Home BeritaGus Ipul Tegaskan Penerima Bansos untuk Judol Akan Dicoret Permanen
dok. rri.co.id

Gus Ipul Tegaskan Penerima Bansos untuk Judol Akan Dicoret Permanen

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Pemerintah terus memperketat pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Salah satu fokus utama saat ini adalah mencegah penggunaan bantuan sosial untuk aktivitas judi online yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi perhatian serius pemerintah.

Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyebut penyalahgunaan bantuan sosial untuk judi online atau judol mengalami penurunan drastis pada triwulan kedua tahun 2026.

Penurunan tersebut terlihat dari jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang dicoret dari daftar penerima bantuan sosial karena terindikasi menggunakan dana bansos untuk aktivitas perjudian online.

Berdasarkan data Kementerian Sosial atau Kemensos, sebanyak 75 keluarga penerima manfaat dicoret pada triwulan kedua 2026. Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan triwulan pertama yang mencapai lebih dari 11 ribu keluarga penerima manfaat.

“Untuk tahun 2026 ada 11 ribu lebih KPM yang kami coret di triwulan pertama. Di triwulan kedua ada 75 KPM,” kata Saifullah Yusuf di Jakarta, Selasa 12 Mei 2026.

Penurunan signifikan ini dinilai menjadi indikasi bahwa langkah pengawasan pemerintah mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah berharap bantuan sosial benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan bukan untuk aktivitas yang merugikan.

Kerja Sama dengan PPATK Diperkuat

Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menjelaskan penurunan penyalahgunaan bansos tersebut terjadi setelah kerja sama antara Kemensos dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK diperkuat.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah melakukan pemadanan data penerima bantuan sosial dengan data transaksi judi online yang terdeteksi oleh PPATK.

Langkah ini memungkinkan pemerintah mengidentifikasi penerima bansos yang diduga menggunakan dana bantuan untuk aktivitas perjudian digital.

“Sehingga bantuan sosial bisa diberikan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Selanjutnya, dimanfaatkan dengan benar,” ucapnya.

Menurut Gus Ipul, langkah pemadanan data tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan bansos benar-benar sampai kepada masyarakat yang berhak dan digunakan sesuai tujuan.

Pemerintah menilai bantuan sosial seharusnya diprioritaskan untuk kebutuhan pokok seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Karena itu, penyalahgunaan bansos untuk judi online dianggap bertentangan dengan tujuan utama program perlindungan sosial pemerintah.

Data Penerima Bansos Terus Diperbarui

Kemensos juga memastikan proses pembaruan data penerima bantuan sosial terus dilakukan secara berkala bersama Badan Pusat Statistik atau BPS.

Pembaruan data tersebut bertujuan memastikan data penerima bansos tetap akurat dan sesuai dengan kondisi sosial ekonomi masyarakat terbaru.

Setelah dilakukan pembaruan, data penerima bantuan sosial akan kembali diserahkan kepada PPATK untuk dilakukan pemadanan lanjutan dengan data transaksi keuangan.

Dengan sistem tersebut, pemerintah berharap pengawasan terhadap penggunaan bansos dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya reformasi penyaluran bantuan sosial agar lebih transparan dan akuntabel.

Pencoretan Kini Bersifat Permanen

Dalam keterangannya, Gus Ipul menegaskan pemerintah kini tidak lagi memberikan toleransi bagi penerima bantuan sosial yang dengan sengaja menyalahgunakan bantuan untuk judi online.

Jika sebelumnya masih ada kesempatan evaluasi, kini pencoretan dilakukan secara permanen bagi penerima yang terbukti sengaja menyalahgunakan bansos.

“Kalau yang sengaja menyalahgunakan, itu langsung kita garis merah. Sekarang pemberhentiannya permanen,” katanya.

Kebijakan tersebut diambil sebagai bentuk ketegasan pemerintah dalam menjaga integritas program bantuan sosial.

Pemerintah menilai bansos merupakan hak masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Karena itu, penggunaan bantuan untuk aktivitas perjudian dianggap tidak dapat ditoleransi.

Selain itu, kebijakan tegas ini juga diharapkan dapat memberikan efek jera bagi penerima bansos lainnya agar tidak menyalahgunakan bantuan pemerintah.

Ada Kasus Penyalahgunaan oleh Pihak Lain

Meski demikian, Gus Ipul menjelaskan tidak seluruh kasus transaksi judi online berasal langsung dari penerima bantuan sosial. Pemerintah menemukan beberapa kasus di mana bantuan dimanfaatkan oleh pihak lain.

Ia mengatakan sebagian penerima bantuan sosial yang terindikasi judi online berasal dari kelompok desil satu dan dua dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

“Ada yang memang dimanfaatkan orang lain. Tapi kalau sengaja, tentu langsung dicoret,” ucap Gus Ipul.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah juga mempertimbangkan unsur penyalahgunaan oleh pihak lain sebelum mengambil keputusan pencoretan permanen.

Karena itu, proses verifikasi dan validasi tetap dilakukan secara hati-hati agar kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat yang memang membutuhkan bantuan.

Pengawasan Akan Terus Diperketat

Kemensos memastikan pengawasan terhadap penyaluran bantuan sosial akan terus diperkuat ke depan. Selain bekerja sama dengan PPATK dan BPS, pemerintah juga melibatkan pendamping sosial dan pemerintah daerah dalam proses pengawasan.

Pendamping sosial memiliki peran penting karena mereka berada langsung di lapangan dan berinteraksi dengan penerima bantuan sosial sehari-hari.

Melalui pengawasan yang lebih ketat, pemerintah berharap bansos dapat benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, pengawasan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberantas praktik judi online yang semakin marak di Indonesia.

Dalam beberapa tahun terakhir, judi online memang menjadi persoalan serius karena tidak hanya berdampak pada ekonomi keluarga, tetapi juga memicu berbagai masalah sosial lainnya.

Karena itu, langkah pemadanan data bansos dengan transaksi judi online dinilai sebagai bentuk inovasi pengawasan yang penting dalam menjaga efektivitas program perlindungan sosial pemerintah.

Dengan pengawasan yang semakin ketat dan sistem data yang terus diperbarui, pemerintah berharap bantuan sosial dapat tersalurkan lebih tepat sasaran dan benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain