Home BeritaJelang Libur Iduladha, ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Selat Bali
dok. rri.co.id

Jelang Libur Iduladha, ASDP Perkuat Layanan Penyeberangan Selat Bali

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Menjelang libur panjang Iduladha 1447 Hijriah, arus mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat di berbagai jalur transportasi nasional, termasuk penyeberangan laut. Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan kendaraan, ASDP Indonesia Ferry memperkuat layanan penyeberangan lintas Ketapang, Banyuwangi–Gilimanuk, Bali.

Langkah tersebut dilakukan dengan mendatangkan kapal feri perbantuan KMP Rodhita guna mendukung kelancaran operasional penyeberangan di Selat Bali selama periode libur Iduladha. Penambahan armada ini diharapkan mampu mengurangi kepadatan kendaraan sekaligus menjaga arus distribusi penumpang tetap lancar.

General Manager ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa KMP Rodhita sebelumnya beroperasi di lintasan Padangbai, Bali menuju Lembar, Lombok. Namun, kapal tersebut kini dialihkan sementara untuk memperkuat pelayanan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Menurut Arief, kehadiran kapal tambahan menjadi bagian penting dalam strategi pengaturan arus kendaraan selama masa libur panjang. Selama periode tersebut, jumlah kendaraan pribadi, bus, hingga truk logistik biasanya mengalami peningkatan signifikan.

“Kapal feri perbantuan ini diharapkan dapat membantu menjaga kelancaran arus penyeberangan selama periode libur Iduladha,” kata Arief di Banyuwangi, Minggu 24 Mei 2026.

KMP Rodhita sendiri merupakan kapal feri berukuran sekitar 1.236 Gross Tonnage (GT). Kapal tersebut memiliki kapasitas angkut yang cukup besar, yakni hingga 58 unit kendaraan kecil atau sekitar 30 unit kendaraan campuran.

Penambahan kapasitas ini dinilai penting untuk menjaga kelancaran distribusi kendaraan di lintasan penyeberangan tersibuk antara Pulau Jawa dan Bali tersebut. Jalur Ketapang-Gilimanuk memang menjadi salah satu akses utama mobilitas masyarakat dan logistik nasional.

Arief menegaskan bahwa fokus utama ASDP saat ini bukan hanya menambah armada, tetapi juga memastikan seluruh sistem pengaturan kendaraan berjalan secara terkoordinasi. Dengan pola distribusi yang tertib, antrean kendaraan di kawasan pelabuhan diharapkan tetap bergerak tanpa menimbulkan penumpukan berlebihan.

“Itu yang paling penting. Oleh karena itu kami memastikan seluruh pola pengaturan kendaraan berjalan terkoordinasi sehingga kepadatan di area pelabuhan tetap terkendali,” ujarnya.

Menurutnya, pengaturan arus kendaraan secara bertahap menjadi salah satu kunci utama menghindari kemacetan panjang di area pelabuhan. Terlebih saat musim libur panjang, volume kendaraan yang menuju Bali biasanya meningkat tajam dalam waktu singkat.

ASDP juga terus melakukan pemantauan situasi lalu lintas menuju Pelabuhan Ketapang. Berdasarkan laporan terbaru, kondisi arus kendaraan pada Minggu, 24 Mei 2026 mulai menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya sempat terjadi antrean cukup panjang.

Arief menyebut antrean kendaraan yang sempat mengular di jalur utara arah Situbondo kini telah berhasil diurai. Sebelumnya, antrean bahkan dilaporkan mencapai kawasan Grand Watu Dodol, salah satu titik wisata yang berada di jalur menuju pelabuhan.

Namun, sejak sekitar pukul 12.30 WIB, kondisi lalu lintas berangsur kembali normal dan kendaraan mulai bergerak lebih lancar menuju area pelabuhan.

Sementara itu, kendaraan logistik yang sebelumnya menumpuk juga telah diarahkan dan tertampung di kawasan Pelabuhan Bulusan. Area tersebut kini difungsikan sebagai kantong parkir tambahan untuk mendukung manajemen lalu lintas terpadu selama musim libur.

Menurut ASDP, optimalisasi Pelabuhan Bulusan menjadi salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan di Pelabuhan Ketapang. Lokasi tersebut mampu menampung hingga sekitar 400 unit truk logistik.

Keberadaan kantong parkir tambahan dinilai sangat penting agar antrean kendaraan besar tidak meluber hingga ke jalan utama. Dengan pengaturan tersebut, distribusi kendaraan menuju kapal feri dapat dilakukan secara lebih teratur dan efisien.

Selain menambah armada dan mengoptimalkan area parkir, ASDP juga memperkuat pengawasan operasional di lapangan. Sejumlah personel bantuan kendali operasi atau BKO disiagakan di berbagai titik strategis.

Petugas tambahan tersebut bertugas memastikan arus kendaraan tetap bergerak serta menghindari stagnasi dalam waktu lama. Pengaturan dilakukan secara intensif terutama pada jalur masuk pelabuhan, area antrean kendaraan, dan akses menuju kapal feri.

ASDP menilai koordinasi antara petugas lapangan, operator kapal, dan aparat terkait menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus penyeberangan. Dengan kerja sama yang baik, potensi kepadatan dapat diminimalisir meski volume kendaraan meningkat.

Menjelang puncak arus mobilitas Iduladha, masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk juga diminta mempersiapkan perjalanan dengan lebih matang.

Arief mengimbau calon penumpang membeli tiket secara daring melalui aplikasi Ferizy sebelum tiba di pelabuhan. Langkah tersebut dinilai dapat mempercepat proses layanan sekaligus mengurangi antrean pembelian tiket di lokasi.

Selain itu, penumpang juga diminta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum melakukan perjalanan. Pemeriksaan kondisi mesin, rem, bahan bakar, hingga kelengkapan kendaraan menjadi hal penting demi menjaga keselamatan selama perjalanan.

Tidak hanya kendaraan, kondisi fisik pengemudi juga perlu diperhatikan. ASDP mengingatkan masyarakat untuk beristirahat cukup sebelum berkendara agar tetap fokus dan aman selama perjalanan jarak jauh.

Peningkatan mobilitas saat libur panjang memang menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola transportasi. Namun dengan penambahan armada, penguatan manajemen trafik, dan kesiapan petugas di lapangan, ASDP optimistis layanan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dapat berjalan lebih lancar dan terkendali.

Sebagai salah satu jalur penghubung utama Jawa dan Bali, lintasan penyeberangan ini memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas masyarakat maupun distribusi logistik nasional. Karena itu, kesiapan layanan selama periode libur menjadi prioritas utama agar perjalanan masyarakat tetap aman, nyaman, dan efisien.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain