Megapolitan.id |-Tingkat kunjungan masyarakat yang berburu takjil di Teras Udayana tetap tinggi meski cuaca ekstrem melanda Kota Mataram dalam sepekan terakhir. Event Kampoeng Kuliner Ramadan Season 2/1447 Hijriah yang digelar sejak 21 Februari hingga 1 Maret 2026 itu bahkan mampu menarik hingga 500 pengunjung per hari.
Di tengah hujan dan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, antusiasme masyarakat tidak surut. Setiap sore menjelang waktu berbuka, kawasan Teras Udayana tetap dipadati warga yang datang untuk berburu aneka takjil sekaligus menikmati suasana Ramadan di ruang terbuka kota.
Kegiatan yang berlangsung pukul 16.00–22.00 WITA ini menjadi ruang alternatif bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu ngabuburit. Tak sekadar membeli makanan, pengunjung juga dapat merasakan atmosfer kebersamaan yang hangat—sesuatu yang sering kali dirindukan selama bulan suci.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram, Cahya Samudra, menyampaikan bahwa capaian tersebut menunjukkan daya tarik acara tetap kuat, meskipun dihadapkan pada tantangan cuaca dan persaingan promosi lokasi berbuka puasa lainnya.
“Dengan kondisi cuaca yang kurang bersahabat, antusias masyarakat masih tinggi. Rata-rata kunjungan sudah sesuai target, bahkan bisa mencapai 500 orang per hari,” ujarnya Sabtu 28 Februari 2026.
Pernyataan itu menegaskan bahwa Kampoeng Kuliner Ramadan bukan sekadar agenda musiman, tetapi sudah menjadi destinasi favorit warga. Bahkan, potensi kunjungan dinilai masih bisa meningkat jika kondisi cuaca lebih mendukung.
“Kalau cuaca lebih baik, bukan tidak mungkin kunjungan bisa tembus 1.000 orang per hari,” kata Cahya.
Optimisme tersebut bukan tanpa alasan. Konsep acara tahun ini dinilai lebih matang dan variatif dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Tidak hanya menghadirkan kuliner Nusantara, panitia juga memasukkan sentuhan cita rasa internasional untuk memperluas pilihan menu.
Sebanyak 40 tenant terkurasi turut meramaikan event ini. Pengunjung dapat menemukan beragam takjil tradisional seperti kolak, es campur, hingga gorengan hangat, sekaligus menu kekinian dan internasional yang menggoda selera. Kombinasi ini menciptakan pengalaman kuliner yang lebih kaya dan inklusif.
Menurut Cahya, seluruh tenant yang berpartisipasi telah melalui proses seleksi ketat dari sekitar 120 pendaftar. Kurasi ini dilakukan untuk memastikan variasi produk tetap terjaga dan mencegah menu serupa dijual di lebih dari satu lapak.
“Kami ingin masyarakat punya banyak pilihan, mulai dari menu favorit lokal hingga cita rasa internasional. Semua sudah dikurasi agar kualitas dan keragamannya terjaga,” jelasnya.
Langkah kurasi tersebut menjadi kunci agar pengunjung tidak merasa bosan dengan pilihan yang monoton. Setiap tenant diharapkan membawa keunikan tersendiri, baik dari sisi rasa, penyajian, maupun konsep produk.
Tak hanya soal makanan, Kampoeng Kuliner Ramadan juga menghadirkan hiburan religi sebagai daya tarik tambahan. Setiap malam, pengunjung disuguhkan talk show bernuansa Islami, penampilan musik religi, hingga lomba mewarnai anak dengan tema Islami. Kehadiran program ini menjadikan event terasa lebih hidup dan edukatif.
Anak-anak dapat mengikuti lomba mewarnai sambil menunggu waktu berbuka, sementara orang tua menikmati suasana santai di bawah langit senja Mataram. Perpaduan kuliner dan hiburan religi inilah yang menjadi pembeda utama tahun ini.
Secara tidak langsung, event ini juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku UMKM lokal. Dengan jumlah pengunjung rata-rata 500 orang per hari, peluang transaksi tentu cukup signifikan. Terlebih, Ramadan merupakan momen emas bagi pedagang makanan dan minuman.
Di sisi lain, keberadaan ruang terbuka seperti Teras Udayana memberikan nilai tambah tersendiri. Pengunjung dapat menikmati udara segar sambil bersantai, berbeda dengan suasana berbuka di dalam ruangan tertutup. Meski cuaca sempat kurang bersahabat, hal tersebut tidak mengurangi minat masyarakat untuk datang.
Kampoeng Kuliner Ramadan Season 2/1447 Hijriah membuktikan bahwa kreativitas dalam mengemas acara mampu menjaga daya tarik publik. Dengan konsep yang terus diperbarui dan pengelolaan yang lebih profesional, event ini berpotensi menjadi agenda tahunan unggulan Kota Mataram.
Ke depan, jika promosi semakin diperluas dan fasilitas pendukung ditingkatkan, bukan tidak mungkin jumlah kunjungan akan terus bertambah. Apalagi dengan target optimistis yang disebutkan dapat menembus 1.000 pengunjung per hari saat cuaca membaik.
Pada akhirnya, Kampoeng Kuliner Ramadan di Teras Udayana bukan hanya soal berburu takjil. Ia telah menjelma menjadi ruang pertemuan, wadah silaturahmi, sekaligus penggerak ekonomi lokal yang memperkaya suasana Ramadan di Kota Mataram.