Daftar Isi
Kenaikan harga cabai dan sejumlah komoditas pangan mulai menjadi perhatian menjelang penghujung 2026. Kondisi tersebut berpotensi menambah tekanan inflasi, bahkan inflasi kelompok pangan bergejolak diperkirakan dapat menembus angka 6 persen pada Desember mendatang.
Direktur Ekonomi CELIOS, Nailul Huda, menilai perkembangan harga pangan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Menurutnya, kondisi inflasi tidak cukup hanya dilihat berdasarkan angka inflasi umum. Pergerakan harga pada masing-masing kelompok komoditas juga perlu dicermati, terutama kelompok barang bergejolak.
“Nah sebenarnya untuk inflasi barang bergejolak itu sudah di 5,81 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan tiga bulan terakhir. Jadi inflasi walaupun diklaim 0,22 secara M2M tapi untuk perbarangnya, terutama barang bergejolak itu mengalami
kenaikan cukup signifikan,” ujarnya saat berbincang bersama Pro3 RRI, Selasa, 3 November 2026.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun inflasi bulanan tercatat sebesar 0,22 persen secara month-to-month (M2M), tekanan harga pada komoditas tertentu tetap perlu diwaspadai. Salah satunya adalah cabai yang memiliki pengaruh terhadap pergerakan harga pangan.
Harga Cabai Bisa Memicu Kenaikan Komoditas Lain
Nailul menjelaskan, cabai merupakan salah satu komoditas penting dalam aktivitas produksi makanan. Karena penggunaannya cukup luas, kenaikan harga cabai berpotensi memberikan dampak lanjutan terhadap harga sejumlah komoditas maupun produk makanan lainnya.
Selain faktor pasokan, terdapat pula efek psikologis di tingkat produsen. Ketika harga cabai meningkat, pelaku usaha dapat menyesuaikan harga jual untuk mengimbangi kenaikan biaya produksi. Situasi tersebut berpotensi menambah tekanan terhadap pengeluaran masyarakat.
Dampak kenaikan harga pangan juga tidak dirasakan secara merata oleh seluruh kelompok pendapatan. Masyarakat berpenghasilan rendah dinilai lebih rentan karena sebagian besar pendapatannya digunakan untuk memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari.
“Sebenarnya itu akan menggerus yang cukup besar juga terhadap daya beli masyarakat kita. Memang menggerus daya beli masyarakat kelas menengah ke bawahnya cukup besar dibandingkan masyarakat kelas menengah ke atas,” ucapnya.
Dengan demikian, kenaikan harga bahan pangan bukan hanya persoalan perubahan angka inflasi. Kondisi tersebut juga berkaitan erat dengan kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan mempertahankan daya beli.
Inflasi Pangan Diperkirakan Meningkat pada Desember
Tekanan harga pangan diprediksi belum akan mereda dalam waktu dekat. Nailul memperkirakan inflasi kelompok barang bergejolak masih berpotensi mengalami peningkatan menjelang akhir tahun, dengan angka yang dapat mencapai sekitar 6 persen pada Desember 2026.
“Bulan Desember itu kalau kita lihat sebenarnya bisa naik lagi untuk yang bergejolak ya, itu sampai di 6 persenan. Dan memang ini yang ini juga berpengaruh pasti kan, ini yang harus diwaspadai sebenarnya,” katanya.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga pangan pada periode akhir tahun merupakan kecenderungan musiman. Permintaan masyarakat yang meningkat pada momen tertentu dapat memberikan tekanan tambahan apabila tidak diimbangi dengan ketersediaan stok dan kelancaran pasokan.
Karena itu, pengelolaan stok serta distribusi pangan menjadi hal penting untuk mengantisipasi lonjakan harga. Ketersediaan komoditas di pasar perlu dijaga agar peningkatan permintaan tidak semakin memperburuk tekanan inflasi.
Masyarakat Diminta Mengatur Pengeluaran
Di tengah potensi kenaikan harga pada November dan Desember, Nailul mengingatkan masyarakat agar mulai menyesuaikan pengeluaran. Pengelolaan anggaran rumah tangga perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan yang paling penting.
Masyarakat juga diharapkan lebih cermat dalam menentukan prioritas belanja sehari-hari. Penghematan dapat menjadi salah satu langkah untuk menjaga kondisi keuangan ketika harga sejumlah bahan pangan mengalami kenaikan.
Antisipasi sejak dini dinilai penting agar tekanan harga tidak semakin membebani daya beli. Sementara itu, upaya menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan tetap membutuhkan perhatian dari pemerintah serta seluruh pihak yang terlibat dalam distribusi komoditas.
Dengan potensi inflasi pangan yang dapat mencapai 6 persen pada akhir tahun, perkembangan harga cabai dan bahan pokok lainnya perlu terus dipantau. Langkah antisipatif dari pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi bagian penting untuk menghadapi tekanan harga menjelang pergantian tahun.