Home BeritaWaspada Longsor di Jalur Wisata Sarangan Menuju Tawangmangu Saat Mudik Lebaran 2026
dok. detik.com

Waspada Longsor di Jalur Wisata Sarangan Menuju Tawangmangu Saat Mudik Lebaran 2026

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id |-Menjelang arus mudik Lebaran 2026, para pemudik dan wisatawan yang melintasi jalur wisata di kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan. Salah satu jalur yang menjadi perhatian adalah jalur Sarangan, Kabupaten Magetan menuju Tawangmangu, Jawa Tengah, yang dikenal memiliki potensi rawan tanah longsor, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.

Jalur ini merupakan salah satu rute favorit bagi para pemudik sekaligus wisatawan. Selain menjadi penghubung antarprovinsi, kawasan tersebut juga dikenal memiliki panorama pegunungan yang indah dan udara yang sejuk. Namun di balik keindahan alamnya, karakter geografis wilayah yang didominasi perbukitan dan pegunungan membuat jalur ini rentan terhadap bencana alam seperti longsor, terutama saat musim hujan.

Beberapa titik yang perlu mendapatkan perhatian khusus berada di sepanjang kawasan perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah, mulai dari Tawangmangu–Cemoro Sewu hingga kawasan Sarangan. Jalur ini kerap dilalui kendaraan pribadi, bus wisata, hingga kendaraan logistik, khususnya saat musim libur panjang dan periode mudik Lebaran.

Kasat Lantas Polres Magetan AKP Ade Andini menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk meminimalkan risiko bencana di jalur tersebut. Salah satu langkah yang dilakukan adalah bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan mitigasi di titik-titik rawan longsor.

“Sepanjang jalur wisata Insyaallah sudah di mitigasi terkait rawan longsor oleh BPBD. Mulai Cemoro Sewu Sarangan dan juga daerah Poncol ara Wonogiri,” ujar Ade, Senin (16/3/2026).

Selain melakukan mitigasi, aparat kepolisian juga menempatkan sejumlah personel di beberapa titik strategis. Penempatan petugas ini bertujuan untuk memantau kondisi lalu lintas sekaligus membantu masyarakat jika terjadi keadaan darurat di lapangan.

“Kita menempatkan personel di titik-titik jalur wisata Sarangan dan lainnya,” tandas Ade.

Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan Eka Wahyudi menjelaskan bahwa jalur Sarangan menuju Tawangmangu memang termasuk kawasan yang memiliki potensi longsor cukup tinggi. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh struktur tanah dan kontur wilayah yang berada di kawasan perbukitan.

“Kalau yang rawan longsor spesifik pada jalur mudik itu ya di sepanjang jalan tembus Sarangan menuju Tawangmangu Jateng. Kaena memang jalurnya di perbukitan atau pegunungan,” kata Eka.

Selain jalur Sarangan–Tawangmangu, masyarakat juga diminta waspada saat melintas di jalur Magetan menuju Wonogiri melalui Kecamatan Poncol. Wilayah ini juga termasuk kawasan yang memiliki potensi longsor serta risiko bencana lainnya.

Menurut Eka, selain tanah longsor, wilayah Poncol juga kerap mengalami angin kencang yang berpotensi menyebabkan pohon tumbang. Kondisi tersebut dapat membahayakan pengguna jalan, terutama bagi kendaraan roda dua maupun kendaraan kecil.

“Jalur rawan longsor di Poncol arah Wonogiri. Selain rawan longsor juga rawan angin kencang. Jika angin juga berpotensi pohon tumbang jadi kita himbau waspada,” papar Eka.

Dalam menghadapi potensi risiko tersebut, BPBD Magetan mengimbau masyarakat, khususnya para pemudik, untuk selalu memantau perkembangan kondisi cuaca selama perjalanan mudik. Informasi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang dapat membantu pemudik dalam merencanakan perjalanan secara lebih aman.

Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada periode pertengahan Maret yang bertepatan dengan musim mudik Lebaran masih terdapat potensi hujan yang disertai angin kencang. Meski intensitasnya diprediksi tidak setinggi awal bulan Maret, kondisi cuaca tersebut tetap perlu diwaspadai.

“Prediksi BMKG pada dasarian ke 2 bulan Maret, yang bertepatan dengan mudik lebaran. Diprediksi masih ada hujan disertai angin kencang meskipun intensitasnya menurun dibanding dasarian ke-1 bulan Maret. Oleh sebab itu, diimbau kepada para pemudik untuk senantiasa mengikuti update perkembangan cuaca harian sebagai pedoman dalam bepergian,” imbuh Eka.

Lebih lanjut, ia juga menyarankan para pemudik untuk tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca sedang tidak bersahabat. Menunda perjalanan sementara waktu dianggap sebagai langkah paling aman untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

“Apabila diprediksi akan terjadi cuaca ekstrem lebih baik ditunda kalau terpaksa dimohon menepi dan berlindung di tempat yang aman saat terjadi cuaca ekstrim saat bepergian. Hindari berteduh beristirahat di sekitaran tebing yang rawan longsor untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Segera lapor petugas posko-posko pelayanan mudik lebaran terdekat apabila ada kondisi darurat serta membutuhkan pertolongan,” tandas Eka.

Imbauan ini menjadi penting mengingat jalur Sarangan dan sekitarnya merupakan rute yang cukup ramai dilalui kendaraan saat musim mudik. Selain pemudik, kawasan tersebut juga menjadi destinasi wisata favorit bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana pegunungan selama libur Lebaran.

Dengan adanya koordinasi antara kepolisian, BPBD, serta instansi terkait lainnya, diharapkan potensi risiko bencana dapat diminimalkan. Meski demikian, keselamatan perjalanan tetap sangat bergantung pada kewaspadaan masing-masing pengguna jalan.

Oleh karena itu, para pemudik diharapkan selalu mempersiapkan perjalanan dengan matang, mulai dari memeriksa kondisi kendaraan, memantau perkembangan cuaca, hingga memilih waktu perjalanan yang lebih aman. Dengan langkah-langkah tersebut, perjalanan mudik diharapkan dapat berlangsung lancar, nyaman, dan selamat hingga sampai di tujuan.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain