Megapolitan.ID | Jakarta–Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menegaskan pentingnya transformasi sektor jasa kebersihan (cleaning service) sebagai pilar strategis dalam pembangunan ekosistem ketenagakerjaan nasional. Sektor ini tidak hanya berkontribusi besar dalam penyerapan tenaga kerja, tetapi juga berperan signifikan dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing melalui terciptanya lingkungan kerja yang sehat dan berkualitas.
Menurutnya, transformasi sektor jasa kebersihan harus didorong melalui pemanfaatan inovasi teknologi, pengembangan model bisnis yang adaptif, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Langkah ini selaras dengan visi besar Indonesia Emas 2045 dan diperkuat oleh Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
Lebih lanjut, Afriansyah Noor menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus mengintensifkan program pelatihan kerja dan sertifikasi kompetensi. Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna memastikan pekerja cleaning service diakui sebagai tenaga kerja terampil dengan standar profesional yang kompetitif.
“Marilah kita ubah stigma tukang bersih-bersih menjadi spesialis sanitasi dan higenis, karena lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan aman adalah prasyarat utama bagi produktivitas dan daya saing nasional, ” ujar Afriansyah saat memberikan sambutan pada acara Pelantikan Dewan Pengurus Nasional (DPN) Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO) periode 2025-2030 sekaligus Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I di Jakarta, Kamis (18/12/2025).
Kemnaker terus berkomitmen memperkuat kebijakan pro-pekerja, melalui digitalisasi layanan penempatan dan pengawasan ketat terhadap agen penempatan. Karena itu, Apklindo sebagai mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan produktivitas dan membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan melalui penerapan metode kerja cerdas, kepatuhan regulasi, dan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan serta Kesehatan.
“Sinergi ini akan menghasilkan langkah konkret untuk formalisasi sektor, peningkatan kualitas layanan, dan hubungan industrial yang harmonis menuju dunia kerja produktif dan berkeadilan,” tambah Wamenaker.
Sejalan dengan Wamenaker, Ketua Umum Apklindo periode 2025-2030, Kus Junianto menegaskan komitmennya untuk menjadikan asosiasi ini garda terdepan standardisasi kompetensi profesi klining servis.
“Bersama Kemnaker, melalui pelatihan, sertifikasi, dan uji kompetensi. Kita ingin mencetak tenaga kerja klining servis yang profesional, bermartabat, dan berdaya saing global untuk wujudkan Indonesia Emas 2045, ” tegasnya.[]