Home BeritaPasokan BBM Sumatra Utara Membaik, BPH Migas Perkuat Distribusi hingga 125 Persen
dok. rri.co.id

Pasokan BBM Sumatra Utara Membaik, BPH Migas Perkuat Distribusi hingga 125 Persen

by Ikon logo megapolitanSalma
A+A-
Reset

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal percepatan normalisasi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatra Utara. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mengembalikan kelancaran layanan di seluruh stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU).

Setelah sempat terjadi peningkatan antrean di sejumlah SPBU akibat gangguan distribusi, kondisi di lapangan kini mulai menunjukkan perkembangan positif. Berbagai strategi percepatan yang dilakukan pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga mulai membuahkan hasil. Pasokan BBM diperkuat, distribusi dioptimalkan, dan stok di SPBU terus ditambah agar pelayanan kepada masyarakat kembali berjalan normal.

Kondisi Distribusi Berangsur Membaik

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas mengatakan bahwa kondisi penyaluran BBM di Sumatra Utara kini semakin membaik. Menurutnya, stok BBM berada dalam kondisi aman sehingga diharapkan mampu mengurangi antrean kendaraan di berbagai SPBU.

“Sehingga, dengan rutinitas (masyarakat) sehari-hari, insya Allah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatra Utara ini,” ujarnya dikutip Sabtu 18 Juli 2026.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Wahyudi melakukan peninjauan langsung ke Fuel Terminal (FT) Medan Group pada Jumat (17/7/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan sesuai rencana sekaligus mengevaluasi langkah-langkah percepatan yang telah diterapkan.

Distribusi Diperkuat dari Berbagai Jalur

Dalam upaya mempercepat pemulihan distribusi, BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga melakukan berbagai langkah strategis.

Salah satunya ialah meningkatkan jumlah armada mobil tangki beserta awaknya agar proses pengiriman BBM ke SPBU berlangsung lebih cepat. Selain itu, suplai juga diperkuat melalui mekanisme alih distribusi dari beberapa fuel terminal lain seperti FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe.

Langkah tersebut membuat pasokan BBM menuju wilayah Medan menjadi lebih stabil sehingga kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi secara optimal.

Tidak hanya melalui jalur darat, distribusi juga diperkuat melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli. Optimalisasi jalur logistik tersebut memungkinkan volume distribusi meningkat secara signifikan.

Pasokan semakin bertambah setelah dua kapal berhasil menyelesaikan pemuatan jenis BBM tertentu (JBT), yaitu solar, serta jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yakni Pertalite.

Penyaluran Meningkat Hingga 125 Persen

Berbagai upaya tersebut berhasil meningkatkan kapasitas penyaluran BBM ke SPBU.

“Hal ini menambah peningkatan untuk suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125 persen,” katanya.

“Kita terus meminta untuk menyegerakan dari kondisi kemarin yang semula 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini upaya terbaik untuk mengurai (antrean) di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” ucap Wahyudi.

Peningkatan volume distribusi tersebut menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat normalisasi pelayanan di berbagai SPBU di Kota Medan maupun wilayah sekitarnya.

Pemantauan Langsung ke SPBU

Selain memperkuat distribusi dari sisi logistik, BPH Migas bersama Pertamina juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU.

Monitoring dilakukan untuk memastikan distribusi solar maupun Pertalite benar-benar diterima oleh masyarakat tanpa hambatan.

“Semua stok kita top up terus sampai benar-benar kondisi SPBU full tank, sehingga dapat melayani masyarakat secara baik,” kata Wahyudi.

Menurutnya, strategi pengisian stok hingga kapasitas maksimal bertujuan menjaga ketersediaan BBM selama beberapa hari ke depan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan pasokan.

Antrean Kendaraan Mulai Hilang

Hasil pemantauan yang dilakukan pada Jumat sore menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan.

“Hanya ada 2-3 mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini pukul 17.45 WIB. Kita monitor terus. Untuk percepatan BBM di Sumatra Utara agar kembali normal,” katanya.

Kondisi tersebut menjadi indikator bahwa berbagai langkah percepatan distribusi mulai memberikan dampak nyata di lapangan.

Meski demikian, BPH Migas memastikan pengawasan akan terus dilakukan hingga seluruh wilayah benar-benar kembali dalam kondisi normal.

Evaluasi Distribusi Jadi Prioritas

Sementara itu, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan bahwa realisasi penyaluran solar maupun Pertalite di Sumatra Utara hingga 14 Juli 2026 sebenarnya masih berada di bawah rata-rata nasional.

Hal tersebut menunjukkan bahwa persoalan yang sempat terjadi bukan disebabkan oleh keterbatasan kuota BBM.

“Realisasi ini (solar dan Pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” kata Fathul.

Menurutnya, evaluasi lebih difokuskan pada aspek operasional distribusi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sistem Peringatan Dini Perlu Diperkuat

Fathul menilai sistem distribusi BBM perlu didukung dengan mekanisme pemantauan yang lebih modern.

Ia mengusulkan adanya sistem peringatan dini (early warning system) yang mampu mendeteksi potensi gangguan distribusi secara cepat sehingga langkah antisipasi dapat segera dilakukan.

“Kendala ini operasional, operasional distribusi, perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu, juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” ujarnya.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital dalam memantau pergerakan armada distribusi dapat meningkatkan efektivitas pengiriman BBM sekaligus mempercepat penanganan apabila terjadi hambatan di lapangan.

Penyaluran Lebih dari 6.000 Kiloliter per Hari

Executive General Manager Regional Sumatra Bagian Utara Pertamina Patra Niaga, Sunardi, menjelaskan bahwa operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berlangsung kondusif selama proses normalisasi.

Pada periode 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter setiap hari.

“Stok ini menjadi stock build up SPBU untuk tambahan suplai ke SPBU, sehingga bisa mengurai antrean yang ada di SPBU,” ucap Sunardi.

Penambahan stok tersebut menjadi cadangan penting agar SPBU memiliki pasokan yang cukup ketika terjadi lonjakan konsumsi masyarakat.

Masyarakat Mulai Merasakan Dampaknya

Perbaikan distribusi juga mulai dirasakan langsung oleh masyarakat.

Samsuri (60), seorang pengemudi ojek daring, mengaku antrean yang sebelumnya cukup panjang kini sudah jauh berkurang.

“Sekarang sudah mantap, sudah lancar, saya merasakannya,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Hasbi (23), pengemudi truk yang juga merasakan proses pengisian BBM kini berlangsung lebih cepat.

“Terima kasih pemerintah, BBM sudah lancar,” katanya.

Dengan terus diperkuatnya distribusi, pengawasan lapangan, serta koordinasi antara BPH Migas, Pertamina Patra Niaga, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan pelayanan distribusi BBM di Sumatra Utara semakin stabil. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan aktivitas masyarakat dan sektor ekonomi dapat berjalan tanpa hambatan.

Apakah Artikel ini bermanfaat?
Yes0No0

Baca Artikel Lain