Home OpiniCari Muka, Budaya Yang Kita Biarkan Subur?

Cari Muka, Budaya Yang Kita Biarkan Subur?

Oleh: Noto Susanto, SE, MM (Dosen Unpam)

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
A+A-
Reset

Apakah itu salah? Tentu tidak. Justru dari situ, orang mulai membangun persepsi Anda rajin, disiplin, dan bisa diandalkan. Nilai-nilai itu memberi Anda keunggulan nilai lebih yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain.

Dalam hal ini, “cari muka” bukan soal menjilat, tapi tentang menampilkan versi terbaik dari diri sendiri secara otentik, dengan didukung oleh kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan nyata. Ini bukan pencitraan kosong, melainkan cara strategis untuk menciptakan kesan positif yang sejalan dengan kompetensi.

Maka, daripada menghindari istilah “cari muka”, mungkin kita hanya perlu meluruskan niat dan cara. Jika dilakukan dengan tulus, profesional, dan konsisten, cari muka bisa menjadi langkah awal membangun reputasi dan kepercayaan yang berdampak besar di kemudian hari.

Hal yang perlu dihindari adalah sikap bermuka dua, yang merupakan bentuk kemunafikan dan sangat ditakuti oleh banyak orang. Terutama jika seseorang lebih mementingkan dirinya sendiri dan menunjukkan karakter seperti:

Pura-pura baik di depan, tetapi di belakang suka membicarakan hal negatif tentang orang lain.

Mengakui hasil kerja orang lain sebagai miliknya.

Melaporkan bahwa rekan kerjanya tidak kompeten (tidak bisa kerja) atau hasil kerjanya biasa-biasa saja.

Iseng mengabarkan bahwa rekannya kurang disiplin, tidak bertanggung jawab, atau belum menunjukkan loyalitas.

Intinya, orang seperti ini cenderung melihat bahwa tidak ada satu pun orang lain yang benar, selain dirinya sendiri.

Kemungkinan besar, orang-orang dengan sikap seperti itu memang ada di sekitar kita. Sebenarnya, itu adalah hak mereka untuk bersikap seperti itu, dan hanya kita yang bisa menilai bagaimana menyikapinya.

Kita bisa tetap bersikap ramah, namun tidak perlu terlalu dekat atau menjalin keakraban yang berlebihan. Sebab, pada akhirnya kita sendiri yang bisa menjadi korban dari laporan-laporannya.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain