Megapolitan.ID | Dalam upaya memperkuat peran dakwah dan pembangunan berkelanjutan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Dewan Dakwah menyelenggarakan Ceremony Pelepasan Da’i ke Penjuru Negeri yang digelar di Paragon Community Hub, Jakarta Selatan.
Kegiatan ini mengangkat tema “Dari Pedalaman Membangun Peradaban untuk Mewujudkan Sustainable Development Goals (SDGs)”, sebagai wujud nyata kontribusi dakwah terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Ketua Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Didin Hafidhuddin mengatakan momentum tahunan ini menjadi semakin istimewa karena menandai pengiriman jumlah da’i terbanyak sepanjang sejarah penugasan Dewan Dakwah.
“Tidak hanya sebagai seremoni, acara juga dimeriahkan dengan pameran foto kegiatan para da’i serta aksi-aksi nyata LAZNAS Dewan Dakwah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di wilayah pedalaman,” kata Didin dalam keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (1/8/2025).
Ketua Pembina Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Didin Hafidhuddin dalam sambutannya menegaskan pentingnya dakwah kolektif dan terorganisir.
“Dakwah itu bukan hanya dilakukan sendiri, tapi bersama-sama dalam barisan yang rapi dan teratur. Kita semua berkumpul di sini untuk mendukung dakwah pedalaman demi kemajuan umat,” tegasnya.
Ia menjelaskan sebanyak 225 da’i dilepas untuk bertugas selama dua tahun di wilayah penugasan dengan pendekatan dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi umat.
“Metode ini mengedepankan kearifan lokal serta kolaborasi lintas sektor,” ungkapnya.
Sementara itu, Ana Miftahuddin Amin dari Paragon Corp menambahkan para da’i merupakan agen perubahan yang akan memperkuat ketahanan spiritual dan sosial masyarakat.
“Para da’i akan menjadi ujung tombak pemberdayaan masyarakat melalui kekuatan tauhid. Dua tahun ke depan akan jadi pembelajaran penting untuk membangun Indonesia masa depan,” ujarnya.
Kemudian, Waryono dari Kementerian Agama RI menilai bahwa peran LAZNAS Dewan Dakwah telah melampaui pendistribusian zakat semata.
“Apa yang dilakukan Dewan Dakwah ini luar biasa, karena mereka menggerakkan zakat untuk pemberdayaan, bukan hanya pembagian. Ini sangat strategis bagi masyarakat di daerah 3T,” terangnya.
Sementara, Wamendes PDTT RI Ahmad Riza Patria menekankan bahwa pelepasan da’i ini merupakan bagian dari visi besar Indonesia Emas 2045.
“Para da’i yang kita lepas hari ini adalah lentera-lentera harapan. Mereka membawa semangat perubahan dari desa yang jauh menuju peradaban yang berkelanjutan,” tuturnya penuh semangat.
Hadir pula dalam acara, Ustadz Sigit, seorang da’i senior yang sejak 2004 telah bertugas di Dusun Ngoyo, Morowali Utara, mendampingi komunitas muallaf Suku Tau Taa Wana. Kisah pengabdiannya menjadi inspirasi bahwa dakwah bukan sekadar tugas, tetapi panggilan hidup.
LAZNAS Dewan Dakwah secara konsisten menyiapkan para da’i dengan bekal pelatihan dakwah, pendidikan, manajemen program, dan pemberdayaan masyarakat berbasis SDGs. Mereka merupakan kader dari Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir yang siap menjadi agen perubahan di wilayah-wilayah terluar Indonesia.
Kerja sama strategis dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta, hingga komunitas internasional, diharapkan dapat membangun ekosistem dakwah dan pembangunan yang inklusif, transformatif, dan berkelanjutan.
“Kami berkomitmen menjadi jembatan kebaikan dan membangun peradaban dari pelosok negeri. Dari pedalaman, kita semua bisa menginspirasi dunia,” pungkasnya. (*)