Home PariwisataBandung Tetap Jadi Magnet Wisata, Farhan Soroti Tren Positif Sektor Pariwisata
dok. koran.pikiran-rakyat.com

Bandung Tetap Jadi Magnet Wisata, Farhan Soroti Tren Positif Sektor Pariwisata

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id |– Sektor pariwisata Kota Bandung kembali menunjukkan denyut pertumbuhan yang menjanjikan. Setelah sempat tertekan oleh berbagai dinamika ekonomi dan perubahan pola perjalanan wisata, kini Bandung perlahan namun pasti menegaskan kembali posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan nasional. Tren positif ini tercermin dari data tingkat hunian hotel hingga lonjakan jumlah kunjungan wisatawan sepanjang tahun 2025.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menilai capaian tersebut sebagai sinyal kuat kebangkitan sektor pariwisata sekaligus bukti konsistensi Bandung dalam menjaga daya tariknya di tengah persaingan antar daerah. Menurutnya, sektor pariwisata tidak hanya berperan sebagai penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi wajah identitas kota yang terus berkembang.

“Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa okupansi hotel di Bandung terus meningkat. Ini bukan hanya angka, tetapi gambaran nyata bahwa Bandung tetap menjadi destinasi favorit dan aktivitas ekonomi kota terus bergerak,” kata Farhan, Selasa 3 Februari 2026.

Okupansi Hotel Menguat di Akhir Tahun

Berdasarkan data resmi BPS, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel di Kota Bandung pada Desember 2025 tercatat mencapai 64,14 persen. Angka ini meningkat signifikan sebesar 5,28 poin dibandingkan November 2025. Kenaikan tersebut sekaligus mencerminkan tingginya mobilitas wisatawan pada periode akhir tahun, yang biasanya identik dengan libur panjang, perayaan Natal, dan pergantian tahun.

Jika ditelaah lebih rinci, hotel berbintang mencatat TPK sebesar 69,64 persen, sementara hotel non-bintang berada di angka 43,99 persen. Menariknya, kedua kategori akomodasi ini sama-sama mengalami peningkatan secara month to month. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan pariwisata tidak hanya dinikmati oleh hotel kelas atas, tetapi juga merata hingga ke segmen penginapan menengah dan ekonomi.

Kondisi tersebut menjadi indikator sehatnya ekosistem pariwisata Bandung. Wisatawan dengan berbagai latar belakang ekonomi tetap menemukan pilihan akomodasi yang sesuai, sehingga perputaran ekonomi dapat berlangsung lebih inklusif dan berkelanjutan.

Lonjakan Wisatawan Nusantara

Tak hanya dari sisi perhotelan, pertumbuhan sektor pariwisata Kota Bandung juga tercermin dari peningkatan signifikan jumlah kunjungan wisatawan nusantara (wisnus). Sepanjang Januari hingga Desember 2025, BPS mencatat total perjalanan wisnus ke Kota Bandung mencapai 24,25 juta perjalanan. Angka ini melonjak 23,18 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di kisaran 19,69 juta perjalanan.

Lonjakan tersebut menunjukkan bahwa Bandung masih menjadi magnet kuat bagi wisatawan domestik. Mayoritas pengunjung berasal dari luar daerah, bahkan dari luar Provinsi Jawa Barat. Faktor aksesibilitas yang mudah, ragam destinasi wisata, hingga citra Bandung sebagai kota kreatif dan ramah wisatawan dinilai menjadi daya tarik utama.

Bandung tidak hanya menawarkan wisata belanja dan kuliner, tetapi juga wisata alam, budaya, sejarah, hingga event-event kreatif yang rutin digelar sepanjang tahun. Kombinasi inilah yang membuat wisatawan memiliki banyak alasan untuk kembali berkunjung.

Posisi Strategis di Peta Pariwisata Jawa Barat

Dalam peta pariwisata Jawa Barat, Kota Bandung menempati posisi strategis sebagai daerah tujuan utama wisatawan nusantara. BPS mencatat kontribusi Bandung terhadap total perjalanan wisnus di Jawa Barat mencapai 11,45 persen, menempatkannya di peringkat kedua setelah Kabupaten Bogor yang berkontribusi 15,04 persen.

Bagi Farhan, capaian tersebut bukan sekadar prestasi statistik, melainkan refleksi kepercayaan wisatawan terhadap Bandung sebagai kota tujuan wisata yang konsisten menawarkan pengalaman berkualitas.

Ia menilai, daya saing Bandung terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan tren pariwisata yang terus berubah. Mulai dari pengembangan wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism), pemanfaatan ruang kota yang kreatif, hingga dukungan terhadap pelaku ekonomi kreatif lokal.

Pariwisata sebagai Penggerak Ekonomi Kota

Lebih jauh, Farhan menekankan bahwa sektor pariwisata memiliki efek domino yang luas bagi perekonomian kota. Meningkatnya kunjungan wisatawan berdampak langsung pada sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga UMKM dan pelaku ekonomi kreatif.

Pertumbuhan TPK hotel, misalnya, bukan hanya menguntungkan pengelola hotel, tetapi juga membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan tenaga kerja, serta mendorong konsumsi di sektor pendukung lainnya. Begitu pula dengan lonjakan jumlah wisatawan, yang secara otomatis meningkatkan perputaran uang di dalam kota.

Dalam konteks ini, Pemerintah Kota Bandung berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem pariwisata melalui peningkatan kualitas destinasi, penataan kawasan wisata, serta penguatan promosi berbasis digital.

Tantangan dan Arah Pengembangan

Meski tren pertumbuhan menunjukkan arah yang positif, Farhan menyadari bahwa tantangan sektor pariwisata ke depan tidaklah ringan. Persaingan antar destinasi semakin ketat, sementara ekspektasi wisatawan terhadap kualitas layanan dan kenyamanan juga terus meningkat.

Oleh karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan pariwisata, mulai dari pelaku usaha, komunitas kreatif, hingga masyarakat, untuk bersama-sama menjaga citra Bandung sebagai kota wisata yang aman, nyaman, dan berkesan.

Pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan juga menjadi perhatian utama. Pemerintah kota berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan aspek lingkungan dan sosial, agar pariwisata tidak justru menimbulkan masalah baru bagi warga kota.

Optimisme Menatap Tahun 2026

Dengan berbagai capaian positif sepanjang 2025, Farhan optimistis sektor pariwisata Kota Bandung akan terus tumbuh pada tahun 2026. Data BPS yang menunjukkan peningkatan okupansi hotel dan lonjakan kunjungan wisatawan menjadi fondasi kuat untuk melangkah lebih jauh.

Ia berharap, ke depan Bandung tidak hanya dikenal sebagai destinasi favorit, tetapi juga sebagai kota yang mampu mengelola pariwisata secara inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pertumbuhan pariwisata, menurut Farhan, pada akhirnya bukan sekadar tentang angka kunjungan, melainkan tentang bagaimana aktivitas wisata mampu menghidupkan ekonomi kota, memperkuat identitas budaya, dan meningkatkan kualitas hidup warga Bandung.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain