Megapolitan.id | Kota Bekasi – Kerusakan jalan berlubang di Kota Bekasi kembali menjadi sorotan serius setelah cuaca ekstrem melanda wilayah tersebut sejak awal tahun 2026. Kondisi ini tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menimbulkan risiko keselamatan bagi para pengguna jalan.
Menanggapi situasi tersebut, DPRD Kota Bekasi mendesak Pemerintah Kota Bekasi agar segera mempercepat proses perbaikan infrastruktur jalan. Langkah cepat dinilai penting untuk mencegah semakin banyaknya kecelakaan serta memastikan aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Data sementara menunjukkan bahwa sekitar separuh dari total infrastruktur jalan di Kota Patriot mengalami kerusakan cukup parah akibat intensitas hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir. Bahkan, kondisi jalan yang rusak tersebut dilaporkan telah menyebabkan korban jiwa.
Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hari, turut menyoroti penanganan kerusakan jalan yang selama ini dilakukan melalui tim “Si Tambal” dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA). Ia menilai metode perbaikan yang digunakan belum memberikan hasil yang optimal karena kualitas material yang dipakai dianggap kurang memadai.
“Si Tambal ini tidak efektif karena bahan yang dipergunakan kualitasnya tidak bagus. Akibatnya, perbaikan hanya bersifat sementara dan tidak lama kemudian jalan kembali berlubang hingga memakan korban,” ujar Latu Har Hari, (28/2) lalu.
Selain faktor cuaca, Latu menyoroti kendala penyerapan anggaran tahun 2025 yang hanya mencapai 90 persen pada sektor infrastruktur. Ia mendesak agar proses lelang atau tender pada anggaran murni 2026 segera dilaksanakan pada bulan Februari ini agar tidak terjadi keterlambatan serupa.
“Kami meminta Pemkot Bekasi melakukan pemetaan strategis, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk ruas jalan yang bukan merupakan kewenangan kota,” ungkapnya.
Latu juga memberikan kritik keras terkait munculnya aksi swadaya anak muda yang memperbaiki jalan menggunakan dana pribadi karena lambatnya respons pemerintah.
Ia menilai fenomena viral tersebut merupakan teguran nyata bagi efektivitas pelayanan publik di Kota Bekasi.
“Inisiatif warga memperbaiki jalan dengan biaya sendiri adalah kritik keras bagi Pemerintah Kota Bekasi. Kami di Komisi 2 meminta Wali Kota untuk mengajak mereka bersinergi dan segera mengeksekusi aspirasi masyarakat agar perbaikan jalan dilakukan secara permanen dengan kualitas yang baik,” tegasnya.
Ia mengaku untuk terus mengevaluasi pengerjaan infrastruktur tahun 2026 bersama Dinas BMSDA dan Disperkimtan terkait infrastruktur jalan berlubang usai cuaca ekstrim.
“Dengan alokasi anggaran yang ada, diharapkan perbaikan jalan tidak lagi sekadar tambal sulam, melainkan solusi jangka panjang yang mengedepankan keamanan dan kenyamanan warga,” pungkasnya. (Adv)