Megapolitan.id |-Perkembangan industri gim digital yang semakin pesat membawa tantangan baru, khususnya dalam hal pengawasan konten dan perlindungan pengguna. Di tengah tingginya minat masyarakat terhadap gim daring, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Komunikasi dan Digital mulai mengambil langkah serius untuk memastikan bahwa konten yang beredar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), tengah menginvestigasi penerapan Indonesia Game Rating System (IGRS) pada platform gim Steam. Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan Ekosistem Digital, Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (Ditje Ekodigi), Sonny Hendra Sudaryana.
Investigasi ini dilakukan menyusul adanya temuan ketidaksesuaian antara klasifikasi usia dengan konten gim yang tersedia di platform tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian publik karena berpotensi memengaruhi pengguna, terutama anak-anak, yang dapat mengakses konten yang tidak sesuai dengan usia mereka.
Dikatakannya, investigasi tersebut karena adanya temuan ketidaksesuaian klasifikasi usia dan konten gim pada platform Steam. Hal tersebut menjadi perhatian publik, karena muatan konten gim, yang tidak sejalan dengan ketentuan klasifikasi usia.
Fenomena ini menyoroti pentingnya sistem rating yang akurat dan transparan. Dalam konteks Indonesia, IGRS berfungsi sebagai panduan bagi orang tua dan pengguna dalam memilih gim yang sesuai dengan usia serta tingkat kematangan pemain. Oleh karena itu, ketidaksesuaian dalam penerapannya dapat menimbulkan risiko, baik dari sisi psikologis maupun sosial.
Sonny menjelaskan bahwa proses pendalaman kasus ini dilakukan melalui investigasi menyeluruh terhadap sejumlah gim yang beredar di Indonesia. Tidak hanya berfokus pada platform, tetapi juga melibatkan pihak pengembang sebagai penyedia konten.
Ia menjelaskan bahwa pendalaman kasus ini, dilakukan dengan melakukan investigasi mendalam terhadap sejumlah gim yang ada di Indonesia. Investigasi itu diungkapkannya, dilakukan Kemkomdigi dengan pendistribusi gim, Steam.
Pendekatan ini dianggap penting untuk memahami secara komprehensif bagaimana mekanisme klasifikasi usia diterapkan. Dengan melibatkan berbagai pihak, pemerintah berharap dapat menemukan akar permasalahan sekaligus merumuskan solusi yang tepat.
“Terkait incident rating game di platform Steam, kami akan dan telah melakukan langkah investigasi. Kita sepakat untuk melakukan investigasi di internal Komdigi, dan di eksternal, di pihak Steam-nya,” kata Sonny dalam konferensi pers di Kantor Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.
Langkah investigasi ini mencakup berbagai aspek, mulai dari proses produksi gim, sistem penilaian konten, hingga distribusi kepada pengguna. Pemeriksaan dilakukan secara mendalam untuk memastikan bahwa seluruh tahapan telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Hal tersebut dilakukan, untuk mengetahui mekanisme klasifikasi pada platform, maupun pengembang game (game developer) sebagai sumber konten. Pendekatan ini dilakukan untuk dapat mengidentifikasi secara utuh, persoalan temuan kasus tersebut, dan penyelesaiannya.
Dengan pendekatan yang komprehensif, pemerintah berharap dapat memberikan kepastian bagi masyarakat, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas bermain anak. Kejelasan sistem rating menjadi hal krusial agar pengguna dapat membuat keputusan yang tepat dalam memilih gim.
Diuraikannya sejumlah pendekatan mendalam ini, yakni mencakup proses produksi, penilaian, hingga distribusi konten. Dengan hal tersebut dikatakan Sonny, dapat memberi kepastian dalam akses gim yang sesuai dengan klasifikasi usia.
Lebih lanjut, Sonny menegaskan bahwa hasil investigasi ini nantinya akan menjadi dasar perbaikan sistem, baik dari sisi teknologi maupun kepatuhan terhadap regulasi. Pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan kasus saat ini, tetapi juga pada upaya pencegahan di masa depan.
“Ke depannya perbaikan baik itu dari sistem atau dari sisi mekanisme compliance terhadap regulasinya. Tujuan utama penerapan IGRS adalah memberi pegangan yang jelas bagi orang tua, agar anak bermain sesuai dengan usianya,” ujar Sonny.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi prioritas utama dalam kebijakan ini. Di era digital saat ini, akses terhadap berbagai jenis konten semakin mudah, sehingga pengawasan menjadi semakin penting.
Selain itu, langkah Kemkomdigi ini juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan bertanggung jawab. Dengan adanya regulasi yang jelas dan pengawasan yang ketat, diharapkan industri gim dapat berkembang tanpa mengabaikan aspek perlindungan pengguna.
Ke depan, kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan pengembang gim menjadi kunci utama dalam menciptakan sistem yang lebih baik. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan setiap konten yang beredar dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan dan memberikan pengalaman bermain yang aman bagi seluruh pengguna.