkan sel otot jantung penyebab gangguan irama.
Keunggulan utamanya adalah kemampuan bekerja secara selektif pada jaringan miokard tanpa merusak jaringan di sekitarnya. Kerongkongan, saraf, dan pembuluh darah yang berada dekat dengan area tindakan hampir tidak terpengaruh.
Waktu Tindakan Lebih Singkat, Pasien Lebih Nyaman
Menurut para ahli, PFA menawarkan sejumlah keunggulan dibandingkan metode konvensional.
Teknik ini memiliki tingkat akurasi yang tinggi, mampu mengisolasi vena pulmonalis hanya dalam hitungan detik setelah pulsa diberikan, serta secara signifikan mengurangi durasi prosedur dan paparan sinar-X.
Selain itu, pasien tidak merasakan nyeri selama tindakan berlangsung. Setelah prosedur selesai, pasien hanya memerlukan pemantauan dalam waktu singkat dan umumnya dapat dipulangkan sekitar 24 jam kemudian.
Cocok untuk Berbagai Kelompok Pasien
Berdasarkan rekomendasi kardiovaskular internasional terbaru, PFA sangat direkomendasikan bagi pasien dengan fibrilasi atrium paroksismal maupun persisten.
Metode ini juga menjadi pilihan bagi pasien yang tidak merespons pengobatan antiaritmia atau mengalami efek samping dari terapi obat. Selain itu, pasien usia muda yang terdiagnosis pada tahap awal sebelum terjadi perubahan struktur jantung secara signifikan juga dinilai sangat cocok menjalani terapi ini.
Membuka Akses Pengobatan Modern di Dalam Negeri
Keberhasilan penerapan PFA menjadi langkah besar bagi perkembangan ilmu kardiologi di Vietnam. Teknologi yang sebelumnya hanya tersedia di sejumlah pusat kesehatan maju dunia kini dapat diakses oleh masyarakat Vietnam dengan biaya yang lebih terjangkau.
Menurut Profesor Madya, Dr. Tran Song Giang, pencapaian ini bukan hanya menunjukkan kemajuan spesialisasi kardiologi Vietnam, tetapi juga memberikan harapan baru bagi pasien fibrilasi atrium untuk memperoleh pengobatan modern tanpa harus meninggalkan negaranya.
Dengan hadirnya teknologi PFA, penanganan gangguan irama jantung kini memasuki era baru yang lebih aman, presisi, dan nyaman bagi pasien, sekaligus menjadi senjata penting dalam menekan risiko stroke yang selama ini menjadi ancaman utama penderita fibrilasi atrium.