Megapolitan.id – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Internasional, The Sunan Hotel Solo menunjukkan komitmennya terhadap penguatan literasi dan pendidikan berbasis komunitas dengan berkolaborasi bersama Solo Book Party (SBP). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penyelenggaraan acara bertajuk “Solo Book Party – Edisi Spesial 2 Tahun SBP” yang digelar pada Sabtu (24/1/2026) di Pool Bar The Sunan Hotel Solo.
Kegiatan ini menjadi momentum istimewa, tidak hanya karena bertepatan dengan Hari Pendidikan Internasional, tetapi juga menandai dua tahun perjalanan Solo Book Party sebagai komunitas literasi yang konsisten menghadirkan ruang membaca alternatif di Kota Solo. Acara tersebut sekaligus menegaskan bahwa literasi dapat tumbuh subur melalui kerja sama lintas sektor, termasuk antara dunia perhotelan dan komunitas pendidikan.
Acara yang dimulai pukul 15.00 WIB ini dihadiri oleh puluhan pencinta buku dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar, mahasiswa, pekerja kreatif, hingga masyarakat umum yang memiliki minat besar terhadap dunia literasi. Suasana santai namun penuh makna terasa sejak awal kegiatan, menciptakan ruang aman dan nyaman bagi peserta untuk menikmati aktivitas membaca bersama.
Rangkaian kegiatan dalam Solo Book Party edisi spesial ini dirancang untuk mendorong kebiasaan membaca sekaligus memperkuat interaksi antaranggota komunitas. Agenda utama diawali dengan silent reading, di mana para peserta membaca buku pilihan masing-masing dalam suasana tenang dan reflektif. Konsep ini menjadi ciri khas Book Party yang menempatkan aktivitas membaca sebagai pengalaman personal, namun tetap terasa kolektif.
Setelah sesi membaca mandiri, acara dilanjutkan dengan sharing session, yang memberi ruang bagi peserta untuk saling berbagi cerita, perspektif, dan kesan atas buku yang mereka baca. Diskusi berlangsung cair, memperlihatkan betapa buku dapat menjadi jembatan dialog lintas usia dan latar belakang sosial.
Puncak acara diisi dengan bincang inspiratif bersama Samuel Pandiangan, Founder Indonesia Book Party. Dalam sesi ini, Samuel membagikan perjalanan terbentuknya Indonesia Book Party, tantangan membangun komunitas literasi di tengah budaya digital, serta pentingnya konsistensi dalam menciptakan ruang baca yang inklusif dan menyenangkan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan komunitas menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan oleh The Sunan Hotel Solo.
“Kami sangat mengapresiasi dukungan The Sunan Hotel Solo dalam memfasilitasi Solo Book Party sebagai bagian dari penguatan ekosistem literasi. Ke depan, kami berharap komunitas literasi ini dapat terus berkembang secara konsisten dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan budaya baca dan pendidikan masyarakat,” ujarnya.
Dukungan dari pihak hotel dinilai memiliki arti strategis, karena membuka akses literasi di ruang-ruang publik yang sebelumnya jarang dimanfaatkan untuk kegiatan membaca. Kolaborasi ini juga memperlihatkan bahwa literasi bukan hanya tanggung jawab lembaga pendidikan formal, melainkan membutuhkan peran aktif berbagai pihak.
General Manager The Sunan Hotel Solo, Retno Wulandari, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan nilai dan visi perusahaan dalam mendukung pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia. Menurutnya, dunia hospitality memiliki potensi besar untuk menjadi ruang tumbuhnya kegiatan sosial dan edukatif.
“Momentum Hari Pendidikan Internasional kami maknai sebagai bentuk komitmen The Sunan Hotel Solo untuk berperan aktif dalam mendukung ekosistem literasi. Kami percaya bahwa pendidikan dapat tumbuh melalui berbagai ruang kolaboratif, termasuk di lingkungan hospitality,” kata dia.
Retno menambahkan, The Sunan Hotel Solo akan terus membuka diri terhadap berbagai inisiatif komunitas yang membawa dampak positif bagi masyarakat. Hotel tidak hanya diposisikan sebagai tempat menginap atau ruang bisnis, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem sosial yang mendukung pembelajaran sepanjang hayat.
Kolaborasi dengan Solo Book Party menjadi salah satu bentuk nyata dari komitmen tersebut. Dengan menyediakan ruang, fasilitas, serta suasana yang nyaman, The Sunan Hotel Solo berharap kegiatan literasi dapat menjangkau lebih banyak kalangan dan menginspirasi lahirnya komunitas-komunitas serupa di wilayah lain.
Perayaan dua tahun Solo Book Party ini pun menjadi refleksi perjalanan komunitas literasi yang tumbuh dari kesadaran bersama akan pentingnya membaca. Di tengah arus informasi cepat dan dominasi media digital, kehadiran komunitas seperti SBP menjadi pengingat bahwa membaca buku tetap relevan sebagai sarana memperluas wawasan dan memperdalam pemikiran kritis.
Bagi para peserta, kegiatan ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan ruang perjumpaan yang mempertemukan individu-individu dengan kecintaan yang sama terhadap buku. Interaksi yang terbangun selama acara memperlihatkan bahwa literasi dapat menjadi medium penguat jejaring sosial sekaligus penggerak perubahan budaya baca di tingkat lokal.
Dengan terselenggaranya Solo Book Party edisi spesial ini, The Sunan Hotel Solo dan Solo Book Party menunjukkan bahwa sinergi antara sektor swasta dan komunitas dapat melahirkan inisiatif edukatif yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada satu momentum, melainkan terus berlanjut dalam berbagai bentuk kegiatan literasi lainnya.
Perayaan dua tahun Solo Book Party tidak hanya menjadi tonggak penting bagi komunitas literasi tersebut, tetapi juga menegaskan posisi The Sunan Hotel Solo sebagai mitra strategis dalam mendukung inisiatif sosial dan edukatif. Melalui langkah-langkah kolaboratif seperti ini, penguatan budaya baca dan pendidikan masyarakat di Kota Solo diharapkan dapat terus tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan.