Home Urban UpdateKunjungi MAN 1, Bawaslu Kota Bekasi Dorong Pendidikan Toleransi Sejak Dini

Kunjungi MAN 1, Bawaslu Kota Bekasi Dorong Pendidikan Toleransi Sejak Dini

by Ikon logo megapolitanM Hamz
A+A-
Reset

Megapolitan.ID | Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bekasi melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Bekasi untuk menanamkan nilai-nilai toleransi dan cinta terhadap sesama sejak usia dini melalui dukungan terhadap Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari sosialisasi pendidikan pemilih pasca-Pemilu dan Pilkada 2024 dalam rangka memperkuat demokrasi dan mencegah politisasi agama di kalangan pelajar.

Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Bekasi, Jhonny Sitorus, mengatakan KBC yang diterapkan di lingkungan pendidikan Kementerian Agama RI sejalan dengan visi Bawaslu dalam menciptakan proses demokrasi yang damai, beradab, dan bebas dari intoleransi.

“KBC di lingkungan madrasah ini selaras dengan upaya kerja kami dalam mendeteksi dan mencegah pelanggaran pemilu di masa depan, seperti politisasi agama dan intoleransi,” kaya Jhonny dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (10/10/2025).

Menurut Jhonny, penerapan Kurikulum Cinta di sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai luhur kepada generasi muda.

Menurutnya, melalui pendidikan karakter ini, siswa diharapkan dapat memahami pentingnya cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dalam keberagaman.

“Kurikulum ini menumbuhkan kesadaran moral dan sosial sejak dini, agar anak-anak kita tumbuh menjadi generasi yang menghargai perbedaan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Jhonny menekankan bahwa peran siswa Madrasah tidak hanya sebagai penerus bangsa, tetapi juga sebagai penjaga demokrasi hasil Pemilu dan Pilkada 2024.

Ia juga mengajak generasi muda untuk berani menyuarakan pendapat secara santun dan konstitusional.

“Menyampaikan pendapat dijamin oleh UUD 1945 sepanjang dilakukan tanpa kekerasan dan tidak anarkis,” tegasnya.

Dengan diterapkannya Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah, Bawaslu Kota Bekasi optimistis Indonesia dapat melahirkan generasi muda (Gen-Z) yang lebih toleran, inklusif, dan penuh kasih sayang.

“Kami akan terus bersinergi dengan pihak Madrasah untuk mewujudkan masyarakat yang harmonis dalam keberagaman,” pungkasnya. (*)

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain