Home BeritaApi Hanguskan Taman Puring, Surga Sepatu Murah di Jakarta Selatan

Api Hanguskan Taman Puring, Surga Sepatu Murah di Jakarta Selatan

by Ikon logo megapolitanM Hamz
Published: Updated:
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Pasar Taman Puring di Jalan Kiai Maja, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dilanda kebakaran hebat pada Senin (28/7/2025) sore.

Peristiwa tragis ini menghanguskan ratusan kios yang selama ini dikenal sebagai pusat belanja barang unik, sepatu murah, dan barang antik.

Menurut keterangan saksi mata, Dewi, yang pertama kali melaporkan kejadian tersebut, api mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saya saat itu mau makan nasi goreng di dekat situ. Begitu saya baru dapat parkir, asap putih mulai terlihat. Tidak lama, asap hitam mengepul tinggi dan api langsung membesar,” ungkap Dewi, dikutip dari JawaPos.

Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly menyatakan, sedikitnya 500 kios diduga terdampak dalam insiden ini.

“Berdasarkan laporan awal, api berasal dari salah satu toko yang sudah tutup. Rata-rata pedagang di sini tutup sekitar pukul lima sore,” jelasnya.

Sementara, petugas dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Disgulkarmat) DKI Jakarta dikerahkan ke lokasi sesaat setelah menerima laporan.

Sebanyak 34 armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk mengendalikan si jago merah yang dengan cepat menyebar di antara bangunan semi permanen pasar tersebut.

Taman Puring: Napas Sejarah dan Pusat Ekonomi Rakyat

Pasar Taman Puring bukan sekadar pusat perdagangan, tetapi juga bagian dari sejarah sosial dan ekonomi Jakarta Selatan. Berlokasi di kawasan Kebayoran Baru, area ini dahulu merupakan pangkalan oplet pada tahun 1960-an.

Kehidupan ekonomi rakyat kecil bertumbuh dari sana, dengan para pedagang kaki lima dan penjual barang bekas memanfaatkan ruang publik demi menyambung hidup.

Transformasi besar dimulai pada tahun 1983 ketika Gubernur DKI Jakarta saat itu, Soeprapto, mengalokasikan sekitar 2.000 meter persegi lahan untuk menampung pedagang barang loak dari wilayah Jakarta Selatan.

Sejak saat itu, Taman Puring menjelma menjadi surga bagi para pemburu barang langka dan sepatu murah.

Saat krisis moneter mengguncang Indonesia tahun 1997, pasar ini menjadi penyelamat ekonomi warga yang terkena PHK. Tenda-tenda darurat didirikan dan dikenal sebagai “Pasar Tunggu”, karena hanya beroperasi setiap Sabtu dan Minggu.

Namun seiring waktu, jumlah pedagang meningkat drastis, bahkan hingga menutupi ruang terbuka hijau.

Pada 8 Januari 1999, Pemerintah Kota Jakarta Selatan melakukan penertiban dan memindahkan sebagian pedagang ke lokasi lain.

Namun banyak pedagang memilih bertahan, dan sejak itu Taman Puring resmi dikenal sebagai pasar sepatu murah paling legendaris di Jakarta. Produk sepatu bermerek meski statusnya reject atau sisa ekspor dijual dengan harga miring yang menjadi daya tarik tersendiri.

Rentetan Kebakaran yang Menghantui

Sayangnya, pasar legendaris ini menyimpan rekam jejak panjang kebakaran. Salah satu kejadian paling tragis tercatat pada 29 Juni 2002 dini hari.

Ratusan kios terbakar akibat korsleting listrik. Angin kencang memperparah situasi, bahkan menyebabkan 25 tahanan di Polsek Metro Kebayoran Baru harus dievakuasi demi keselamatan.

Kebakaran kembali terjadi pada 13 April 2005 pukul 18.30 WIB. Api berasal dari atap bangunan dan menimbulkan kepanikan luar biasa.

Walau akhirnya bisa dipadamkan pada pukul 20.15 WIB, lalu lintas di sekitar Jalan Kiai Maja dan Sinaggalang lumpuh total.

Kebakaran terbaru yang terjadi pada Senin, 28 Juli 2025 ini kembali mengingatkan publik akan pentingnya keamanan infrastruktur pasar rakyat.

Api dilaporkan mulai melahap bangunan pasar pada pukul 18.02 WIB. Disgulkarmat Jakarta segera mengirim enam armada awal dan kemudian menambah hingga 34 unit seiring kondisi yang memburuk.

Dampaknya tidak hanya pada sektor perdagangan. Asap pekat dari kebakaran juga mengganggu layanan TransJakarta koridor 13, memaksa pengalihan jalur karena jarak pandang terbatas akibat asap. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain