Kuliner Banten: Cita Rasa Autentik dari Tanah Serang
Kuliner Banten bukan sekadar soal kelezatan rasa, tetapi juga merekam perjalanan panjang sejarah provinsi ini sebagai salah satu pintu masuk perdagangan Nusantara. Terletak di ujung barat Pulau Jawa, Banten pernah berjaya sebagai pusat Kesultanan Banten pada abad ke-16 hingga ke-17. Saat itu, wilayah ini menjadi persinggahan penting bagi pedagang dari India, Cina, Arab, hingga Eropa yang membawa rempah-rempah sekaligus budaya kuliner mereka.
Perjumpaan lintas budaya tersebut berpadu dengan tradisi lokal Sunda dan Betawi, melahirkan ragam hidangan khas yang kaya bumbu, bercita rasa kuat, dan identik dengan penggunaan santan serta hasil laut segar. Dari dapur masyarakat pesisir hingga sajian rumahan, kuliner Banten menyimpan kekayaan rasa yang patut dijelajahi.
Jejak Sejarah di Balik Kuliner Banten
Keberagaman kuliner Banten tumbuh dari proses akulturasi yang panjang. Pada masa pemerintahan Sultan Ageng Tirtayasa, Pelabuhan Banten menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Nusantara. Aktivitas perdagangan yang intens turut membawa pengaruh asing, termasuk dari VOC Belanda yang memperkenalkan penggunaan mentega dalam beberapa olahan masakan.
Masyarakat lokal kemudian memadukannya dengan bahan-bahan khas daerah seperti ikan dari Selat Sunda dan kelapa segar. Nilai-nilai Islam yang mengakar kuat juga membentuk karakter kuliner Banten, sehingga makanan halal mendominasi dengan penggunaan daging sapi dan kambing sebagai bahan utama.
Selain itu, terdapat pula tradisi “sawer” atau menaburkan uang saat penyajian makanan tertentu sebagai simbol harapan akan keberkahan dan rezeki. Hingga kini, kekayaan kuliner tersebut terus dilestarikan melalui berbagai kegiatan budaya, salah satunya Banten Culinary Festival di Serang yang rutin menarik perhatian wisatawan.
Ragam Makanan Khas yang Wajib Dicoba
Salah satu ikon kuliner Banten adalah Sate Bandeng. Berbeda dari sate pada umumnya, hidangan ini menggunakan ikan bandeng yang durinya telah diolah hingga lunak. Daging ikan dibumbui rempah khas, dibakar dengan kecap manis, lalu disajikan bersama lontong dan sambal kacang. Perpaduan rasa gurih, manis, dan pedas menjadikan sate bandeng sebagai sajian favorit, terutama di kawasan Pantai Carita.
Tak kalah menarik, Karedok Leunca menawarkan sensasi segar khas Banten. Hidangan ini terdiri dari leunca yang dipadukan dengan timun, kacang panjang, dan daun kemangi. Siraman bumbu kacang dengan sentuhan terasi dan kencur menciptakan rasa pedas-manis yang ringan, cocok bagi penikmat kuliner tradisional. Karedok leunca mudah ditemui di Pasar Serang.
Untuk menu berat, Nasi Gule Banten menjadi pilihan yang mengenyangkan. Gulai dengan santan kental ini diracik menggunakan kunyit, serai, dan lengkuas, menghasilkan aroma rempah yang kuat. Daging sapi yang empuk disajikan bersama nasi hangat dan taburan bawang goreng, salah satunya dapat dinikmati di kawasan Tangerang Selatan.
Sementara itu, camilan khas seperti Lumpia Banten juga patut dicicipi. Isinya berupa rebung, udang, dan daging yang digoreng hingga renyah, lalu disajikan dengan saus kacang bercita rasa gurih. Jajanan ini banyak dijual di pasar malam kawasan Anyer.
Bagi pencinta hidangan laut, Pepes Ikan menjadi menu favorit. Ikan kembung dibumbui cabai dan kemangi, dibungkus daun pisang, kemudian dikukus atau dibakar. Aroma khas daun pisang yang berpadu dengan rempah membuat hidangan ini sangat menggugah selera, terutama di daerah Tanjung Lesung.
Minuman Tradisional dan Jajanan Manis
Setelah menikmati makanan utama, Banten juga menawarkan minuman dan jajanan manis khas. Salah satunya Es Krim Mowten, es krim tradisional berbahan susu, gula merah, tape, dan kelapa yang dibekukan secara alami. Rasanya legit dan menyegarkan, serta mudah ditemui di pinggir jalan Kota Serang dengan harga terjangkau.
Minuman hangat seperti Bajigur juga populer, terutama saat cuaca dingin atau hujan. Perpaduan santan, jahe, dan kolang-kaling menghasilkan rasa manis dan hangat yang menenangkan.
Sementara itu, Getuk Lindri menjadi jajanan klasik yang sering hadir dalam acara hajatan. Terbuat dari singkong yang dihaluskan, dicampur gula merah dan kelapa parut, teksturnya lembut dan kenyal dengan rasa manis alami.
Rekomendasi Tempat Kuliner di Banten
Untuk merasakan suasana kuliner yang autentik, Pasar Lama Serang menjadi destinasi menarik, terutama di pagi hari saat penjual sate bandeng mulai berjualan. Kawasan Pantai Anyer hingga Carita juga dikenal sebagai surga seafood dengan pemandangan laut yang menawan.
Di Tangerang, kawasan Kampung Kota Tua menawarkan ragam kuliner hasil perpaduan budaya Betawi dan Banten. Sementara itu, Festival Banten Expo di Pandeglang menghadirkan beragam stan makanan khas lengkap dengan atraksi memasak yang edukatif dan menghibur.
Menjaga dan Mengembangkan Warisan Kuliner
Saat ini, generasi muda Banten mulai berinovasi dengan menghadirkan kuliner tradisional dalam bentuk modern, seperti Sate Bandeng Burger atau olahan karedok dengan sentuhan kekinian. Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata juga aktif mendukung pelaku UMKM, termasuk dalam proses sertifikasi halal dan promosi wisata kuliner.
Restoran seperti Sultan Ageng Restaurant di kawasan Banten Lama menjadi contoh bagaimana menu tradisional kerajaan dapat dihadirkan kembali dalam konsep modern. Dengan harga yang relatif terjangkau dan cita rasa autentik, kuliner Banten memiliki daya tarik kuat sebagai destinasi wisata rasa.
Memasuki tahun 2026, berbagai program promosi pariwisata semakin membuka peluang bagi Banten untuk dikenal lebih luas. Perpaduan antara sejarah, budaya, dan kuliner menjadikan provinsi ini sebagai tujuan menarik bagi para pencinta wisata kuliner.