Home BeritaBibit Siklon dan MJO Aktif, BMKG Waspadai Pertumbuhan Awan Hujan Pekan Ini
dok. rri.co.id

Bibit Siklon dan MJO Aktif, BMKG Waspadai Pertumbuhan Awan Hujan Pekan Ini

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi adanya dinamika atmosfer yang cukup aktif di wilayah Indonesia selama sepekan ke depan. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi bersamaan dengan aktivitas masyarakat dalam menyambut dan menjalani Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

Meski sebagian wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau, BMKG menilai berbagai faktor atmosfer global dan regional masih dapat memicu pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah. Karena itu, masyarakat diminta tetap mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, terutama di wilayah Indonesia bagian utara.

Dalam analisis iklim global terbaru, BMKG mengungkap adanya indikasi fenomena El Nino di Samudra Pasifik. Fenomena tersebut terkonfirmasi melalui nilai indeks Nino 3.4 yang tercatat sebesar +0,68 serta Southern Oscillation Index atau SOI sebesar -12,5.

Fenomena El Nino sendiri dikenal sebagai kondisi meningkatnya suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur yang dapat memengaruhi pola cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia. Biasanya, El Nino identik dengan penurunan curah hujan dan kondisi cuaca lebih kering di sejumlah wilayah.

Namun demikian, BMKG menilai kondisi atmosfer regional saat ini masih cukup dinamis sehingga tetap berpotensi memunculkan hujan di beberapa daerah.

“Meskipun demikian, dinamika atmosfer skala regional masih berpotensi memicu pertumbuhan awan hujan. Khususnya di wilayah Indonesia bagian Utara,” kata BMKG dikutip dari laman resminya, Rabu, 27 Mei 2026.

Bibit Siklon 99W Terpantau di Utara Papua Nugini

Selain pengaruh El Nino, BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 99W yang berada di Samudra Pasifik utara Papua Nugini. Sistem ini dinilai ikut berkontribusi terhadap peningkatan aktivitas cuaca di kawasan timur Indonesia.

Bibit siklon tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang dari wilayah Papua Barat hingga Teluk Cendrawasih. Kondisi ini menyebabkan adanya pertemuan dan perlambatan massa udara yang berpotensi memicu pembentukan awan hujan.

Tidak hanya itu, BMKG juga memprakirakan munculnya sirkulasi siklonik di beberapa wilayah perairan Indonesia. Sistem tersebut diprediksi terbentuk di Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, hingga Laut Sulu.

“Sirkulasi siklonik diprediksi terbentuk di Perairan barat Sumatra Barat, Samudra Hindia barat daya Banten, dan Laut Sulu. Sistem-sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi di Perairan barat Bengkulu, Perairan barat Sumatra Utara, serta sekitar sirkulasi siklonik tersebut,” ucap BMKG.

Kondisi konvergensi dan konfluensi tersebut biasanya menjadi salah satu faktor penting yang mendukung pertumbuhan awan hujan, terutama jika disertai kelembapan udara yang tinggi.

Aktivitas MJO Masih Berpengaruh

Selain siklon dan sirkulasi udara, BMKG juga menyoroti aktivitas Madden-Julian Oscillation atau MJO yang diproyeksikan bergerak menuju fase 6 atau Western Pacific. MJO merupakan fenomena atmosfer berupa pergerakan awan dan hujan dari arah barat ke timur di wilayah tropis.

Fenomena ini dikenal mampu meningkatkan pembentukan awan hujan ketika aktif melintasi wilayah Indonesia. Dalam beberapa hari ke depan, MJO diperkirakan masih aktif secara spasial di sejumlah wilayah Indonesia.

Daerah yang diprediksi terdampak antara lain Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, hingga Papua.

Aktivitas MJO tersebut juga diperkuat oleh keberadaan gelombang atmosfer lain seperti gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur.

“Wilayah utara Papua Barat dan Papua Barat Daya, gelombang Kelvin yang bergerak ke arah timur juga diprediksi aktif melintasi wilayah Aceh. Kalimantan Barat bagian utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah,” ujar BMKG.

Gelombang Kelvin sendiri merupakan salah satu fenomena atmosfer tropis yang dapat meningkatkan pembentukan awan hujan saat melintasi wilayah tertentu.

Gelombang Atmosfer Turut Tingkatkan Potensi Hujan

BMKG juga menjelaskan adanya pengaruh Gelombang Rossby Ekuatorial yang bergerak ke arah barat. Gelombang ini diperkirakan aktif di wilayah Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, hingga Sulawesi Tengah.

Selain itu, aktivitas Gelombang Mixed Rossby-Gravity atau MRG turut diprediksi aktif di wilayah Aceh bagian utara. Kombinasi berbagai gelombang atmosfer tersebut dinilai mampu meningkatkan suplai uap air di atmosfer sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

“Aktivitas Gelombang Mixed Rossby-Gravity (MRG) juga diperkirakan aktif di wilayah Aceh bagian utara. Aktivitas MJO dan gelombang-gelombang atmosfer tersebut dapat membantu meningkatkan suplai uap air dan mendukung proses pembentukan awan hujan wilayah dilaluinya,” kata BMKG.

Keberadaan berbagai fenomena atmosfer tersebut menjadi alasan mengapa hujan masih berpotensi terjadi meski beberapa wilayah mulai memasuki musim kemarau.

Masyarakat Diminta Tetap Waspada

Dengan meningkatnya dinamika atmosfer selama sepekan ke depan, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama saat melakukan aktivitas luar ruangan selama momentum Iduladha.

Hujan yang terjadi secara tiba-tiba dapat memengaruhi aktivitas perjalanan, pelaksanaan salat Iduladha di area terbuka, hingga proses distribusi hewan kurban di beberapa daerah.

Selain hujan lebat, kondisi atmosfer aktif juga berpotensi memicu angin kencang, petir, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan. Karena itu, masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca terbaru yang dikeluarkan BMKG.

Kondisi cuaca yang dinamis ini menunjukkan bahwa perubahan atmosfer tropis masih sangat aktif di kawasan Indonesia. Meski fenomena El Nino mulai terdeteksi, pengaruh berbagai sistem atmosfer regional dan gelombang tropis tetap mampu menghadirkan hujan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari mendatang.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain