Megapolitan.id | Kota Bekasi–Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Dariyanto, S.Kom, M.Pd yang menilai sejumlah program strategis telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun ia menyoroti soal ionvestasi yang cenderung menurun.
Dalam hasil rapat dengar pendapat bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), DPRD mencatat adanya penurunan capaian investasi dibandingkan periode sebelumnya.
“Berdasarkan hearing dengan dinas terkait, capaian investasi sekitar 79 persen, lebih kecil dibanding masa pandemi COVID-19. Salah satu faktornya karena program strategis nasional sudah banyak yang selesai,” jelasnya.
Daryanto menambahkan, melemahnya daya beli masyarakat juga berdampak pada sektor perdagangan dan jasa.
Beberapa pusat perbelanjaan dilaporkan mengalami penurunan aktivitas bahkan tutup.
Padahal, menurutnya, Kota Bekasi diharapkan mampu menjadi ikon kota jasa dan perdagangan di wilayah penyangga ibu kota.
“Kita membutuhkan investor untuk terus berkembang. Karena itu, pemerintah harus fokus meningkatkan kembali nilai investasi,” tuturnya.
Ia juga menjelaskan nilai investasi tidak mencakup pengadaan lahan, melainkan berdasarkan laporan realisasi pelaku usaha.
DPRD turut menyoroti pentingnya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Industri sebagai roadmap jangka panjang pembangunan ekonomi daerah.
“Perda kawasan industri menjadi peta jalan agar Kota Bekasi memiliki arah pengembangan investasi yang jelas dan bisa mendapatkan stimulan dari pemerintah pusat,” ujarnya.
Selain itu, Daryanto menekankan perlunya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, terutama terkait persoalan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang sempat menimbulkan kebingungan di masyarakat.
“Masyarakat tahunya itu pemerintah. Maka koordinasi pusat dan daerah harus lebih disinkronkan agar tidak menimbulkan keresahan,” tegasnya.
PPDB Online Jadi Agenda Pengawasan
Sementara, menjelang pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online, DPRD juga meminta pemerintah mengantisipasi persoalan klasik yang kerap muncul setiap tahun.
“PPDB online jangan sampai menimbulkan masalah seperti sebelumnya. Harus ada perbaikan sistem agar tidak berulang setiap tahun,” ujar Daryanto.
Ia juga menegaskan, Fraksi Golkar akan terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi demi kepentingan masyarakat.
“Kalau sudah baik, kita lanjutkan. Kalau masih kurang, mari kita perbaiki bersama. Pemerintah kota dan DPRD harus bersinergi untuk kebaikan masyarakat,” pungkasnya. (Adv.)