Megapolitan.ID | Pembina LAZNAS AQL dan AQL Peduli, Ustaz Bachtiar Nasir menegaskan bahwa lembaganya berkomitmen untuk mendampingi pemulihan bencana banjir dan longsor Sumatra secara totalitas, mengingat besarnya area terdampak bencana.
“Karena bencana menimpa tiga provinsi besar. Kami berinisiatif untuk kerja besar,” ujar dai yang akrab disapa UBN, di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Pusat, Minggu (14/12).
LAZNAS AQL dan AQL Peduli memiliki sejumlah posko kemanusian di Sumatra. Posko strategis berada di Medan, tepatnya di Perumahan Johor City. Sementara posko relawan lapangan ada di Kuala Sintang dan di Tapanuli.
Menyikapi luasnya sebaran wilayah terdampak dan kondisi nyata di lapangan, pihak AQL melancarkan sejumlah strategi penanganan bencana. Pertama, AQL bergerak melalui masjid-masjid di lokasi terdampak bencana.
“Kerja kita berbasis masjid, masjid kita pulihkan dan kita aktivasi, kita jadikan posko kemanusiaan,” ucap UBN.
Ia menambahkan bahwa masjid dipulihkan oleh AQL dengan membersihkan dari lumpur, menghidupkan prasarana, dan menambahkan dapur umum untuk memasok logistik ke wilayah yang membutuhkan.
“Dari masjid nanti kita kirim makanan dengan motor menembus wilayah yang sulit,” tuturnya.
UBN menegaskan bencana banjir dan longsor Sumatra kali ini lebih berat dari bencana alam sebelum-sebelumnya di Indonesia. Karena, lanjutnya, relawan harus menghadapi lautan lumpur yang sulit dibersihkan. Akibat akses bantuan yang masih lumpuh dan keterbatasan alat penangangan.
“Di Aceh Tamiang, situasinya sangat berat, ini lebih parah dari Tsunami. Saat Tsunami kita bisa menembus lokasi Tidka lama pasca bencana. Sekarang sulit karena lumpur masih tebal,” ujarnya.
Kondisi mencekam di Tamiang membuat AQL beberapa kali mengubah strategi tanggap bencana. Awalnya AQL mengirim bantuan logistik berupa sembako atua bahan mentah, kemudian diganti jadi makanan siap saji.
“Karena kondisi di lapangan tidak memungkinkan untuk memasak, lalu kita ganti dengan nasi bungkus,” tuturnya.
Perubahan strategi juga dilakukan untuk distribusi makanan. Di awal-awal distribusi makanan dilakukan menggunakan kendaraan mobil, tapi karena wilayah terdampak sulit dilalui akibat genangan lumpur menjadi menggunakan kendaraan roda dua.
“Pengiriman makanana sekarang kita pakai pasukan motor,” ucap UBN.
Lebih dari itu, AQL juga mengubah strategi untuk penyiapan dan gudang logistik. AQL saat ini membangun dapur umum di lokasi terdampak bencana. “Sehingga kita tidak perlu lagi mengirim ribuan nasi bungkus dari medan,” tegasnya. []