Home BeritaRekam Warga Arab Saudi Tanpa Izin Bisa Berujung Penjara dan Denda Rp2 Miliar
dok. rri.co.id

Rekam Warga Arab Saudi Tanpa Izin Bisa Berujung Penjara dan Denda Rp2 Miliar

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Pemerintah kembali mengingatkan jemaah haji Indonesia untuk mematuhi aturan dan budaya yang berlaku di Arab Saudi selama menjalankan ibadah haji. Salah satu hal yang menjadi perhatian serius adalah larangan merekam atau mengambil gambar warga Arab Saudi tanpa izin.

Imbauan tersebut disampaikan karena pelanggaran privasi di Arab Saudi memiliki konsekuensi hukum yang cukup berat. Tidak hanya dikenakan denda besar, pelanggar juga dapat menghadapi ancaman hukuman penjara.

Kepala Daerah Kerja Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa aturan mengenai privasi di Arab Saudi sangat berbeda dibandingkan dengan kebiasaan masyarakat di Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan saat apel pagi Sektor Tiga Madinah sebagai bentuk edukasi kepada petugas maupun jemaah haji Indonesia.

“Tidak boleh merekam orang lain tanpa izin. Terutama yang berlainan jenis,” kata Khalilurrahman dalam siaran pers, Jumat, 15 Juni 2026.

Menurutnya, pemahaman mengenai aturan lokal sangat penting agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa tersangkut persoalan hukum.

Aturan Privasi di Arab Saudi Sangat Ketat

Arab Saudi dikenal memiliki aturan ketat terkait perlindungan privasi masyarakat. Pengambilan foto atau video seseorang tanpa izin, terutama terhadap perempuan, dianggap sebagai pelanggaran serius.

Di era media sosial saat ini, banyak orang terbiasa merekam aktivitas di tempat umum untuk dibagikan di berbagai platform digital. Namun kebiasaan tersebut tidak selalu dapat diterapkan di negara lain, termasuk Arab Saudi.

Karena itu, petugas haji terus mengingatkan jemaah agar lebih berhati-hati ketika menggunakan kamera ponsel selama berada di Tanah Suci.

Khalilurrahman mengatakan aparat keamanan di Madinah maupun Makkah tidak segan menindak pelanggaran privasi yang dilakukan oleh siapa pun, termasuk jemaah asing.

Menurutnya, seluruh petugas dan jemaah Indonesia wajib memahami serta menghormati ketentuan hukum yang berlaku di negara tujuan ibadah haji.

Jemaah Indonesia Sempat Diamankan Polisi

Peringatan tersebut bukan tanpa alasan. Koordinator Satgas Pelindungan KJRI Jeddah, Ahmad Masbukhin, mengungkapkan bahwa pernah ada jemaah Indonesia yang diamankan aparat kepolisian di Madinah karena kasus pelanggaran privasi.

Menurut Masbukhin, jemaah tersebut diketahui merekam seorang perempuan tanpa izin.

“Kasusnya tetap diteruskan ke Kejaksaan Umum untuk ditindaklanjuti. Proses hukum berjalan jika korban melaporkan pelanggaran privasi,”‘ujarnya.

Meski dalam pemeriksaan tidak ditemukan unsur niat jahat, proses hukum tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku di Arab Saudi.

Hal ini menunjukkan bahwa aparat setempat sangat serius dalam menangani kasus pelanggaran privasi.

Karena itu, jemaah Indonesia diminta tidak menganggap sepele aturan tersebut.

Terancam Penjara dan Denda Miliaran Rupiah

Masbukhin menjelaskan bahwa ketentuan mengenai pelanggaran privasi tercantum dalam Cybercrime Law Arab Saudi.

Dalam aturan tersebut, seseorang yang merekam atau menyebarkan gambar orang lain tanpa izin dapat dikenakan hukuman pidana.

“Nilai denda tersebut setara lebih dari dua miliar rupiah. Pemerintah meminta jemaah menghormati adat dan menjaga privasi warga Saudi,” ujarnya.

Selain denda hingga 500 ribu riyal Saudi, pelanggar juga terancam hukuman penjara maksimal satu tahun.

Nominal denda tersebut setara lebih dari Rp2 miliar jika dikonversikan ke mata uang Indonesia.

Besarnya ancaman hukuman tersebut menunjukkan betapa pentingnya penghormatan terhadap privasi di Arab Saudi.

Pentingnya Memahami Budaya dan Aturan Lokal

Ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga pemahaman terhadap budaya serta aturan negara yang dikunjungi.

Setiap negara memiliki norma sosial dan hukum yang berbeda. Apa yang dianggap biasa di Indonesia belum tentu diterima di Arab Saudi.

Karena itu, edukasi kepada jemaah menjadi salah satu fokus penting pemerintah selama penyelenggaraan ibadah haji.

Petugas haji Indonesia terus mengingatkan jemaah agar menjaga perilaku, menghormati budaya lokal, serta menghindari tindakan yang berpotensi melanggar hukum.

Hal sederhana seperti mengambil foto sembarangan ternyata dapat menimbulkan persoalan serius apabila tidak dilakukan dengan bijak.

Media Sosial Perlu Digunakan dengan Bijak

Fenomena penggunaan media sosial selama ibadah haji juga menjadi perhatian.

Banyak jemaah ingin mengabadikan momen perjalanan spiritual mereka di Tanah Suci. Namun, dokumentasi tersebut harus tetap memperhatikan etika dan aturan hukum setempat.

Mengambil gambar area umum biasanya tidak menjadi masalah. Akan tetapi, merekam individu tertentu tanpa persetujuan dapat dianggap sebagai pelanggaran privasi.

Karena itu, jemaah disarankan fokus pada dokumentasi pribadi dan menghindari merekam orang lain secara langsung tanpa izin.

Selain menjaga keamanan diri, langkah tersebut juga menunjukkan sikap hormat terhadap masyarakat setempat.

Pemerintah Minta Jemaah Lebih Waspada

Pemerintah Indonesia melalui petugas haji terus berupaya memberikan perlindungan dan pendampingan kepada jemaah selama berada di Arab Saudi.

Namun perlindungan tersebut juga harus didukung oleh kedisiplinan jemaah dalam menaati aturan yang berlaku.

Petugas berharap seluruh jemaah Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan tertib tanpa menghadapi masalah hukum.

Kesadaran untuk menghormati privasi orang lain dinilai menjadi bagian penting dari etika selama berada di luar negeri.

Selain menjaga nama baik pribadi, kepatuhan terhadap aturan juga turut menjaga citra jemaah Indonesia di mata internasional.

Menjaga Ibadah Tetap Aman dan Khusyuk

Ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang penuh makna bagi umat Islam. Karena itu, seluruh jemaah diharapkan dapat menjaga perilaku selama berada di Tanah Suci.

Menghormati aturan setempat merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sebagai tamu di negara lain.

Pemerintah berharap jemaah Indonesia dapat lebih bijak menggunakan ponsel dan media sosial selama menjalankan ibadah haji.

Dengan memahami aturan privasi di Arab Saudi, jemaah diharapkan dapat terhindar dari persoalan hukum dan bisa menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan aman, nyaman, dan khusyuk.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain