Daftar Isi
Megapolitan.id – Perkembangan teknologi digital dan media sosial dinilai membuka peluang besar bagi pelestarian budaya daerah. Karena itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak generasi muda untuk memanfaatkan berbagai platform digital sebagai sarana memperkenalkan kekayaan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas.
Ajakan tersebut disampaikan Krisantus saat menghadiri perayaan Gawia Sowa di Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Rabu. Menurutnya, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui pewarisan tradisi dari generasi ke generasi, tetapi juga perlu didukung dengan strategi promosi yang mengikuti perkembangan zaman.
“Saya mengajak generasi muda untuk memanfaatkan teknologi dan media sosial sebagai sarana memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat yang lebih luas,” katanya.
Gawia Sowa Jadi Simbol Pelestarian Warisan Leluhur
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menegaskan bahwa budaya Dayak Bidayuh merupakan warisan leluhur yang memiliki nilai sejarah, identitas, serta kearifan lokal yang harus terus dijaga keberlangsungannya.
Salah satu bentuk pelestarian budaya itu tercermin dalam tradisi Gawia Sowa yang hingga kini masih terus dilaksanakan masyarakat. Tradisi tersebut tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga mengandung nilai-nilai penting seperti kebersamaan, gotong royong, persatuan, serta ungkapan rasa syukur atas berbagai berkah yang diterima masyarakat.
Menurutnya, keberlangsungan tradisi semacam ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap hidup dan memiliki tempat di tengah perubahan zaman.
Generasi Muda Jadi Kunci Promosi Budaya
Krisantus menilai generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi budaya daerah. Dengan kreativitas dan kemampuan memanfaatkan teknologi, anak muda dapat memperkenalkan budaya lokal melalui berbagai konten digital yang menarik dan mudah diakses masyarakat.
Selain memperluas jangkauan promosi budaya, pemanfaatan teknologi juga berpotensi mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Dengan demikian, pelestarian budaya tidak hanya berdampak pada aspek sosial dan identitas daerah, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa keberagaman budaya yang dimiliki Kalimantan Barat merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dikembangkan sebagai modal penting dalam pembangunan daerah.
Bangun Daerah Maju Tanpa Meninggalkan Akar Budaya
Melalui perayaan Gawia Sowa ke-186, Krisantus berharap tumbuh rasa bangga di kalangan generasi muda terhadap identitas budaya daerah. Ia juga mendorong lahirnya berbagai inovasi dalam memperkenalkan budaya Dayak Bidayuh ke tingkat nasional maupun internasional.
Menurutnya, kemajuan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai budaya yang telah diwariskan para leluhur.
“Kita harus menjaga kerukunan, melestarikan budaya, dan bersama-sama membangun daerah perbatasan yang maju, berdaya saing, serta tetap berakar kuat pada nilai-nilai adat dan budaya,” katanya.
Dengan dukungan teknologi dan partisipasi generasi muda, budaya lokal diharapkan tidak hanya bertahan, tetapi juga semakin dikenal luas sebagai bagian dari kekayaan Indonesia yang patut dibanggakan.