Daftar Isi
Dinas Kesehatan Kota Bekasi mulai menemukan kasus batuk, pilek, dan demam yang menyerang anak-anak di sejumlah fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta. Meski mulai terlihat peningkatan, kondisi tersebut hingga kini masih berada dalam batas yang dianggap normal.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Hadi Prabowo, mengatakan laporan mengenai penyakit tersebut mulai diterima dari sejumlah fasilitas kesehatan. Namun, peningkatan kasus belum menunjukkan angka yang signifikan.
“Laporan dari beberapa faskes kita meski belum signifikan tapi ada. Mulai banyak anak-anak terserang batuk, pilek dan demam,” katanya, Jumat, 25 September 2026.
Cuaca Ekstrem Jadi Salah Satu Faktor
Menurut Hadi, perubahan kondisi cuaca turut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi munculnya berbagai gangguan kesehatan. Cuaca ekstrem terjadi bersamaan dengan musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kota Bekasi.
Perubahan cuaca dan kondisi lingkungan tersebut dapat membuat masyarakat lebih rentan mengalami gangguan kesehatan, terutama ketika tubuh harus beradaptasi dengan perubahan suhu serta kualitas udara.
Selain batuk, pilek, dan demam pada anak, Dinkes Kota Bekasi juga mencatat sejumlah penyakit lain yang menjangkiti masyarakat. Beberapa di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi kulit, dan demam berdarah.
Meski demikian, masyarakat tidak perlu panik. Hadi memastikan kondisi penyakit yang ditemukan masih dalam kategori normal dan belum menunjukkan adanya lonjakan kasus yang signifikan.
Sebaran Penyakit Tidak Merata
Dinkes Kota Bekasi juga mencatat bahwa penyebaran penyakit tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah. Kasus ISPA, misalnya, lebih banyak ditemukan di wilayah Bekasi Utara. Sementara itu, kasus demam berdarah banyak ditemukan di wilayah Mustikajaya.
Perbedaan sebaran tersebut menjadi perhatian bagi fasilitas kesehatan dan masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang berpotensi muncul selama musim kemarau.
Pemantauan kondisi kesehatan masyarakat juga penting dilakukan untuk mengetahui perkembangan kasus dari waktu ke waktu. Masyarakat yang mengalami gejala penyakit dianjurkan memperhatikan kondisi tubuh dan memanfaatkan fasilitas kesehatan apabila membutuhkan pemeriksaan.
Warga Diminta Jaga Kondisi Tubuh
Menghadapi kondisi cuaca yang cenderung ekstrem, Dinkes Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk memperkuat kebiasaan hidup sehat. Salah satu langkah yang ditekankan adalah memastikan tubuh memperoleh asupan cairan yang cukup.
Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya ketika kondisi lingkungan kurang mendukung. Bagi warga yang tetap harus melakukan aktivitas di luar rumah, penggunaan masker saat berkendara menjadi salah satu upaya untuk mengurangi paparan dari lingkungan.
“Perbanyak konsumsi air, kemudian kurangi aktivitas di luar ruangan. Kalau toh harus keluar untuk berkendara gunakan masker,” ujarnya.
Selain menjaga asupan cairan dan membatasi aktivitas di luar ruangan, masyarakat juga dianjurkan mengonsumsi makanan sehat dan bergizi. Asupan nutrisi yang cukup menjadi bagian penting dalam menjaga kondisi tubuh agar tetap prima.
Dengan langkah pencegahan sederhana tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjaga kesehatan selama musim kemarau sekaligus lebih tanggap terhadap berbagai gejala penyakit yang muncul.