Home BeritaAPI–IWS Siapkan Tenaga Ahli Pengelasan Indonesia untuk Industri Global

API–IWS Siapkan Tenaga Ahli Pengelasan Indonesia untuk Industri Global

by Ikon logo megapolitanM Hamz
A+A-
Reset

Megapoliran.ID | Asosiasi Pengelasan Indonesia–Indonesian Welding Society (API–IWS) menyiapkan tenaga ahli pengelasan asli Indonesia untuk memenuhi kebutuhan industri dalam dan luar negeri.

Ketua Umum API–IWS, Edi Diarman, menegaskan asosiasi tersebut berfokus membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus memperluas peluang kerja di sektor pengelasan yang terus berkembang.

“Kegiatan API–IWS mencakup seluruh proses dan teknologi pengelasan yang ruang lingkupnya sangat luas, baik dari pekerjaannya, material, maupun kompetensi personelnya,” kata Edi dalam Munas yang digelar di Gedung InterDisciplinary Engineering, Universitas Indonesia, Depok, Sabtu (6/12/2025).

Ia mengungkapkan, API–IWS kini tengah menyiapkan skema sertifikasi perusahaan melalui standar internasional ISO 3834 bekerja sama dengan IEW.

“Langkah ini membuat API–IWS semakin siap menjadi pusat pembinaan tenaga profesional di bidang pengelasan,” ungkapnya.

Edi menilai peluang kerja di sektor pengelasan sangat besar, baik di Indonesia maupun mancanegara.

Ia mencontohkan kebutuhan tenaga las global yang mencapai jutaan posisi karena banyak negara mengalami kekurangan pekerja terampil.

“Peluangnya luar biasa besar. Ini kesempatan bagi bangsa kita. Jangan sampai diisi orang luar,” tegasnya.

API–IWS, lanjutnya, menargetkan menjadi tulang punggung industri nasional dengan terus meningkatkan kualitas tenaga welder Indonesia.

“Instruktur las harus paham material. Mengelas aluminium berbeda dengan stainless steel, berbeda lagi dengan baja. Ada ribuan jenis material yang butuh keahlian berbeda,” jelasnya.

Ia berharap API-IWS dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyediakan sumber daya manusia berkualifikasi tinggi.

“API–IWS aktif menyusun serta mendukung penerapan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia) dan SNI yang mengacu pada standar internasional,” tuturnya.

Ia menekankan API–IWS focus pada peningkatan keterampilan teknis.

“Welder itu 80 persen skill. Tapi tetap harus dibimbing oleh instruktur, supervisor, hingga welding engineer. Mereka yang memberi instruksi saat membaca gambar kerja di lapangan,” jelas Edi.

API–IWS berkomitmen menjadi wadah bagi pekerja dan pengusaha di bidang pengelasan, sekaligus membuka jaringan kerja luas untuk penempatan tenaga las di berbagai proyek nasional maupun internasional. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes1No1

Baca Artikel Lain