Daftar Isi
Layanan pemeriksaan keimigrasian di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, kini memasuki babak baru. Direktorat Jenderal Imigrasi resmi mengoperasikan sebanyak 10 unit autogate untuk mendukung proses pemeriksaan penumpang internasional agar lebih cepat dan praktis.
Dari jumlah tersebut, enam unit ditempatkan di area kedatangan, sementara empat unit lainnya berada di area keberangkatan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat memberikan pengalaman perjalanan yang lebih efisien, terutama bagi penumpang yang harus melewati pemeriksaan keimigrasian.
Direktur Jenderal Imigrasi Hendarsam Marantoko menjelaskan bahwa autogate dapat digunakan oleh Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) pemegang paspor elektronik dengan e-VoA dan eVisa.
“Fasilitas autogate ini sangat membantu membuat lalu lintas pemeriksaan keimigrasian menjadi semakin cepat. Terutama dengan rata-rata perlintasan internasional di Bandara Ahmad Yani yang hampir 500 orang per harinya,” kata Hendarsam Marantoko saat Peresmian Autogate, Rabu, 30 September 2026.
Telah Melewati Masa Uji Coba
Sebelum resmi beroperasi, Direktorat Jenderal Imigrasi telah melakukan uji coba autogate di Bandara Internasional Ahmad Yani. Uji coba tersebut berlangsung sejak 24 Juli hingga 25 September 2026.
Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas tersebut telah digunakan dalam jumlah yang cukup signifikan. Selama masa uji coba, tercatat sebanyak 11.558 perlintasan menggunakan autogate.
Angka tersebut menjadi gambaran bahwa teknologi pemeriksaan otomatis mulai dimanfaatkan oleh penumpang dalam proses perlintasan internasional.
Mengandalkan Teknologi Pengenalan Wajah
Sistem autogate menggunakan teknologi pengenalan wajah atau face recognition yang terintegrasi dengan Border Control Management (BCM). Dengan teknologi tersebut, proses pemeriksaan dapat dilakukan dalam waktu sekitar 15 hingga 25 detik untuk setiap penumpang.
Kecepatan tersebut menjadi salah satu keunggulan layanan otomatis, terutama ketika jumlah penumpang meningkat dan antrean pemeriksaan mulai padat.
“Teknologi ini mendukung layanan keimigrasian WNA terintegrasi, mulai pengajuan visa daring hingga pemeriksaan keimigrasian. Konter manual tetap tersedia untuk memastikan seluruh kebutuhan pemeriksaan penumpang internasional terlayani secara optimal,” ujar Hendarsam.
Keberadaan konter manual juga menjadi bagian penting dalam pelayanan. Artinya, penerapan teknologi tidak sepenuhnya menggantikan pemeriksaan secara konvensional, tetapi menjadi pilihan tambahan untuk mendukung kebutuhan penumpang.
Cepat, Modern, tetapi Tetap Mengutamakan Keamanan
Pengoperasian autogate menjadi bagian dari upaya Direktorat Jenderal Imigrasi dalam menghadirkan layanan yang lebih modern. Kecepatan pelayanan menjadi perhatian, tetapi aspek keamanan dan pengawasan tetap menjadi bagian utama dalam proses pemeriksaan.
“Penerapan autogate menjadi upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih cepat dan modern bagi penumpang. Pengoperasiannya tetap mengedepankan aspek keamanan serta pengawasan dalam setiap pemeriksaan keimigrasian di bandara,” ujar Hendarsam.
Dengan beroperasinya 10 unit autogate, Bandara Internasional Ahmad Yani tidak hanya menghadirkan fasilitas baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana teknologi mulai mengambil peran dalam menciptakan layanan perjalanan yang lebih cepat, tertib, dan modern.