Megapolitan.id | – Di tengah hiruk-pikuk aktivitas Kota Surabaya yang dikenal padat dan dinamis, terselip sebuah ruang yang menawarkan ketenangan, kehangatan, sekaligus kenikmatan rasa. Berlokasi di kawasan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Srawung Sor Pring hadir sebagai sentra wisata kuliner yang memadukan sajian khas Jawa Timur dengan suasana alam yang menyejukkan. Tempat ini menjadi alternatif menarik bagi warga kota yang ingin sejenak menjauh dari kebisingan tanpa harus bepergian jauh.
Nama Srawung Sor Pring secara harfiah menggambarkan konsep yang diusung. “Srawung” berarti berkumpul atau berinteraksi, sementara “Sor Pring” bermakna di bawah bambu. Filosofi tersebut tercermin jelas begitu pengunjung melangkahkan kaki ke area kuliner ini. Deretan bambu yang tumbuh tinggi dan rapat menciptakan kanopi alami, menghadirkan keteduhan serta suasana sejuk yang kontras dengan panasnya udara perkotaan.
Nuansa alam yang kuat menjadi daya tarik utama Srawung Sor Pring. Daun bambu yang bergesekan tertiup angin menimbulkan suara lirih yang menenangkan, seolah membawa pengunjung ke suasana pedesaan. Penataan area yang sederhana, berpadu dengan elemen kayu dan tanah, semakin mempertegas kesan tradisional yang dihadirkan. Tak heran jika tempat ini kerap dipilih sebagai lokasi bersantai bersama keluarga, teman, maupun rekan kerja.
Namun, Srawung Sor Pring bukan hanya soal suasana. Sentra kuliner ini menawarkan ragam hidangan khas Jawa Timur yang menggugah selera. Berbagai menu legendaris dapat dijumpai di sini, mulai dari pecel Madiun dengan sambal kacang yang kental dan aromatik, rujak cingur yang kaya rempah, hingga soto Madura dengan kuah gurih yang menghangatkan. Ada pula lontong mi dengan perpaduan rasa gurih dan segar yang pas disantap di siang hari.
Tak ketinggalan, jajanan tradisional turut melengkapi deretan kuliner yang tersedia. Bubur Madura dengan cita rasa manis dan gurih, kue lumpur bakar khas Sidoarjo, serta aneka kudapan pasar lainnya menjadi pilihan tepat bagi pengunjung yang ingin bernostalgia dengan rasa-rasa masa kecil. Beragam minuman segar juga disediakan, mulai dari es tradisional hingga minuman berbasis rempah, yang cocok dinikmati di bawah rindangnya pepohonan bambu.
Keunikan lain dari Srawung Sor Pring terletak pada sistem transaksinya. Pengunjung tidak langsung menggunakan uang tunai saat membeli makanan. Sebagai gantinya, mereka menukarkan rupiah dengan kepingan kayu berbentuk bulat yang berfungsi sebagai alat pembayaran. Kepingan kayu tersebut kemudian digunakan untuk bertransaksi di setiap lapak makanan.
Sistem pembayaran sederhana ini justru menjadi daya tarik tersendiri. Selain menambah kesan tradisional, penggunaan kepingan kayu membuat pengalaman bersantap terasa lebih interaktif dan berbeda dari pusat kuliner modern pada umumnya. Cara ini juga menciptakan suasana yang lebih santai, seolah mengajak pengunjung untuk menikmati proses, bukan sekadar hasil.
Salah satu pengunjung, Ani Lilies Suryani, mengaku sengaja memilih Srawung Sor Pring sebagai tempat menghabiskan waktu libur bersama anaknya. Menurutnya, lokasi ini tidak hanya menawarkan makanan lezat, tetapi juga pengalaman yang edukatif dan berkesan. Ia ingin mengenalkan kuliner khas Jawa Timur sekaligus suasana makan yang dekat dengan alam kepada buah hatinya.
Ani mengaku terkesan dengan konsep pembayaran menggunakan kepingan kayu. Baginya, cara tersebut menghadirkan pengalaman unik yang jarang ditemui di tempat lain. Ditambah lagi dengan suasana hutan bambu yang asri, kegiatan makan bersama keluarga terasa lebih hangat dan menyenangkan. Anak-anak pun terlihat antusias karena bisa merasakan pengalaman “bertransaksi” yang berbeda dari biasanya.
Dari sisi harga, Srawung Sor Pring tergolong ramah di kantong. Dengan uang Rp 2.000, pengunjung sudah bisa menikmati aneka jajanan tradisional. Sementara untuk menu utama, kisaran harga mulai Rp 10.000 sudah cukup untuk menyantap hidangan khas Jawa Timur dengan porsi yang memadai. Harga yang terjangkau ini membuat tempat tersebut dapat dinikmati oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar hingga keluarga besar.
Keterjangkauan harga juga sejalan dengan konsep yang diusung, yakni menjadikan Srawung Sor Pring sebagai ruang bersama. Tempat ini tidak hanya menjadi lokasi makan, tetapi juga wadah berkumpul dan berinteraksi. Banyak pengunjung datang bukan sekadar untuk mengisi perut, melainkan juga untuk berbagi cerita dan menikmati kebersamaan.
Di akhir pekan atau masa libur, suasana Srawung Sor Pring biasanya semakin ramai. Pengunjung dari berbagai penjuru Surabaya datang silih berganti, menciptakan suasana yang hidup namun tetap terasa nyaman. Anak-anak berlarian di area terbuka, sementara orang dewasa menikmati hidangan sambil berbincang santai.
Kehadiran Srawung Sor Pring menjadi bukti bahwa wisata kuliner tidak selalu harus identik dengan kemewahan atau konsep modern. Dengan mengangkat kearifan lokal, baik dari sisi menu maupun suasana, tempat ini berhasil menghadirkan pengalaman yang sederhana namun berkesan. Perpaduan antara rasa, alam, dan kebersamaan menjadi nilai utama yang ditawarkan.
Bagi warga Surabaya dan sekitarnya, Srawung Sor Pring dapat menjadi pilihan tepat untuk menghabiskan waktu luang tanpa harus meninggalkan kota. Di bawah rindangnya pohon bambu, pengunjung diajak menikmati kekayaan kuliner Jawa Timur sekaligus merasakan kembali makna sederhana dari sebuah kebersamaan. Sebuah ruang di mana rasa dan suasana berpadu, menghadirkan cerita yang layak dikenang.