Daftar Isi
Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Nepal pada Rabu, 26 Agustus 2026. Bencana tersebut memicu kondisi darurat di beberapa kawasan dan membuat otoritas setempat harus bergerak cepat untuk menyelamatkan warga yang terdampak.
Sebanyak 3.253 orang berhasil dievakuasi dalam operasi penyelamatan yang dilakukan pemerintah Nepal. Ribuan warga tersebut diselamatkan dari sejumlah lokasi yang terdampak derasnya aliran air.
Portal berita Nepal, Ratopati, melaporkan pada Jumat, 28 Agustus 2026, jumlah warga yang telah dievakuasi tersebut disampaikan oleh juru bicara pemerintah Nepal, Sasmit Pokharel.
Menurut Pokharel, proses evakuasi dilakukan dengan mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk armada udara. Sebanyak 15 helikopter dikerahkan untuk mendukung operasi penyelamatan warga dari wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Selain digunakan untuk mengevakuasi masyarakat, helikopter juga dimanfaatkan untuk mendistribusikan bantuan. Empat helikopter lainnya dikerahkan secara khusus untuk mengirimkan makanan serta kebutuhan pokok ke sejumlah daerah yang terdampak bencana.
Sungai Bhotekoshi Meluap
Banjir terjadi setelah arus air dengan volume dan kecepatan tinggi menerjang Sungai Bhotekoshi yang berada di kawasan pegunungan Nepal. Kondisi geografis wilayah yang berada di kawasan pegunungan membuat bencana tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi tim penyelamat.
Arus deras yang menerjang wilayah sekitar sungai menyebabkan masyarakat harus segera meninggalkan lokasi yang dinilai berbahaya. Otoritas kemudian melakukan upaya evakuasi secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi medan dan akses menuju kawasan terdampak.
Situasi di lapangan juga diperumit oleh kondisi alam yang tidak mudah. Jalur darat di sejumlah kawasan pegunungan dapat menjadi sulit dilalui ketika terjadi bencana, sehingga penggunaan helikopter menjadi salah satu pilihan penting dalam proses penyelamatan.
Operasi dari udara memungkinkan tim penyelamat menjangkau masyarakat yang berada di lokasi terisolasi sekaligus membawa bantuan menuju wilayah yang belum dapat diakses menggunakan kendaraan.
Tentara Nepal Ikut Perkuat Evakuasi
Operasi penyelamatan tidak hanya melibatkan otoritas sipil. Tentara Nepal turut diterjunkan untuk membantu proses pencarian dan evakuasi masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Dalam operasi tersebut, Tentara Nepal berhasil mengevakuasi 336 orang menggunakan helikopter. Mereka yang diselamatkan termasuk 45 wisatawan asing yang berada di zona terdampak banjir.
Nepal News, dengan mengutip juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet, melaporkan bahwa proses evakuasi tersebut berlangsung pada Kamis.
Keterlibatan personel militer menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan operasi penyelamatan. Terlebih, beberapa lokasi terdampak berada di kawasan yang memiliki medan berat dan membutuhkan kemampuan khusus untuk menjangkaunya.
Tidak hanya mengandalkan armada udara, ribuan personel militer juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan penyelamatan di lapangan.
Ribuan Personel Dikerahkan
Juru bicara Angkatan Darat Nepal Raja Ram Basnet mengatakan sekitar 4.000 personel militer dikerahkan untuk mendukung operasi pencarian dan penyelamatan di wilayah terdampak.
Jumlah personel tersebut menunjukkan skala penanganan bencana yang dilakukan pemerintah Nepal. Tim penyelamat harus bekerja di berbagai lokasi untuk memastikan masyarakat yang masih berada di kawasan berbahaya dapat segera dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Operasi pencarian juga menjadi bagian penting karena banjir bandang dapat membawa material seperti lumpur, bebatuan, serta puing bangunan. Kondisi tersebut berpotensi menutup akses dan meningkatkan risiko bagi warga maupun petugas yang berada di lokasi.
Koordinasi antara pemerintah, tentara, serta tim penyelamat terus dilakukan agar proses evakuasi dapat berjalan efektif. Penggunaan helikopter menjadi salah satu strategi utama untuk menjangkau daerah yang terisolasi akibat kondisi medan dan dampak bencana.
Bantuan Kebutuhan Dasar Terus Disalurkan
Selain menyelamatkan warga, pemerintah Nepal juga menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Warga yang meninggalkan rumah tentu membutuhkan makanan, air, serta berbagai kebutuhan pokok selama berada di lokasi pengungsian.
Karena itu, empat helikopter dikerahkan untuk mendistribusikan makanan dan kebutuhan pokok ke wilayah terdampak. Pengiriman melalui udara dinilai penting untuk memastikan bantuan tetap dapat mencapai masyarakat meskipun sejumlah jalur darat mengalami kendala.
Penyaluran bantuan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari penanganan bencana. Setelah proses evakuasi dilakukan, perhatian pemerintah kemudian diarahkan pada pemenuhan kebutuhan masyarakat yang harus bertahan di tempat pengungsian atau lokasi aman lainnya.
Pemerintah Lanjutkan Penanganan
Otoritas Nepal terus melakukan evakuasi dan penyaluran bantuan untuk memastikan keselamatan warga serta memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak banjir bandang.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan perkembangan situasi di lapangan. Pemerintah juga perlu memastikan masyarakat yang berada di daerah rawan dapat memperoleh informasi serta bantuan secara cepat.
Bencana banjir bandang di kawasan pegunungan memiliki karakteristik yang sulit diprediksi. Arus air dapat berubah dengan cepat dan membawa material dari wilayah yang lebih tinggi menuju kawasan permukiman.
Kondisi tersebut membuat kesiapsiagaan menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko korban dan kerugian yang lebih besar. Evakuasi dini, pemantauan kondisi sungai, serta koordinasi antarlembaga menjadi bagian penting dari respons bencana.
Dengan ribuan warga yang telah berhasil dievakuasi dan ribuan personel yang dikerahkan, operasi penanganan banjir Nepal masih terus berlangsung. Pemerintah bersama unsur militer dan tim penyelamat berupaya memastikan seluruh masyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat memperoleh perlindungan dan bantuan yang dibutuhkan.