Home Urban UpdateKasus LGBT Tinggi di Bekasi, Dewan PKS Dorong Pengajian Sebagai Ketahanan di 12 Kecamatan

Kasus LGBT Tinggi di Bekasi, Dewan PKS Dorong Pengajian Sebagai Ketahanan di 12 Kecamatan

by Ikon logo megapolitanM Hamz
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Anggota legislatif DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa menyoroti meningkatnya kasus LGBT di Kota Bekasi yang disebut telah mencapai sekitar 6.000 orang.

Kondisi tersebut dinilai menjadi perhatian serius karena dianggap berkaitan dengan meningkatnya kasus HIV akibat perilaku seksual berisiko.

Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat peran keluarga dalam mencegah penyebaran perilaku yang dinilai menyimpang.

“Ini bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Kita harus bersama-sama meningkatkan kewaspadaan karena dampaknya bukan hanya terhadap individu, tetapi juga keluarga dan masyarakat. Pencegahan harus dimulai dari lingkungan yang paling dekat, yaitu keluarga,” kata Nisa yang juga sebagai Pemerhati Perempuan, Sabtu (11/7/2026).

Menurut Dewan dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, keluarga merupakan benteng pertama dalam membangun karakter, moral, dan kepribadian anak.

Ia menilai, komunikasi yang baik antara orang tua dan anak, disertai pengawasan yang konsisten, menjadi faktor penting untuk mencegah masuknya pengaruh negatif yang dapat mengubah pola pikir maupun perilaku generasi muda.

“Pondasi keluarga harus benar-benar kuat. Orang tua harus hadir sebagai pendidik pertama bagi anak-anaknya, memberikan kasih sayang, perhatian, sekaligus pemahaman mengenai nilai-nilai kehidupan yang benar,” ungkapnya.

Selain penguatan keluarga, Chairunnisa menilai bahwa pendidikan agama memiliki peran strategis dalam membentuk keimanan dan akhlak masyarakat.

Ia mendorong agar kegiatan keagamaan, seperti kajian rutin dan pembinaan spiritual, terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

“Agama harus menjadi ujung tombak dalam membangun moral masyarakat. Kajian rutin, pembinaan keagamaan, dan pendidikan akhlak perlu diperbanyak agar keimanan semakin kuat. Dengan begitu, setiap orang akan selalu mengingat bahwa Allah SWT senantiasa melihat dan mengawasi setiap perbuatan manusia,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Nisa juga menyatakan dukungannya terhadap kebijakan pemerintah pusat yang memandang keberadaan gerakan LGBTQ sebagai ancaman yang perlu mendapat perhatian dalam perspektif ketahanan sosial dan nasional.

Ia berharap seluruh elemen pemerintah dapat mengambil langkah preventif melalui edukasi, pembinaan, dan penguatan regulasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Saya mendukung kebijakan pemerintah pusat yang memberikan perhatian serius terhadap persoalan LGBTQ. Negara harus hadir untuk melindungi masyarakat melalui langkah-langkah yang mengedepankan pencegahan, pembinaan, serta perlindungan terhadap generasi muda,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mendorong Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD Kota Bekasi agar segera membahas dan menerbitkan Peraturan Daerah (Perda) mengenai pelarangan praktik LGBT sesuai kewenangan daerah dan ketentuan hukum yang berlaku.

Menurutnya, regulasi tersebut diperlukan sebagai landasan dalam memperkuat upaya edukasi, pembinaan masyarakat, serta menjaga ketahanan sosial di Kota Bekasi.

“Kami berharap Pemerintah Kota Bekasi bersama DPRD segera menyusun dan membahas perda yang dapat menjadi dasar penguatan perlindungan masyarakat. Regulasi harus mampu memberikan kepastian arah kebijakan sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga ketahanan keluarga dan moral generasi penerus,” pungkas Chairunnisa. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain