Home BeritaKabut Asap Melanda Semenanjung Malaysia, Johor Jadi Wilayah Terdampak
dok. rri.co.id

Kabut Asap Melanda Semenanjung Malaysia, Johor Jadi Wilayah Terdampak

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Kualitas udara di sejumlah wilayah Semenanjung Malaysia memburuk pada Selasa, 6 Oktober 2026. Kabut asap yang masih menyelimuti beberapa daerah membuat tingkat polusi udara meningkat dan menjadi perhatian masyarakat, terutama di wilayah yang mencatat Indeks Polutan Udara (API) dalam kategori tidak sehat.

Berdasarkan data resmi yang dilansir Xinhua, sejumlah wilayah di negara bagian Johor mencatat angka API cukup tinggi. Distrik Batu Pahat menjadi wilayah dengan tingkat polusi tertinggi dengan API mencapai 186.

Johor Catat Polusi Tertinggi

Selain Batu Pahat, beberapa daerah lain di Johor juga mengalami kondisi udara yang kurang baik. Kluang mencatat API sebesar 169, disusul Larkin dengan angka 166. Sementara itu, Pasir Gudang berada pada angka 164 dan Tangkak mencapai 163.

Data tersebut diterbitkan melalui Sistem Manajemen Indeks Polutan Udara Malaysia. Seluruh wilayah yang mencatat angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini menunjukkan bahwa kabut asap masih memberikan dampak nyata terhadap kualitas udara di sejumlah kawasan Semenanjung Malaysia.

Tingginya angka API juga menjadi perhatian karena kualitas udara yang buruk dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan oleh kelompok yang lebih rentan terhadap paparan polusi udara.

Negeri Sembilan hingga Kuala Lumpur Terdampak

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan di Johor. Negara bagian Negeri Sembilan juga mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat.

Wilayah Nilai mencatat API sebesar 160, sedangkan Seremban, yang merupakan ibu kota Negeri Sembilan, berada pada angka 156. Angka tersebut menunjukkan bahwa polusi udara juga cukup tinggi di wilayah perkotaan dan kawasan dengan aktivitas masyarakat yang padat.

Sejumlah wilayah di Kuala Lumpur dan Putrajaya turut mencatat kualitas udara dalam kategori tidak sehat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa kabut asap memiliki cakupan yang cukup luas dan tidak hanya terkonsentrasi pada satu negara bagian.

Mengenal Kategori Indeks Polutan Udara

Berdasarkan klasifikasi kualitas udara Malaysia, API digunakan untuk menggambarkan kondisi udara sekaligus tingkat polusi yang terdapat di suatu wilayah. Semakin tinggi angka API, semakin buruk kualitas udara yang tercatat.

API pada angka 0 hingga 50 masuk dalam kategori baik. Pada rentang 51 hingga 100, kualitas udara dikategorikan sedang. Sementara itu, angka 101 hingga 200 masuk kategori tidak sehat.

Selanjutnya, API pada kisaran 201 hingga 300 dikategorikan sangat tidak sehat. Adapun angka 301 atau lebih masuk dalam kategori berbahaya. Dengan demikian, angka yang tercatat di sejumlah wilayah Johor dan Negeri Sembilan menunjukkan kondisi yang perlu mendapatkan perhatian.

Kabut Asap Jadi Perhatian

Memburuknya kualitas udara di sejumlah kawasan Semenanjung Malaysia menunjukkan bahwa kabut asap masih menjadi persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Wilayah dengan API tinggi perlu mendapat perhatian lebih, terutama dalam menjaga aktivitas masyarakat agar tetap aman di tengah kondisi udara yang kurang baik. Pemantauan kualitas udara secara berkala menjadi penting untuk mengetahui perkembangan kondisi dari waktu ke waktu.

Dengan angka API yang mencapai kategori tidak sehat di beberapa wilayah, kondisi kabut asap di Malaysia masih menjadi perhatian. Masyarakat di kawasan terdampak perlu mencermati perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas ketika kondisi polusi meningkat.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain