Home Urban UpdateBGN Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Bekasi

BGN Salurkan Makanan Bergizi Gratis untuk Warga Terdampak Banjir di Bekasi

by Ikon logo megapolitanM Hamz
Published: Updated:
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Badan Gizi Nasional (BGN) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cikarang Utara menyalurkan bantuan Makanan Bergizi Gratis (MBG) kepada 150 warga yang terdampak banjir di Desa Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Bantuan ini diberikan sebagai bentuk respon cepat terhadap kondisi darurat akibat luapan sungai dan curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut.

Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan distribusi makanan dilakukan secara intensif sebanyak tiga kali sehari, yaitu pada pagi, siang, dan malam.

“Penyaluran bantuan dilakukan tiga kali, makan pagi mulai pukul 06.30 WIB, siang pukul 11.30 WIB, dan malam pukul 18.00 WIB,” ujar Dadan dalam keterangannya, Rabu (10/7/2025).

Ia menjelaskan, distribusi dilakukan langsung dari dapur SPPG ke posko-posko pengungsian menggunakan kendaraan operasional, dengan dukungan dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang memastikan bantuan tiba hingga ke tangan warga yang masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Dadan menegaskan bahwa kehadiran SPPG menjadi ujung tombak dalam penanganan intervensi gizi, terutama dalam situasi bencana. Ketika sistem logistik dan produksi makanan rumah tangga terganggu, keberadaan SPPG sangat krusial.

“Dalam keadaan darurat, rumah tangga tak bisa lagi mengandalkan dapurnya. Di situlah peran SPPG penting kami memiliki tenaga yang terlatih dan siap siaga 24 jam,” tambahnya.

Selain melayani warga terdampak bencana, SPPG tetap melaksanakan tugas reguler melayani penerima manfaat program MBG yang telah terdata sebelumnya.

Menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi, banjir telah melanda 23 desa di 13 kecamatan, dengan ketinggian air mencapai satu meter di sejumlah lokasi.

“Sebanyak 11.096 jiwa dari 2.774 kepala keluarga terdampak, sementara 1.847 jiwa dari 463 KK dilaporkan harus mengungsi,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, Muchlis, menyebut banjir disebabkan oleh curah hujan ekstrem dan meluapnya aliran sungai di sekitar pemukiman warga.

“Wilayah terdampak antara lain yakni Desa Sukamekar (Sukawangi), Kedung Pengawas (Babelan), Satriajaya, Sriamur, Karangsatria (Tambun Utara), Sukajadi (Sukakarya), serta wilayah Cikarang Utara dan Cikarang Timur, termasuk Desa Simpangan—lokasi dapur SPPG berada,” pungkasnya. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain