Home BeritaKisah Ridho, Tukang Sol Sepatu di Kupang yang Bertahan di Tengah Persaingan
dok. rri.co.id

Kisah Ridho, Tukang Sol Sepatu di Kupang yang Bertahan di Tengah Persaingan

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Megapolitan.id |-Di tengah hiruk pikuk aktivitas Kota Kupang, tepatnya di sekitar kawasan gereja yang ramai dikunjungi masyarakat, terdapat sosok sederhana yang tetap setia menjalani pekerjaannya dari hari ke hari. Ia adalah Ridho, seorang tukang sol sepatu yang telah mengabdikan sebagian besar hidupnya pada profesi ini.

Pria asal Solo tersebut telah menetap di Kupang sejak tahun 1995. Keputusannya merantau bukan tanpa alasan. Seperti banyak perantau lainnya, Ridho datang dengan harapan mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan peluang kerja yang lebih menjanjikan. Dari situlah perjalanan panjangnya sebagai tukang sol sepatu dimulai.

Selama puluhan tahun, Ridho menekuni pekerjaannya di sudut kawasan gereja Kota Kupang, yang dikenal sebagai salah satu titik keramaian. Lokasi ini menjadi tempat strategis karena banyak orang berlalu-lalang setiap hari, mulai dari pelajar, pekerja, hingga masyarakat umum. Dengan peralatan sederhana yang dimilikinya, Ridho melayani berbagai kebutuhan perbaikan, mulai dari sepatu rusak, sandal yang putus, hingga barang berbahan kulit dan kain lainnya.

Meski terlihat sebagai pekerjaan sederhana, profesi ini menjadi tulang punggung utama bagi keluarganya. Ridho kini telah berkeluarga dan memiliki dua orang anak. Anak pertamanya saat ini duduk di bangku SMP, sementara anak keduanya masih bersekolah di kelas tiga SD. Dari hasil kerja kerasnya setiap hari, ia berusaha memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus memastikan kedua anaknya tetap bisa mengenyam pendidikan.

Namun, perjalanan mencari nafkah yang dijalaninya tidak selalu berjalan mulus. Seiring berjalannya waktu, tantangan demi tantangan mulai muncul. Salah satu yang paling terasa adalah meningkatnya persaingan. Jika dulu pelanggan datang silih berganti tanpa henti, kini kondisi tersebut tidak lagi sama.

Ridho mengungkapkan bahwa saat ini semakin banyak orang yang memiliki keterampilan memperbaiki sepatu sendiri. Selain itu, muncul pula jasa serupa dari berbagai kalangan, termasuk masyarakat lokal dari daerah seperti Timor dan Sabu. Hal ini tentu berdampak pada jumlah pelanggan yang datang kepadanya.

“Sekarang saingan sudah banyak. Orang-orang juga sudah bisa sol sepatu sendiri,” ujar Ridho sambil tetap fokus menjahit bagian sepatu yang rusak.

Meski demikian, Ridho tidak menyerah pada keadaan. Ia menyadari bahwa untuk bertahan di tengah persaingan, diperlukan kemampuan untuk beradaptasi. Oleh karena itu, ia tidak hanya mengandalkan jasa sol sepatu semata. Ridho juga menerima berbagai perbaikan lain, seperti memperbaiki resleting tas maupun koper yang rusak.

Keterampilan tambahan ini menjadi salah satu strategi penting bagi Ridho untuk tetap mendapatkan penghasilan. Dengan memperluas jenis layanan yang ditawarkan, ia berharap dapat menjangkau lebih banyak pelanggan dan tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Di balik semua tantangan yang dihadapi, bagi Ridho pekerjaan ini bukan sekadar sumber penghasilan. Lebih dari itu, pekerjaan ini adalah bentuk tanggung jawab dan dedikasi sebagai kepala keluarga. Setiap jahitan yang ia buat bukan hanya memperbaiki barang milik pelanggan, tetapi juga menjadi bagian dari upayanya menjaga kehidupan keluarganya tetap berjalan.

Setiap hari, Ridho menjalani rutinitas yang hampir sama. Ia datang ke tempatnya bekerja, menyiapkan peralatan, lalu menunggu pelanggan yang datang. Tidak jarang ia harus bersabar dalam waktu yang cukup lama hingga mendapatkan pekerjaan. Namun, kesabaran itulah yang menjadi bagian dari kesehariannya.

Di sudut sederhana tersebut, Ridho terus bekerja dengan tekun. Ia tidak pernah memilih pelanggan, siapa pun yang datang akan dilayani dengan sepenuh hati. Sikap ramah dan hasil kerja yang rapi menjadi nilai lebih yang membuat pelanggan tetap mempercayakan perbaikan barang mereka kepadanya.

Kisah Ridho menjadi gambaran nyata tentang kehidupan para pekerja sektor informal yang sering kali luput dari perhatian. Mereka bekerja tanpa jaminan penghasilan tetap, tanpa kepastian jumlah pelanggan setiap hari, namun tetap bertahan dengan keterampilan yang dimiliki.

Di tengah modernisasi dan perubahan gaya hidup masyarakat, profesi seperti tukang sol sepatu mungkin dianggap semakin tersisih. Namun, bagi Ridho, profesi ini tetap memiliki arti yang sangat besar. Dari pekerjaan inilah ia mampu menghidupi keluarga dan memberikan masa depan bagi anak-anaknya.

Semangat Ridho dalam menjalani hidup patut menjadi inspirasi. Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan dan tantangan, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Baginya, selama masih ada kesempatan untuk bekerja, ia akan terus melangkah dan bertahan.

Pada akhirnya, kisah ini mengingatkan kita bahwa di balik kesederhanaan, terdapat perjuangan yang luar biasa. Ridho adalah salah satu contoh bagaimana ketekunan, kesabaran, dan tanggung jawab dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Di sudut kecil Kota Kupang, ia terus menjalani hari-harinya dengan harapan yang tidak pernah padam.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain