Megapolitan.ID | Tim gabungan pemangku kepentingan melakukan kegiatan susur sungai di sepanjang aliran Kali Bekasi untuk memetakan titik-titik krusial pengendalian banjir dan meninjau celah tanggul yang belum tersambung.
Peninjauan lapangan ini bertujuan untuk mencari solusi teknis serta menyinkronkan kebijakan antara Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC), Pemerintah Kota Bekasi, dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna menuntaskan persoalan banjir yang kerap merendam kawasan pemukiman warga.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Komisi II DPRD Kota Bekasi ini menyisir area dari Pos Pantau KP2C menuju wilayah PGP, Kemang IFI Graha, Pondok Mitra Lestari (PML), Kemang Pratama, hingga berakhir di Delta Pekayon. Ketua Komisi II DPRD Kota Bekasi, Latu Har Hary, menegaskan bahwa susur sungai ini merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi sebelumnya guna memastikan proyek infrastruktur berjalan sesuai rencana.
“Ini merupakan tindak lanjut dari rapat Komisi II sebelumnya yang melibatkan BBWSCC, KP2C, Dinas DBMSDA, BPN, dan warga. Harapannya semua pihak bisa duduk bersama agar permasalahan banjir ini dapat teratasi,” ujar Latu Har Hary dalam keterangannya dikutip (6/3/2026).
Latu mengungkapkan bahwa keluhan utama warga, khususnya di Perumahan Pondok Mitra Lestari, berkaitan dengan proyek normalisasi Kali Bekasi senilai Rp4,7 triliun dari APBN yang belum berjalan maksimal.
Menurutnya, hambatan utama di lapangan adalah persoalan sengketa lahan yang kini tengah menunggu opini hukum (legal opinion) dari Kejaksaan Tinggi Jawa Barat guna memastikan status tanah benar-benar bersih dan tuntas (clear and clean).
“Kami di DPRD akan mendukung penuh, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan pemerintah daerah, karena ini menyangkut penyelesaian banjir yang dirasakan warga di sepanjang Kali Bekasi,” tegas Latu.
Sementara itu, Ketua Komunitas Peduli Sungai Cileungsi-Cikeas (KP2C), Puarman, yang turut serta dalam rombongan, menganalogikan sistem pengendalian banjir saat ini seperti sebuah kapal pesiar yang memiliki kebocoran di beberapa titik. Ia mencatat terdapat celah tanggul sepanjang 470 meter di Pondok Mitra Lestari dan sekitar 200 meter di kawasan Kemang Pratama yang hingga kini belum tersambung.
“Seperti kapal pesiar, sebagus apa pun kalau masih ada yang bolong di beberapa titik, tentu tidak berfungsi dengan baik. Permasalahannya tampaknya berakar pada penyiapan lahan, dan ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi masa depan Kali Bekasi,” pungkas Puarman. (ADV)