Home Urban Update9 TOD Blok M ke Kota Tua akan Mudahkan Pengguna MRT

9 TOD Blok M ke Kota Tua akan Mudahkan Pengguna MRT

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Jakarta–PT MRT Jakarta (Perseroda) akan memaksimalkan layanan di area transit oriented development (TOD) di berbagai titik. TOD adalah kawasan terpadu yang menghubungkan transportasi umum dengan beragam fungsi ruang kota, dari pusat perbelanjaan hingga ruang terbuka publik.

Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad H. Mahfud, mengatakan sudah ada sembilan proyek TOD yang rampung dan mulai memberi dampak positif.

“Our TOD is working, our system is working. Karena dulunya gak ada yang mau. Satu COVID-19, kedua, tidak ada yang mau mengambil uang dari kantong sendiri, kecuali itu sudah dibuktikan berhasil,” katanya.

Salah satu proyek andalan adalah Blok M Hub yang mengintegrasikan transportasi dengan kawasan kreatif dan hijau.
“Yang paling terbaru adalah Blok M Hub, bagaimana kita menghidupkan kawasan yang benar-benar mati, aset yang benar-benar mati, mencoba kita hidupkan kembali dengan berbagai upaya inovasi,” tutur Farchad.

MRT Jakarta memberi identitas khas pada setiap TOD, seperti Blok M yang menjadi Green Creative Hub, pusat kreatif yang ramah lingkungan dan jadi magnet komunitas muda.

Menurut pengamat transportasi MTI, Revy Petragradia, prinsip TOD mencakup delapan hal yakni walkable, akses pesepeda, keterhubungan (connect), transit, mixed land use, kepadatan, kompak, dan pergeseran moda transportasi (shifting). Stasiun MRT sebagai simpul transportasi memiliki potensi memicu pertumbuhan ekonomi dalam radius 800 meter.

“Kalau kita lihat stasiun-stasiun MRT merupakan simpul transportasi di mana menjadi tempat perpindahan, pergerakan, keterjangkauan kawasan dan pengembangan kawasan. Hal ini berpotensi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sekitar kawasan stasiun yang menurut aturan atau regulasi dalam radius 800m,” kata Revy dilansir kumparan.

Menurutnya, integrasi antar moda, tak hanya membuat perjalanan lebih nyaman, tapi juga menekan biaya transportasi dan mengurangi kemacetan. Nilai ekonomi lahan di sekitar TOD meningkat, yang bisa dimanfaatkan melalui konsep Land Value Capture untuk membangun fasilitas publik tanpa membebani APBD.

Ia mencontohkan, jalur MRT Kowloon di Hong Kong berhasil dibiayai lewat pengelolaan lahan TOD di sekitarnya.
“Jadi dengan diberikan konsesi ke badan usaha, pengembangannya menggunakan capping value dari penjualan atau sewa lahan sekitar TOD stasiun tersebut,” ungkapnya.

Adapun sembilan proyek TOD MRT Jakarta antara lain:

1. Setiabudi TOD – Prestigious Commercial Anchor of Jakarta
2. Istora-Senayan TOD – Jakarta’s Enlightenment Landmark
3. Blok M-Sisingamaraja TOD – Green Creative Hub
Informasi penting disajikan secara kronologis
4. Fatmawati TOD – Dynamic Vertical Space
5. Lebak Bulus TOD – Beacon Gate of Jakarta
6. Kotatua TOD – Northern Jewel of Jakarta
7. Bundaran HI TOD – Monumental Axis of Jakarta
8. Dukuh Atas TOD – Motion Collaboration
9. Bendungan Hilir TOD – Regeneration Transition Node

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain