Home BeritaFUDA UIN Banten Sambut Ratusan Siswa SMAN 6 Tangerang, Kenalkan Kampus Islami Modern

FUDA UIN Banten Sambut Ratusan Siswa SMAN 6 Tangerang, Kenalkan Kampus Islami Modern

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id |-Fakultas Ushuluddin dan Adab (FUDA) Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten kembali menunjukkan komitmennya dalam memperluas wawasan pendidikan generasi muda melalui kegiatan kunjungan edukatif. Kali ini, FUDA menerima kunjungan sebanyak 475 siswa dan 24 guru dari SMAN 6 Kabupaten Tangerang yang berlangsung di auditorium kampus. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari sosialisasi pendidikan tinggi sekaligus ajang pengenalan lebih dekat terhadap dunia akademik berbasis keislaman yang modern dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Kunjungan ini tidak hanya sekadar memperkenalkan lingkungan kampus kepada para siswa, tetapi juga menjadi sarana untuk menunjukkan posisi strategis FUDA sebagai pusat kajian keislaman, humaniora, dan sosial yang relevan dengan kebutuhan era digital. Di tengah perkembangan teknologi dan arus informasi yang semakin cepat, keberadaan fakultas berbasis kajian keislaman dinilai tetap memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan nilai dan moral di masyarakat.

Mewakili pihak rektorat, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Dedi Sunardi, menyampaikan sambutan hangat kepada seluruh peserta kunjungan. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kampus terbuka bagi generasi muda yang ingin menggabungkan ilmu pengetahuan modern dengan nilai-nilai keislaman.

“Kami berharap kunjungan ini menjadi langkah awal bagi para siswa untuk merajut masa depan gemilang bersama kampus ini,” ujarnya, Rabu (6/5).

Pernyataan tersebut menggambarkan bahwa perguruan tinggi saat ini tidak hanya menjadi tempat menuntut ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan pengembangan potensi diri. UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten ingin menghadirkan lingkungan akademik yang mampu mencetak generasi unggul secara intelektual sekaligus memiliki landasan spiritual yang kuat.

Secara khusus, Dekan FUDA, Masykur, menekankan bahwa fakultas yang dipimpinnya memiliki komitmen besar dalam melahirkan lulusan berkualitas. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya diarahkan untuk unggul secara akademik, tetapi juga didorong memiliki kedalaman spiritual dan kepekaan sosial.

“Di tengah arus digitalisasi dan disrupsi informasi saat ini, kajian humaniora, sosial, dan keislaman justru semakin relevan untuk menjawab tantangan zaman sekaligus menjaga tatanan nilai di masyarakat,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kajian keislaman tidak lagi dapat dipandang sebagai bidang yang sempit atau terbatas. Sebaliknya, disiplin ilmu ini justru memiliki peran penting dalam memberikan perspektif etis dan kemanusiaan di tengah perubahan sosial yang begitu cepat.

Dalam sesi inti sosialisasi, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan FUDA, Endang Saeful Anwar, memberikan pemaparan terkait program studi dan peluang pengembangan mahasiswa di lingkungan fakultas. Ia menegaskan bahwa stigma terhadap kajian Ushuluddin dan Adab sebagai bidang dengan prospek terbatas perlu dihilangkan.

“Mahasiswa di FUDA didorong untuk berpikir kritis, analitis, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Mereka juga aktif dalam riset, publikasi akademik, hingga pengabdian masyarakat,” jelas Endang dalam pemaparannya.

Penjelasan tersebut memberikan gambaran bahwa mahasiswa FUDA tidak hanya belajar teori keislaman, tetapi juga dibekali kemampuan berpikir kritis dan keterampilan akademik yang relevan dengan kebutuhan dunia modern. Hal ini penting untuk mempersiapkan lulusan agar mampu bersaing di berbagai bidang pekerjaan maupun melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi.

Endang juga memaparkan bahwa FUDA memiliki enam program studi unggulan dengan akreditasi unggul dan baik sekali. Program studi tersebut meliputi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT), Sejarah Peradaban Islam (SPI), Aqidah dan Filsafat Islam (AFI), Ilmu Hadis (IH), Bahasa dan Sastra Arab (BSA), serta Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam.

Keberagaman program studi tersebut menunjukkan luasnya cakupan kajian yang dimiliki FUDA. Mahasiswa tidak hanya mempelajari aspek keagamaan, tetapi juga sejarah, budaya, literasi, hingga pengelolaan informasi berbasis teknologi.

Tidak berhenti di tingkat nasional, FUDA juga membuka peluang jejaring internasional bagi para mahasiswa. Fakultas ini telah menjalin kerja sama dengan berbagai institusi pendidikan di sejumlah negara seperti China, Uzbekistan, Mesir, dan Turki.

Melalui kerja sama tersebut, mahasiswa memiliki kesempatan untuk memperluas pengalaman akademik dan budaya melalui program pertukaran pelajar, seminar internasional, maupun penelitian kolaboratif. Kehadiran fasilitas seperti Iran Corner dan Said Nursi Corner juga menjadi bentuk dukungan terhadap pengembangan literasi global di lingkungan kampus.

Fasilitas tersebut memungkinkan mahasiswa untuk mengakses berbagai referensi internasional sekaligus memperkaya wawasan mengenai budaya dan pemikiran dunia Islam dari berbagai negara. Hal ini menjadi nilai tambah tersendiri bagi mahasiswa yang ingin memperluas perspektif akademik mereka.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMAN 6 Kabupaten Tangerang, Santani, menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat dari pihak kampus. Menurutnya, kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam mengenal dunia pendidikan tinggi secara lebih dekat.

“Kami berharap para siswa semakin termotivasi untuk melanjutkan pendidikan dan lebih mantap dalam menentukan pilihan studi ke depan,” ungkapnya.

Kegiatan kunjungan edukatif seperti ini dinilai sangat penting dalam membantu siswa menentukan arah masa depan mereka. Dengan melihat langsung suasana kampus dan mendapatkan penjelasan mengenai program studi, siswa dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai pilihan pendidikan yang sesuai dengan minat dan potensi mereka.

Melalui kegiatan ini, FUDA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten tidak hanya memperkenalkan kampus sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai ruang pengembangan diri yang mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan kepedulian sosial. Di tengah tantangan zaman yang terus berkembang, pendekatan pendidikan seperti ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga bijaksana dalam menghadapi perubahan dunia.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain