Home BeritaBali Kembangkan Sport Tourism, Event Lari 20 Ribu Peserta Siap Digelar
dok. baliekbis.com

Bali Kembangkan Sport Tourism, Event Lari 20 Ribu Peserta Siap Digelar

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id |-Upaya memperkuat sektor pariwisata di Bali terus dilakukan melalui berbagai inovasi, salah satunya dengan mengembangkan konsep sport tourism. Gagasan ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman wisata yang lebih beragam sekaligus menarik minat wisatawan dari berbagai kalangan. Dalam konteks tersebut, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pelaku industri pariwisata menjadi faktor penting dalam mendorong keberhasilan program ini.

Gubernur Bali, Wayan Koster, menerima audiensi dari Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies Bali di Jayasabha, Denpasar, Senin (6/4). Pertemuan ini membahas rencana pengembangan sport tourism melalui ajang lari bertajuk “road to 100 tahun pariwisata Bali”.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua DPD ASITA Bali, I Putu Winastra, menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan kegiatan fun run dengan konsep lintasan 5 kilometer dan 10 kilometer. Event ini ditargetkan mampu menarik partisipasi hingga 20.000 peserta, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai sarana promosi destinasi wisata secara berkelanjutan. Lokasi start yang dipilih pun tidak sembarangan, yaitu di kawasan Jatiluwih Rice Terraces, yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata alam Bali dengan panorama sawah berundak yang memukau.

“Tema yang kami usung adalah begin the journey from Jatiluwih. Ke depan, event ini akan digelar bergilir di setiap kabupaten di Bali sebagai upaya memperluas promosi destinasi,” ujar Ketua ASITA Bali.

Konsep penyelenggaraan yang bergilir ini diharapkan mampu memberikan dampak merata bagi seluruh wilayah di Bali. Dengan demikian, potensi wisata di setiap kabupaten dapat lebih dikenal oleh wisatawan, sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di sektor pariwisata.

Lebih lanjut, Winastra menjelaskan bahwa ASITA sebagai organisasi yang telah berdiri sejak 1974 memiliki mandat untuk memasarkan destinasi wisata di seluruh kabupaten/kota di Bali. Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah menjadi sangat penting, terutama dalam hal regulasi dan tata kelola industri pariwisata.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap implementasi kebijakan seperti Peraturan Gubernur Bali Nomor 28 Tahun 2020 dapat semakin memperkuat ekosistem pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan. Selain itu, ASITA Bali juga menyoroti pentingnya peningkatan standar keamanan dan kebersihan di setiap destinasi wisata.

Standar yang baik dan seragam dinilai mampu meningkatkan kepercayaan wisatawan, terutama wisatawan mancanegara yang semakin selektif dalam memilih destinasi. Hal ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga citra Bali sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Dalam waktu dekat, ASITA Bali juga akan menyelenggarakan ajang besar bertaraf internasional, yaitu Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Kegiatan ini akan digelar pada 28–31 Mei di kawasan Nusa Dua.

Event tersebut diperkirakan akan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai negara. Tercatat sementara akan ada 301 buyer dari 40 negara serta 270 perusahaan peserta pameran, ditambah partisipasi dari 11 provinsi di Indonesia. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah menjelang pelaksanaan acara.

BBTF menjadi salah satu ajang strategis dalam mempertemukan pelaku industri pariwisata global dengan destinasi-destinasi unggulan di Indonesia, khususnya Bali. Melalui event ini, peluang kerja sama dan promosi diharapkan semakin terbuka luas.

Menanggapi berbagai inisiatif tersebut, Gubernur Koster menyatakan dukungan penuh terhadap langkah yang diambil oleh ASITA Bali. Ia menilai bahwa pengembangan sport tourism merupakan strategi yang tepat untuk memperkuat daya tarik pariwisata Bali di tengah persaingan global.

“Saya tentu mendukung penuh. Pariwisata Bali memiliki kontribusi sangat besar, sekitar 53 persen terhadap devisa pariwisata nasional dan 45 persen dari total kunjungan wisatawan mancanegara,” ujar Koster.

Menurutnya, peran strategis Bali dalam sektor pariwisata nasional harus diimbangi dengan pembangunan infrastruktur yang memadai. Tanpa dukungan infrastruktur yang baik, potensi besar yang dimiliki Bali tidak akan dapat dimaksimalkan secara optimal.

Pemerintah Provinsi Bali, dengan dukungan pemerintah pusat, terus mendorong percepatan sejumlah proyek strategis. Beberapa di antaranya adalah pembangunan shortcut Denpasar–Singaraja, underpass Jimbaran, serta fasilitas parkir di kawasan Pura Batur.

Proyek-proyek tersebut diharapkan mampu mengatasi berbagai kendala, seperti kemacetan dan keterbatasan akses menuju destinasi wisata. Dengan akses yang lebih baik, pengalaman wisatawan akan semakin nyaman dan menyenangkan.

Koster juga berharap bahwa berbagai upaya yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat Bali. Sebagai daerah yang memberikan kontribusi besar terhadap devisa negara, Bali diharapkan terus mendapatkan perhatian dalam pengembangan infrastruktur dan kebijakan pariwisata.

Lebih dari itu, pengembangan sport tourism dan berbagai event internasional diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Dengan kombinasi antara keindahan alam, kekayaan budaya, dan inovasi pariwisata, Bali diyakini akan terus menjadi pilihan utama wisatawan global.

Kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan visi tersebut. Dengan langkah yang terarah dan berkelanjutan, masa depan pariwisata Bali diyakini akan semakin cerah dan kompetitif di tingkat internasional.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain