Daftar Isi
Polemik seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka di Sulawesi Selatan tengah menjadi perhatian publik. Proses seleksi yang menuai sorotan masyarakat mendorong Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan mengambil langkah serius dengan mengagendakan rapat dengar pendapat (RDP) untuk menelusuri persoalan tersebut secara menyeluruh.
RDP tersebut direncanakan menghadirkan sejumlah pihak terkait, mulai dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Sulawesi Selatan, panitia seleksi Paskibraka, hingga pihak kepolisian. Langkah ini dilakukan agar polemik yang berkembang di masyarakat dapat dijelaskan secara terbuka dan tidak menimbulkan spekulasi berkepanjangan.
Anggota Komisi C DPRD Sulawesi Selatan, Andre Prasetyo Tanta, mengatakan pihaknya ingin memastikan seluruh proses seleksi dapat ditelusuri dengan jelas hingga persoalan benar-benar tuntas.
“Mengenai permasalahan itu, kami sedang lagi menelusuri permasalahan ini sampai dengan tuntas,” ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Kamis, 28 Mei 2026.
Menurut Andre, DPRD Sulsel telah sepakat untuk mengagendakan RDP sebagai langkah resmi guna mengetahui secara detail proses seleksi calon Paskibraka yang menjadi perbincangan publik.
DPRD Ingin Proses Seleksi Terbuka dan Jelas
Paskibraka selama ini dikenal sebagai salah satu kegiatan prestisius bagi pelajar di Indonesia. Para peserta yang terpilih biasanya melalui proses seleksi ketat mulai dari tingkat daerah hingga nasional. Karena itu, ketika muncul polemik dalam proses seleksi, perhatian publik pun langsung tertuju pada mekanisme penilaian dan transparansi panitia.
Andre menegaskan bahwa DPRD Sulsel ingin memastikan seluruh tahapan seleksi berjalan sesuai aturan dan prinsip keadilan. Untuk itu, pihaknya meminta agar seluruh pihak terkait hadir dalam forum RDP, termasuk jajaran kepolisian daerah.
“Kami meminta agar secepatnya melaksanakan rapat dengar pendapat bersama dengan Kapolda Provinsi Sulawesi Selatan. Dan juga seluruh panitia seleksi Paskibraka yang akan dikirimkan ke nasional untuk kita mengetahui permasalahan ini,” ucapnya.
Kehadiran berbagai pihak dinilai penting agar proses klarifikasi berlangsung terbuka dan menghasilkan penjelasan yang dapat diterima masyarakat. DPRD juga berharap informasi yang berkembang di media sosial maupun ruang publik tidak semakin liar tanpa dasar yang jelas.
Sebagai informasi, agenda RDP tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 2 Juni 2026. Forum tersebut diharapkan mampu menghadirkan titik terang terkait polemik seleksi calon Paskibraka Sulawesi Selatan.
Polemik Seleksi Jadi Sorotan Publik
Polemik seleksi Paskibraka biasanya menjadi isu sensitif karena menyangkut harapan dan perjuangan para siswa yang telah menjalani latihan dan tahapan seleksi dalam waktu panjang.
Tidak sedikit peserta yang mempersiapkan diri selama berbulan-bulan demi bisa lolos menjadi anggota Paskibraka tingkat provinsi maupun nasional. Karena itu, setiap keputusan dalam proses seleksi kerap mendapat perhatian besar dari keluarga, sekolah, hingga masyarakat.
Kasus yang mencuat di Sulawesi Selatan disebut berkaitan dengan adanya pencoretan salah satu siswi dari calon Paskibraka Istana. Informasi tersebut kemudian menjadi perbincangan luas dan memunculkan berbagai pertanyaan mengenai mekanisme penilaian serta alasan di balik keputusan tersebut.
Situasi ini mendorong berbagai pihak meminta adanya transparansi agar proses seleksi benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara objektif.
Wali Kota Makassar Minta Seleksi Profesional
Sorotan terhadap polemik seleksi Paskibraka juga mendapat perhatian dari Munafri Arifuddin. Ia turut merespons adanya pencoretan siswi dari calon Paskibraka Istana dan berharap panitia seleksi bekerja secara profesional serta transparan dalam setiap tahapan.
Menurut Munafri, para peserta telah mengorbankan waktu, tenaga, dan komitmen besar selama menjalani proses latihan dan seleksi. Karena itu, sistem penilaian harus benar-benar jelas agar tidak menimbulkan kekecewaan maupun polemik berkepanjangan.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap siswa yang bersangkutan karena telah menjalani persiapan dalam waktu yang tidak singkat.
“Wajib bagi kami untuk memberikan support, tapi harus juga melihat seperti apa sistem penilaian yang ada disana,” ujarnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan pentingnya keseimbangan antara dukungan moral kepada peserta dan penghormatan terhadap mekanisme penilaian yang berlaku dalam proses seleksi.
Transparansi Jadi Kunci Kepercayaan Publik
Dalam berbagai proses seleksi publik, transparansi menjadi faktor utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Apalagi seleksi Paskibraka tidak hanya berkaitan dengan kemampuan fisik, tetapi juga menyangkut disiplin, mental, sikap kepemimpinan, hingga representasi daerah di tingkat nasional.
Karena itu, setiap keputusan yang diambil panitia perlu disampaikan secara jelas dan dapat dipahami oleh peserta maupun masyarakat luas.
RDP yang akan digelar DPRD Sulsel diharapkan dapat menjadi ruang evaluasi sekaligus klarifikasi bagi semua pihak. Forum tersebut bukan hanya bertujuan mencari jawaban atas polemik yang muncul, tetapi juga memastikan proses seleksi ke depan berjalan lebih baik dan profesional.
Selain itu, keterlibatan pihak legislatif menunjukkan bahwa persoalan seleksi Paskibraka kini menjadi perhatian serius karena menyangkut kredibilitas institusi dan kepercayaan publik terhadap proses pembinaan generasi muda.
Harapan untuk Perbaikan Sistem Seleksi
Polemik yang terjadi di Sulawesi Selatan juga menjadi pengingat penting bahwa sistem seleksi kegiatan prestisius seperti Paskibraka harus terus diperbaiki dan dievaluasi secara berkala.
Keterbukaan informasi, mekanisme penilaian yang objektif, serta komunikasi yang baik kepada peserta menjadi hal penting agar proses seleksi tidak memunculkan kesalahpahaman.
Masyarakat pun berharap RDP yang akan digelar mampu menghadirkan penjelasan yang utuh terkait polemik tersebut. Dengan demikian, seluruh pihak dapat memahami duduk persoalan secara lebih jernih tanpa dipenuhi asumsi maupun informasi yang belum tentu benar.
Di sisi lain, dukungan kepada para peserta yang telah berjuang dalam proses seleksi juga tetap penting diberikan. Sebab, semangat, kedisiplinan, dan kerja keras yang mereka tunjukkan merupakan bagian dari proses pembentukan karakter generasi muda yang patut diapresiasi.