Home PariwisataKulinerMenikmati Malang Lewat Rasa: Lima Kuliner Khas Penuh Sejarah
dok.kompas.com

Menikmati Malang Lewat Rasa: Lima Kuliner Khas Penuh Sejarah

by Ikon logo megapolitanSalwa
A+A-
Reset

Megapolitan.id – Malang bukan sekadar kota berhawa sejuk dengan lanskap pegunungan yang menenangkan. Di balik ritme kotanya yang cenderung tenang, Malang menyimpan kekayaan kuliner yang tumbuh bersama sejarah, kebiasaan warga, dan dinamika sosial sejak puluhan tahun silam. Kuliner di kota ini tidak hanya berfungsi sebagai pengisi perut, tetapi juga sebagai penanda identitas dan memori kolektif. Dari gerobak sederhana di sudut gang hingga warung legendaris yang tak pernah sepi, cita rasa Malang lahir dari kejujuran bahan, ketelatenan proses, dan konsistensi rasa.

Bagi wisatawan, mencicipi kuliner khas Malang sering kali menjadi pintu masuk paling mudah untuk memahami karakter kota ini. Ada rasa hangat, sederhana, namun membekas. Lima kuliner berikut kerap disebut sebagai ikon Malang karena bukan hanya populer, tetapi juga memiliki akar sejarah yang panjang dan rasa autentik yang bertahan lintas generasi.

Bakso Malang, Lebih dari Sekadar Semangkuk Kuah

Tak berlebihan jika bakso disebut sebagai “bahasa bersama” warga Malang. Hampir di setiap sudut kota, bakso hadir dalam berbagai versi. Namun, Bakso Malang memiliki ciri khas yang membedakannya dari bakso daerah lain. Isinya tidak tunggal. Dalam satu mangkuk, pengunjung bisa menemukan bakso halus, bakso urat, tahu, siomay goreng, hingga telur puyuh, semuanya berpadu dalam kuah kaldu sapi yang jernih namun kaya rasa.

Salah satu nama yang tak terpisahkan dari sejarah Bakso Malang adalah Bakso President. Berdiri sejak 1977 di Jalan Batanghari, tempat ini memiliki lokasi unik karena berada tepat di samping rel kereta api. Sensasi menyantap bakso sambil mendengar deru kereta melintas menjadi pengalaman tersendiri. Namun, daya tarik utamanya tetap pada kuah kaldu yang konsisten gurih dan bakso bertekstur padat namun lembut.

Bakso Malang mencerminkan karakter kota ini: sederhana, bersahaja, namun kaya variasi. Ia bisa dinikmati kapan saja, oleh siapa saja, tanpa sekat sosial. Dari pelajar hingga wisatawan mancanegara, semua duduk sejajar di hadapan semangkuk bakso panas.

Rawon, Kuah Hitam yang Sarat Makna

Jika bakso merepresentasikan sisi egaliter Malang, maka rawon menggambarkan kedalaman tradisi Jawa Timur. Rawon adalah sup daging sapi dengan kuah hitam pekat yang berasal dari kluwek, bahan khas yang memberi rasa gurih sekaligus aroma yang unik. Bagi sebagian orang yang belum terbiasa, warna hitam rawon mungkin terlihat mencolok. Namun, di balik tampilannya tersimpan kompleksitas rasa yang kaya.

Di Malang, rawon bukan sekadar menu makan siang. Ia sering hadir dalam momen keluarga, acara penting, hingga jamuan tamu. Daging sapi yang digunakan biasanya empuk, dipotong besar, dan direbus lama agar menyerap bumbu. Kuahnya kuat, hangat, dan meninggalkan rasa mendalam di lidah.

Rawon biasanya disajikan bersama tauge pendek, sambal terasi, telur asin, dan perasan jeruk nipis. Kombinasi ini menciptakan keseimbangan rasa antara gurih, segar, dan sedikit asam. Di udara Malang yang sejuk, semangkuk rawon terasa seperti pelukan hangat yang menenangkan.

Pecel Kawi, Kesederhanaan yang Bertahan Puluhan Tahun

Di tengah maraknya kuliner modern, Pecel Kawi tetap berdiri teguh sebagai simbol kesetiaan pada rasa asli. Pecel Kawi Hj. Musilah yang berada di Jalan Kawi Atas telah melayani pelanggan sejak 1975. Warung ini tidak pernah berusaha tampil mewah. Meja sederhana, piring biasa, dan suasana rumahan justru menjadi kekuatannya.

Pecel di sini terdiri dari nasi putih hangat, aneka sayur rebus seperti bayam, kangkung, dan kecambah, lalu disiram bumbu kacang kental dengan rasa pedas manis yang seimbang. Yang membuatnya istimewa adalah bumbu kacangnya yang diulek halus dengan takaran yang konsisten sejak puluhan tahun lalu. Tidak terlalu manis, tidak terlalu pedas, dan tidak meninggalkan rasa enek.

Pelengkap berupa peyek kacang atau peyek teri memberikan kontras tekstur yang renyah. Pecel Kawi sering disantap sebagai sarapan atau makan siang ringan, namun rasanya cukup mengenyangkan. Ia menjadi bukti bahwa kuliner tidak selalu harus rumit untuk menjadi berkesan.

Puthu Lanang, Jejak Jajanan Malam Sejak 1935

Saat malam mulai turun dan suhu udara Malang semakin dingin, aroma khas gula jawa dan uap panas dari gerobak Puthu Lanang menjadi penanda waktu. Jajanan tradisional ini telah ada sejak 1935 dan masih bertahan di Jalan Jaksa Agung Suprapto Gang Buntu. Nama “Lanang” sendiri melekat sebagai identitas, bukan sekadar penanda jenis kelamin, tetapi simbol kekuatan bertahan di tengah perubahan zaman.

Puthu terbuat dari tepung beras yang dikukus dalam cetakan bambu kecil berbentuk tabung. Di dalamnya terdapat gula jawa yang akan meleleh saat dikukus, lalu disajikan dengan taburan kelapa parut segar. Proses memasaknya menghasilkan suara khas dari uap panas, yang bagi banyak orang Malang menjadi bagian dari nostalgia masa kecil.

Puthu Lanang tidak hanya menawarkan rasa manis gurih, tetapi juga pengalaman visual dan audio yang autentik. Menyantapnya hangat-hangat di pinggir jalan, sambil berdiri atau duduk sederhana, menghadirkan sensasi yang sulit ditemukan di tempat lain.

Angsle, Penawar Dingin di Malam Hari

Malang dikenal dengan udaranya yang sejuk, terutama pada malam hari. Di saat seperti itu, angsle hadir sebagai minuman penghangat yang tak tergantikan. Angsle adalah minuman berkuah santan jahe yang diisi berbagai komponen seperti bubur mutiara, ketan putih, tape singkong, dan petulo atau putu mayang.

Rasa manis dari kuah jahe berpadu dengan tekstur beragam dari isian menciptakan sensasi yang lembut dan menenangkan. Angsle biasanya dijajakan pada malam hari di sekitar taman kota atau pinggir jalan yang ramai. Menyeruput angsle sambil berbincang ringan menjadi kebiasaan yang akrab bagi warga Malang.

Lebih dari sekadar minuman, angsle adalah simbol kehangatan sosial. Ia sering dinikmati bersama, tanpa tergesa-gesa, seolah mengajak orang untuk melambat sejenak dari rutinitas.

 

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain