Daftar Isi
Riuh suara masyarakat berpadu dengan lalu lalang kendaraan roda dua dan roda empat memadati kawasan Blok M Hub, Jakarta Selatan, Sabtu, 8 Agustus 2026. Kawasan yang dikenal sebagai salah satu pusat aktivitas masyarakat ibu kota itu kembali menunjukkan geliatnya, terutama saat akhir pekan.
Blok M seolah tidak pernah kehilangan energi. Dari pagi hingga malam, kawasan ini terus dipenuhi masyarakat yang datang dengan berbagai tujuan. Ada yang sekadar melepas penat setelah menjalani rutinitas, berkumpul bersama teman, hingga berburu aneka kuliner yang ditawarkan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Suasana tersebut semakin terasa menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia yang akan berlangsung pada 17 Agustus 2026. Momen kemerdekaan menjadi kesempatan tersendiri bagi pelaku UMKM untuk menarik lebih banyak konsumen melalui beragam produk dan promo.
Lantas, apa harapan para pelaku UMKM di kawasan Blok M Hub menjelang perayaan HUT ke-81 RI?
Blok M Hub Jadi Magnet Kuliner Akhir Pekan
Dari pantauan RRI.co.id, berbagai pelaku UMKM di Blok M Hub menawarkan aneka makanan dan minuman dengan pilihan rasa yang beragam. Kehadiran berbagai jenis kuliner tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat yang menghabiskan waktu di kawasan Blok M.
Menjelang perayaan 17 Agustus, sejumlah pelaku UMKM juga mulai menyiapkan paket promosi makanan dan minuman. Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat pengunjung sekaligus mendongkrak omzet usaha.
Para pelaku usaha melihat momentum libur HUT ke-81 RI sebagai peluang untuk memperluas pasar. Dengan banyaknya masyarakat yang diperkirakan menghabiskan waktu di kawasan Blok M, sektor kuliner pun berpotensi mendapatkan peningkatan transaksi.
Event Musik Ikut Dongkrak Pengunjung
Salah satu pelaku UMKM minuman di Blok M Hub, Joko, mengaku telah mempersiapkan diri untuk menyambut meningkatnya jumlah pengunjung. Pemilik gerai jus ‘Pure Smoothies’ tersebut mengatakan, jumlah pelanggan biasanya meningkat ketika akhir pekan dan saat terdapat acara tertentu.
“Apalagi ‘weekend’, terus ditambah lagi beberapa bulan terakhir ini sering ada event. Sejauh ini lebih stabil (pemasukan untuk usaha) sudah kelihatan lah ‘pattern’-nya lah kapan dia rame,” kata Joko kepada RRI.co.id.
Menurut Joko, animo masyarakat dalam beberapa bulan terakhir cukup tinggi. Salah satu faktor yang turut mendorong keramaian tersebut adalah banyaknya acara musik yang digelar di kawasan Blok M.
“Kalau (acara) dari pemda jujur, saya kurang tahu ya, soalnya yang biasanya bikin event di sini kan dari brand-brand besar. Kayak brand minuman atau Bank, mereka kadang ngundang-ngundang artis gitu,” ucap Joko.
Kondisi tersebut memberikan keuntungan bagi pelaku UMKM karena semakin banyak masyarakat yang datang, semakin besar pula peluang transaksi. Event dan aktivitas publik akhirnya menjadi salah satu penggerak ekonomi informal di kawasan tersebut.
Harga Bahan Baku Jadi Tantangan
Meski aktivitas ekonomi di Blok M Hub terlihat bergairah, pelaku UMKM tetap menghadapi tantangan. Joko menilai menjalankan bisnis di tengah situasi ekonomi yang dinamis bukan perkara mudah.
Ia juga menilai isu ekonomi dan geopolitik global secara tidak langsung dapat memengaruhi daya beli masyarakat maupun harga bahan baku yang digunakan pelaku usaha.
“Pasti ada ya, apalagi beberapa bulan lalu ya, awal mau ada isu perang itu kan. Mungkin itu efeknya enggak-enggak secara langsung, cuma daya beli orang menurutku tetep-tetep,” ujar Joko.
Menurutnya, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu persoalan yang harus dihadapi pelaku usaha. Kondisi tersebut pada akhirnya membuat sebagian pelaku UMKM harus menyesuaikan harga jual agar bisnis tetap berjalan.
“Jadi, mau nggak mau secara terpaksa kita harus naikin harga jual juga. Harga bahan Baku dari situ tuh naik semua,” kata Joko.
Karena itu, menjelang HUT ke-81 RI, Joko berharap pemerintah dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok dan bahan baku usaha.
Harapan UMKM Naik Kelas
Joko berharap pemerintah dapat menghadirkan kebijakan yang mampu memberikan kepastian bagi pelaku UMKM. Menurutnya, stabilitas harga bahan baku menjadi salah satu kebutuhan penting agar pelaku usaha dapat mempertahankan bisnisnya.
“Kalau bisa bahan baku lebih stabil, harganya kan kadang biasanya bahan baku nih naik sampai lima kali turun sekali doang. Kayaknya harus dibikin kebijakan agar harga bahan baku lebih stabil aja mungkin,” ucap Joko.
Selain persoalan harga, Joko juga berharap UMKM Indonesia mampu berkembang hingga menembus pasar internasional. Menurutnya, momentum usia kemerdekaan ke-81 dapat menjadi semangat untuk membawa UMKM menuju level yang lebih tinggi.
“Semoga yang kita takutkan kemarin-kemarin kan banyak ketakutan kan itu tidak terjadi, harapanku juga pemerintah bisa lebih bertanggung jawab. Sehingga yang kebijakan yang keluar pun itu nantinya bakal memudahkan kita,” ujar Joko.
Pelaku UMKM Minta Kepastian Tempat Usaha
Harapan serupa disampaikan Zidane, pelaku UMKM makanan Cimol Keju Barito. Ia berharap pemerintah memberikan dukungan agar UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas dan kelas usahanya.
“Berkembang, naik level, karena kita pun pengen UMKM itu berkelas lah gitu, gak hanya sekedar jualan, tapi ada kualitas gitu. Kalau dari segi ekonomi itu, kalau dari segi kitanya, mungkin transisi ke yang lebih baik,” kata Zidane kepada RRI.co.id.
Zidane juga menyoroti keberlangsungan tempat usaha di Blok M Hub. Ia berharap pemerintah memberikan kepastian kepada para pedagang yang menjalankan usahanya di kawasan tersebut.
“Harapannya pemda atau pemkot setempat memberikan jaminan lah, mengingat kawasan ini milik pemerintah Jakarta. Kalau ini, kan kita sewa sama pemerintah dan kita harus ikutin apa yang apa peraturan yang diinginkan pemerintah,” ucap Zidane.
Untuk menyambut HUT ke-81 RI, Zidane dan timnya juga telah menyiapkan sejumlah gagasan promosi bagi pelanggan.
“Kalau ide sudah ada, jadi tinggal diobrolin bersama tim untuk dieksekusi,” ujar Zidane.
Butuh Pendampingan dan Edukasi UMKM
Selain dukungan dari sisi tempat usaha dan stabilitas harga bahan baku, Zidane berharap pemerintah lebih aktif memberikan pendampingan serta pelatihan kepada pelaku UMKM.
Menurutnya, masih banyak pedagang yang membutuhkan pemahaman mengenai berbagai aspek pengelolaan bisnis, termasuk aturan perpajakan.
“Untuk pesannya, karena kita ini berawal dari pedagang, jadi kurang paham gitu kayak perpajakan segala macem. Belum lagi, ditambah harga bahan baku naik, harapannya ada edukasi untuk UMKM, seperti pendampingan penyuluhan gitu ya,” kata Zidane.
Harapan para pelaku UMKM Blok M Hub tersebut menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya berkaitan dengan perayaan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Dukungan kebijakan, kepastian usaha, edukasi, serta akses pengembangan bisnis menjadi modal penting agar UMKM mampu tumbuh lebih kuat.
Di tengah ramainya kawasan Blok M, para pelaku usaha berharap geliat ekonomi yang tercipta dapat terus berlanjut. Momentum HUT ke-81 RI pun diharapkan menjadi titik baru bagi UMKM untuk berkembang, meningkatkan kualitas, dan perlahan menembus pasar yang lebih luas.