Home BeritaGerakan Rakyat Bahas 6 Isu Strategis Global dan Tantangan Indonesia

Gerakan Rakyat Bahas 6 Isu Strategis Global dan Tantangan Indonesia

by Ikon logo megapolitanTim Megapolitan
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Jakarta–Dalam rangkaian kegiatan RAPIMNAS I 2025, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Rakyat sukses menyelenggarakan sesi VOX POPULI – Dialog Kebangsaan, yang berlangsung pada Minggu pagi, 13 Juli 2025, di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta Pusat.

Acara yang berlangsung dari pukul 07.00 hingga 21.30 WIB ini menghadirkan sederet pemikir, akademisi, dan tokoh nasional untuk membedah berbagai isu strategis yang memengaruhi arah masa depan bangsa. Dengan Keynote Speech Dr. Anies Rasyid Baswedan mengusung tema “Geopolitik Global dan Masa Depan Indonesia”

Dengan mengusung semangat gotong royong dan keberpihakan pada rakyat, VOX POPULI menjadi ruang diskusi publik yang menghadirkan suara-suara bernas tentang situasi global, teknologi, ekonomi digital, hingga keadilan hukum.

Enam Topik Strategis, Enam Pembicara Terkemuka

Sesi ini dibagi menjadi enam topik utama, masing-masing disampaikan oleh para narasumber yang ahli di bidangnya:

1. Perang Timur Tengah dan Efeknya terhadap Indonesia

Disampaikan oleh Agung Nurwijoyo, topik ini mengupas dampak konflik Timur Tengah terhadap diplomasi, ekonomi energi, dan posisi Indonesia di kancah global. Indonesia didorong untuk memainkan peran aktif sebagai penjaga stabilitas dan solidaritas dunia Islam.

2. Teknologi dan Perang di Masa Depan

Dr. Adri Wanto menyoroti potensi perang siber dan ancaman digital sebagai bagian dari lanskap konflik masa depan. Ia menekankan pentingnya kesiapan Indonesia dalam menghadapi perang generasi kelima yang beroperasi lewat jaringan data dan infrastruktur digital.

3. AI dan Masa Depan Pembangunan Nasional

Dalam paparannya, Dr. Thomhert Suprapto Siadari menjelaskan bahwa Artificial Intelligence (AI) menjadi peluang sekaligus tantangan pembangunan. Jika tidak diantisipasi secara adil, AI bisa memperlebar ketimpangan sosial. Maka, strategi nasional berbasis AI inklusif menjadi keharusan.

4. Digitalisasi dan Demokrasi

Prof. Burhanuddin Muhtadi mengangkat isu disrupsi politik akibat algoritma media sosial. Ia mengingatkan bahwa demokrasi digital tanpa literasi dan regulasi akan membuka ruang bagi manipulasi informasi dan polarisasi publik yang berbahaya.

5. Trade War AS–China dan Posisi Ekonomi Indonesia

Prof. Didin Damanhuri membedah peluang dan risiko perang dagang AS–Tiongkok terhadap ekonomi Indonesia. Ia menyarankan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar atau penonton, tetapi mampu memosisikan diri sebagai pemain ekonomi strategis.

6. Keadilan Hukum: Kasus Tom Lembong

Dr. Ari Yusuf Amir menggunakan studi kasus Tom Lembong sebagai refleksi atas wajah hukum di Indonesia. Ia menegaskan pentingnya supremasi hukum yang tidak tebang pilih dan bebas dari kepentingan kekuasaan.

Mewujudkan Arah Baru Indonesia

Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa VOX POPULI adalah forum strategis untuk menyatukan pemikiran kritis lintas sektor. “Di tengah derasnya tantangan global, kita tidak boleh kehilangan arah. Suara rakyat harus diangkat dalam narasi besar kebangsaan,” ujar Sahrin.

Ia juga menambahkan bahwa hasil dan catatan dari sesi VOX POPULI akan menjadi bahan penting dalam penyusunan rekomendasi strategis RAPIMNAS I Gerakan Rakyat, termasuk peta jalan perjuangan organisasi ke depan.

Gerakan Rakyat: Suara, Aksi, dan Harapan

Dialog ini menunjukkan bahwa Gerakan Rakyat tidak hanya aktif dalam aksi sosial-politik, tetapi juga konsisten mendorong ruang intelektual yang kritis dan membumi. Melalui VOX POPULI, Gerakan Rakyat hadir sebagai penyambung lidah rakyat dan penjaga nurani kebangsaan.

Sesi ini ditutup dengan catatan kesimpulan dari Dewan Pakar Gerakan Rakyat, yang akan dikompilasi dalam bentuk dokumen strategis sebagai warisan pemikiran RAPIMNAS I 2025.[]

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes1No0

Baca Artikel Lain