Home TeknologiKemdiktisaintek Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi Nyata Lewat Gemastik XIX 2026
dok.sulteng.antaranews.com

Kemdiktisaintek Ajak Mahasiswa Hadirkan Solusi Nyata Lewat Gemastik XIX 2026

by Ikon logo megapolitanSalwa
A+A-
Reset

Megapolitan.id – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) kembali mengajak mahasiswa Indonesia untuk menghadirkan inovasi teknologi yang mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Ajakan tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (Gemastik) XIX 2026, yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kolaborasi, dan teknologi yang bermanfaat.

Kompetisi tahunan ini tidak hanya berorientasi pada kecanggihan teknologi, tetapi juga menitikberatkan pada lahirnya inovasi yang mampu menjawab berbagai tantangan di tengah masyarakat.

Teknologi Terus Berkembang, Mahasiswa Dituntut Adaptif

Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Beny Bandanadjaja, menegaskan bahwa perkembangan teknologi saat ini berlangsung sangat cepat sehingga dunia pendidikan tinggi harus mampu terus beradaptasi.

Menurutnya, materi yang dipelajari mahasiswa saat ini bisa mengalami perubahan signifikan dibandingkan kurikulum satu atau dua tahun sebelumnya karena pesatnya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Dunia terus berubah, teknologi terus berkembang, dan perguruan tinggi harus terus bisa beradaptasi dan menyesuaikan diri. Oleh karena itu, ijazah bukanlah akhir dari proses belajar,” katanya.

Beny menambahkan, dunia kerja di masa depan akan lebih membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki semangat lifelong learning atau belajar sepanjang hayat.

Gemastik Jadi Wadah Inovasi Mahasiswa

Di tengah disrupsi teknologi yang semakin masif, Beny menilai kemampuan teknis saja tidak lagi cukup. Mahasiswa juga dituntut mampu melahirkan ide-ide inovatif yang dapat memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Karena itu, Gemastik XIX 2026 kembali dihadirkan sebagai ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan, menguji inovasi berbasis teknologi, membangun kolaborasi lintas disiplin ilmu, sekaligus menghadirkan solusi yang berdampak bagi masyarakat.

Pada penyelenggaraan tahun ini, Gemastik mengusung tema “Berdampak, Inklusif, dan Berkelanjutan Menuju Masyarakat Cerdas”.

Tema tersebut menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak hanya diukur dari tingkat kecanggihannya, tetapi juga dari manfaat yang mampu dirasakan masyarakat secara luas.

“Yang kita cari bukanlah teknologi yang paling canggih. Yang kita harapkan adalah inovasi yang mampu menjawab persoalan yang nyata dan memberikan dampak bagi masyarakat Indonesia,” ujar Beny menegaskan esensi kompetisi ini.

Pendaftaran Dibuka Hingga Agustus 2026

Kemdiktisaintek membuka pendaftaran perguruan tinggi dan tim peserta mulai 20 Juli hingga 14 Agustus 2026.

Pada Gemastik XIX 2026, mahasiswa dapat berkompetisi dalam 11 divisi, di antaranya Pemrograman, Keamanan Siber, Penambangan Data, Desain Pengalaman Pengguna, hingga Kota Cerdas.

Babak final dijadwalkan berlangsung pada 10–13 November 2026 dengan melibatkan 220 tim finalis dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Tahun ini, Universitas Bina Nusantara (Binus) dipercaya menjadi perguruan tinggi pelaksana sekaligus tuan rumah penyelenggaraan Gemastik XIX 2026.

Dorong Teknologi yang Memberikan Manfaat Nyata

Melalui Gemastik XIX 2026, Kemdiktisaintek berharap mahasiswa tidak hanya menghasilkan inovasi berbasis teknologi, tetapi juga mampu menciptakan solusi yang inklusif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Ajang ini sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat budaya riset, kreativitas, serta kolaborasi antarmahasiswa dalam mendukung lahirnya teknologi yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia di masa depan.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain