Daftar Isi
Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan menegaskan bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan tidak dapat diwujudkan hanya melalui peran pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor yang melibatkan masyarakat, lembaga adat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh elemen desa agar pembangunan berjalan secara inklusif dan mampu memberikan manfaat bagi semua lapisan masyarakat.
Menurut Veronica, penguatan pemberdayaan perempuan serta perlindungan anak harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan desa. Dengan melibatkan perempuan dalam berbagai proses pembangunan dan pengambilan keputusan, desa akan memiliki fondasi yang lebih kuat dalam menciptakan kesejahteraan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pernyataan tersebut disampaikan Veronica Tan dalam keterangan pers tertulis pada Sabtu (11/7/2026). Ia menilai sinergi berbagai pihak menjadi kunci utama dalam menciptakan pembangunan desa yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak.
Pembangunan Desa Memerlukan Sinergi Semua Pihak
Veronica menekankan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Setiap unsur masyarakat memiliki peran penting sesuai kapasitas masing-masing untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan.
Pemerintah, lembaga adat, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, hingga warga desa harus mampu bekerja sama dalam menyusun solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat.
“Pembangunan desa membutuhkan sinergi seluruh pihak, bukan pemerintah semata. Kami ingin mendengar kebutuhan masyarakat agar diselesaikan bersama,” kata Veronica Tan.
Menurutnya, pendekatan partisipatif menjadi langkah penting agar setiap kebijakan yang diterapkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Melalui komunikasi yang terbuka, pemerintah dapat memahami berbagai persoalan yang dihadapi warga sekaligus merancang program yang lebih tepat sasaran.
Transformasi Pendekatan Pemberdayaan Perempuan
Veronica menjelaskan bahwa Kementerian PPPA saat ini tengah melakukan transformasi dalam pendekatan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
Jika sebelumnya penanganan lebih banyak berfokus pada respons terhadap kasus yang telah terjadi, kini pemerintah lebih mengedepankan langkah pencegahan melalui penguatan keluarga dan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Strategi tersebut dilakukan dengan memperkuat ekonomi keluarga, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas akses pendidikan, hingga mendorong pemberdayaan perempuan sampai ke tingkat desa.
Pendekatan ini diyakini mampu mengurangi berbagai faktor yang berpotensi memicu terjadinya kekerasan terhadap perempuan maupun anak.
Selain itu, keluarga yang memiliki ketahanan ekonomi dinilai lebih siap menghadapi berbagai tantangan sosial sehingga mampu menciptakan lingkungan yang aman dan sehat bagi tumbuh kembang anak.
Ruang Bersama Indonesia Perkuat Ketahanan Keluarga
Salah satu program yang menjadi perhatian Kementerian PPPA adalah hadirnya Ruang Bersama Indonesia (RBI).
Program ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, organisasi lokal, dan berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat pemberdayaan perempuan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Melalui RBI, berbagai program pemberdayaan dapat dijalankan secara terpadu sesuai potensi yang dimiliki masing-masing daerah.
Salah satu inisiatif yang dikembangkan adalah Program Kebun Pangan Lokal Perempuan, yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat.
Program tersebut mendorong perempuan agar mampu mengelola sumber daya lokal menjadi kegiatan produktif yang bernilai ekonomi.
Perempuan Berperan Penting dalam Kesejahteraan Keluarga
Veronica menegaskan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun keluarga yang sehat, mandiri, dan berkualitas.
Karena itu, perempuan perlu memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses berbagai sumber daya, termasuk lahan produktif yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Perempuan memiliki peran penting dalam membangun keluarga yang sehat dan berkualitas. Karena itu, perempuan perlu memperoleh akses yang setara terhadap sumber daya, termasuk lahan produktif, agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga,” ucapnya.
Menurut Veronica, ketika perempuan memperoleh akses terhadap pendidikan, pelatihan, modal usaha, maupun sumber daya ekonomi lainnya, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh individu, tetapi juga seluruh anggota keluarga.
Peningkatan kesejahteraan perempuan diyakini akan berkontribusi terhadap kualitas pendidikan anak, kesehatan keluarga, hingga penguatan ekonomi desa.
Dorong Keterlibatan Perempuan dalam Musrenbang Desa
Selain memperkuat aspek ekonomi, Veronica juga mendorong agar perempuan lebih aktif terlibat dalam proses pengambilan keputusan di tingkat desa.
Salah satunya melalui partisipasi dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang menjadi forum penyusunan berbagai program pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan perempuan akan menghasilkan kebijakan yang lebih inklusif karena mempertimbangkan kebutuhan seluruh kelompok masyarakat.
Pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga terciptanya lingkungan yang aman bagi perempuan dan anak.
“Kolaborasi yang telah terbangun antara masyarakat adat, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan. Hal tersebut menjadi contoh baik pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, serta berpihak pada perempuan dan anak,” ucap Veronica.
Peran Masyarakat Adat dalam Pembangunan Berkelanjutan
Dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Gubernur Sulawesi Tengah Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Ihsan Basir, menyoroti pentingnya menjaga nilai-nilai masyarakat adat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan.
Menurutnya, masyarakat adat telah lama menerapkan prinsip pelestarian lingkungan yang diwariskan secara turun-temurun. Nilai tersebut menjadi modal penting dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjut Ihsan, berkomitmen memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah tanpa mengabaikan nilai budaya yang telah hidup di tengah masyarakat.
“Pelestarian lingkungan menjadi bagian hidup masyarakat adat yang diwariskan turun-temurun. Perempuan didorong berpartisipasi dalam pembangunan dengan menjunjung nilai budaya,” kata Ihsan.
Membangun Desa yang Inklusif dan Berkelanjutan
Kolaborasi lintas sektor yang terus didorong Kementerian PPPA menjadi bagian dari upaya menciptakan desa yang lebih tangguh menghadapi berbagai tantangan sosial, ekonomi, maupun lingkungan.
Dengan memperkuat peran perempuan, meningkatkan ketahanan keluarga, melibatkan masyarakat adat, serta membuka ruang kolaborasi yang lebih luas, pembangunan desa diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Melalui sinergi pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat, akademisi, serta warga desa, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup, perlindungan perempuan dan anak, serta pelestarian lingkungan. Pendekatan inilah yang diharapkan menjadi fondasi menuju desa-desa Indonesia yang lebih inklusif, mandiri, dan sejahtera.